jenis tanda baca

14 Macam Tanda Baca dan Fungsinya: Titik, Koma, Titik Dua, Petik, Seru

Diposting pada 429 views

Pengertian Tanda Baca

Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam mekanisme ejaan. Tanda baca bisa menolong pembaca untuk pahami arti tulisan dengan tepat. Tanda baca penting dalam penulisan, karena menolong untuk pahami arti tulisan itu.

Karena itu, tanda baca penting supaya kalimat pada suatu paragraf gampang dimengerti hingga tidak ada kekeliruan arti yang dikatakan oleh penulis.

Menurut Chaer (2006) dalam bukunya berjudul Tata Bahasa Praktis Basa Indonesia, tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam bahasa tulis agar kalimat-kalimatnya dapat dipahami orang sama seperti yang kita maksud.

Macam-macam Tanda Baca dan Penggunaannya

1. Penggunaan Tanda Baca Titik

a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.


Contoh : 

  • Ibu saya tinggal di Jakarta.
  • Hari ini tanggal 18 April 2014.
  • Biarlah mereka tinggal di rumah bapak.

b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf suatu bagan, ihtisar, atau daftar

Contoh : 1. Isi 1.1 Penggunaan tanda titik 1.2 Fungsi tanda baca  

c. Tanda titik dipakai untuk  memisahkan angka jam, menit dan detik yang menunjukan waktu

Contoh :

  • Pukul 1.36.40 (pukul 1 lewat 36 menit 40 detik)

d. Tanda titik ddipakai untuk memisahkan jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu

Contoh :

  • 1.25.32 (1 Jam 25 menit 32 detik)

e. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya, atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Contoh :

  • Maharani, Jesica. 1920. Cantik Alami…….

f. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Contoh :

  • Hari ini ada penonton sebanya 25.000 orang.
  • Banjir di Jakarta merendam 10.000 rumah

Catatan :

1. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.

Contoh : 

  • Saya lahir tahun 2007
  • Ini no telepon saya 085000000020

2. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.

Contoh : 

  • Daftar Orang Kaya se-Indonesia

3. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

2. Penggunaan Tanda Baca Koma  

Tanda baca koma digunakan untuk :

a. Tanda baca komai dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan

Contoh :

  • Ibu membeli buah pisang, nanas, dan pepaya
  • Ayah memiliki motor, mobil, dan truk

b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan

Contoh :

  • Saya ingin ke pasar, tetapi hujan deras
  • Tono bukan anak Pak Lurah, melainkan anak Presiden

c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahullui induk kalimatnya

Contoh :

  • Karena sibuk, ia lupa makan

d. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itujadi, lagi pula, meskipun begitu, dan akan tetapi.

Contoh :

  • Lagipula, saya orang kaya
  • Oleh karena itu, kita harus ke sana
  • Jadi, kamu adalah anak tukang bakso

e. Tanda koma dipakai untuk  memisahkan kata seperti o, a, wah, duh, kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.

  • O, jadi begitu caranya!
  • Wah, indah sekali bajumu!

3. Aturan Penggunaan Tanda baca Titik Koma ( ; )

1. Tanda baca koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara  Contoh : Malam semakin larut; pekerjaan belum selesai juga  

2. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.

Contoh : Ayah bekerja di jakarta; ibu sedang belanja di pasar; adik sedang makan; saya sendiri sedang bermain game   

4. Pengunaan Tanda baca Titik Dua ( : )

a. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

Contoh : Sekarang kita membutuhkan sayuran dan buah-buahan : Kangkung, wortel, apel, dan tomat  

b. Tandan titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Contoh : Ayah : Kamu sudah makan? Ibu : Sudah pa.  

5. Fungsi Tanda Hubung ( – )

a. Menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.

b. Menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergatian baris.

c. Menyambung unsur-unsur kata ulang.

d. Menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

e. Memperjelas hubungan bagian-bagian kata
atau ungkapan.

f. Merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, ke- dengan angka, angka dengan –an, dan singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata.

g. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa aing.

6. Penggunaan Tanda Pisah ( ‒ )

a. Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.

b. Menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

c. Dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai