majas alegori

Mengenal Majas Alegori : Pengertian, Ciri dan Contohnya

Diposting pada 74 views

Mengenal Majas Alegori : Pengertian, Ciri dan Contohnya – Pada sebuah karya sastra baik itu puisi, tulisan atau cerita sering kita jumpai aneka penggunaan majas. Berbagai jenis majas tersebut ada yang berisikan tentang perbandingan, sindirian, pertentangan dan juga penegasan.

Dari berbagai majas yang ada majas alegori sering dijumpai pada sebuah sastra, karya tulis atau jenis uraian lainnya.. Majas ini termasuk jenis majas perbandingan yang dapat dijumpai di aneka karya sastra.

Penggambaran perbandingan pada majas alegori ini dalam bentuk kiasan. Penggunaan majas akan memberikan efek lebih imajinatif dan kias untuk menghidupkan sebuah karya sastra.

Penulis memiliki maksud yang tersirat dari penggunaan majas tersebut dengan harapan pembaca dapat menemukan makna dari apa yang tertulis. Tidak hanya dalam sebuah karya terkadang Kamu juga menggunakan majas ini dalam percakapan sehari-hari.

Pengertian Majas Alegori

Alegori adalah sebuah majas yang menggunakan bahasa kiasan atau ungkapan untuk menyatakan suatu kejadian atau suatu hal dalam kehidupan sehari-hari.

Suatu objek yang disebutkan dalam suatu karya sastra akan dibandingkan dengan menggunakan bahasa kiasan tertentu dimana pembandingnya memiliki karakteristik atau sifat yang sama atau sejenis. Secara garis besar alegori ini menggunakan kata yang sifatnya retorika.

Secara tidak langsung karya yang menggunakan majas ini akan menjelaskan tentang gambaran dari suatu hubungan atau tautan yang ada dalam sebuah karya tulis menjadi satu kesatuan secara utuh. Kamu bisa mendapati majas ini pada karya non fiksi contohnya adalah cerpen dan juga novel. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan juga alegori bisa ditemukan di aneka karya lainnya.

Ciri-Ciri Majas Alegori

Apabila Kamu perhatikan secara sepintas majas alegori ini mirip dengan majas simile. Yang membedakan adalah pada alegori penggunaan kalimat dalam suatu cerita ditata sedemikian rupa sehingga lebih bersifat kompleks. Sama dengan majas yang lainnya bahwa alegori ini juga memiliki ciri khusus yang bisa Kamu jadikan patokan untuk membedakan dengan majas lainnya.

  • Kalimat yang digunakan pada alegori sebagian besar menggunakan gaya bahasa yang merujuk pada retorika. Dalam hal ini keterampilan dalam berbahasa sangat diperlukan agar kalimat lebih efektif.
  • Majas ini bentuk umumnya berisi tentang penggambaran atau kiasan. Kalimat yang disusun dalam sebuah cerita memberikan gambaran akan suatu maksud melalui bahasa kiasan.
  • Kalimat yang disusun dalam suatu uraian maupun cerita selalu dibuat menjadi lebih kompleks.

Penggunaan Majas Alegori

Alur kehidupan itu terkadang belok-belok dan terkadang lurus, bagaikan meniti perjalanan yang selalu berubah-ubah.

Penjelasan dari kalimat tersebut adalah ungkapan sebuah rintangan dan permasalahan yang dialami oleh manusia dalam menjalani kehidupannya yang diibaratkan seperti jalanan yang kadang berbelok-belok namun terkadang juga lurus tanpa hambatan.

Seorang bayi yang baru saja dilahirkan diibaratkan sebagai kertas putih tanpa noda

Penjelasan dari kalimat diatas adalah ungkapan tentang keadaan bayi yang baru saja dilahirkan diibaratkan seperti kertas putih bersih yang belum ada nodanya. Putih bersih ini memiliki makna bayi tersebut masih suci, bersih dan belum memiliki dosa.

Di dunia ini semua kenikmatan yang ada bagaikan sebuah fatamorgana saja.

Penjelasan dari kalimat tersebut adalah ungkapan tentang kenikmatan yang ada di dunia ini semuanya hanya bersifat fatamorgana. Seperti yang Kamu ketahui bahwa fatamorgana adalah sesuatu yang semu. Maksudnya adalah kenikmatan tersebut adalah hal yang sifatnya tipu muslihat atau khayalan saja.

Contoh Majas Alegori

  1. Menemukan seseorang dengan pribadi yang jujur di zaman sekarang ini seperti mencari jarum didalam tumpukan jerami.
  2. Kemarin dia memasak sup dan rasa kuah supnya bagaikan air laut.
  3. Menjalani hidup berumah tangga laksana bahtera di lautan luas. Pada suatu waktu kita akan akan melihat begitu indahnya panorama lautan luas yang elok dan mempesona. Namun pada suatu waktu juga kita kan merasakan hantaman ombak dan badai yang mengguncang ke tubuh kita.
  4. Pikiran dan otak manusia ibarat mata pisau yang apabila diasah akan menjadi semakin tajam. Namun jika Kamu diamkan maka akan menjadi tumpul.
  5. Sebuah buku adalah jendela dunia. Pada buku tersebut di dalamnya berisi tentang pengetahuan yang akan membuat kita bisa melihat dunia lewat gambar dan tulisan.
  6. Menjalani kehidupan ibarat mengendarai sepeda. Yang harus Kamu lakukan adalah terus mengayuh maju agar tetap bisa menjaga keseimbangan.
  7. Ketika Kamu mencintai seseorang seperti ketika Kamu menggenggam pasir. Jika Kamu tidak menggenggam maka pasir itu akan hilang, namun jika Kamu terlalu kuat menggenggam juga akan membuat pasir tersebut keluar melalui celah jari-jarimu.
  8. Kisah perjalanan di dunia ini bagaikan panggung sandiwara. Masing-masing orang sudah memiliki peran dan hanya melakukan perannya tersebut.
  9. Amarah yang ada pada diri manusia seperti api yang membara. Semakin Kamu menyulut api tersebut maka akan semakin membakar. Oleh karena itu setiap orang yang sedang marah harus disejukkan hatinya.
  10. Sebuah ilmu pengetahuan laksana cahaya yang selalu menerangi di setiap langkah hidup manusia.
  11. Menjalani hubungan antar sesama manusia ibaratnya sebuah rangkaian huruf. Seindah apapun huruf yang Kamu ukir akan menjadi tidak bermakna jika tidak dilengkapi dengan spasi. Rangkaian huruf tersebut juga tidak akan bisa dipahami jika tanpa adanya jeda. Sebuah kasih sayang tidak akan muncul tanpa sebuah jarak.
  12. Menegakkan sholat ibarat sebuah sungai yang mengalir di depan rumah. Setiap orang yang mandi di sungai tersebut akan selalu bersih dari kotoran yang ada di badannya.
  13. Sebuah ibadah itu bagaikan berdagang. Disana terdapat tempat untuk melakukan penjualan. Yang menjadi modalnya adalah iman dan kepercayaan. Sedangkan keuntungannya adalah pahala dan balasan di akhirat kelak.
  14. Hidup didunia ini seperti sebuah rangkaian keyboard pada piano. Ada yang berwarna hitam dan putih. Bagi orang yang tidak memahaminya maka mereka hanya akan tahu tentang nada dasarnya saja. Tetapi jika Kamu mau memainkan dengan pengetahuan yang lebih maka akan tercipta melodi yang merdu.
  15. Memiliki kekayaan ibarat air laut. Kamu tidak bisa membendung di suatu tempat karena akan membuatnya tumpah. Namun Kamu juga tidak bisa meminumnya karena akan semakin merasakan haus. Kamu bisa meletakkan pada kotak-kotak kemudian menjemurnya sehingga akan menghasilkan garam yang bermanfaat.
  16. Waktu itu laksana pedang tajam dimana ketika Kamu menggunakannya dengan baik dan teliti maka akan menjadi hal yang berguna. Namun ketika Kamu menggunakannya dengan baik atau ceroboh maka bisa menjadikan sebuah bencana.
  17. Sebuah kebohongan seperti anggur merah yang tidak cukup dimakan hanya satu buah. Kamu pasti akan terus menambahnya. Satu kali melakukan kebohongan akan terus diikuti oleh kebohongan-kebohongan lainnya.

Sebuah karya sastra memang akan semakin hidup dengan menggunakan aneka majas yang ada. Seperti halnya majas alegori ini. Kamu bisa membuat cerita yang Kamu tulis menjadi lebih menarik dengan penekanan pada istilah atau perumpamaan tertentu.

Hal ini membuat pembaca semakin tertarik dengan alur ceritanya. Pilihlan kata-kata perumpamaan yang sesuai agar maksud yang terkandung didalamnya tidak berubah makna.

Terimakasih sudah membaca artikel “Majas Alegori”, tambah wawasanmu dengan baca artikel yang lain tentang majas berikut ini :

1. Jenis dan Contoh Majas Metafora : Pengertian, Fungsi dan Ciri-ciri
2. Pengertian dan contoh majas personifikasi
3. Pengertian dan Macam macam majas perbandingan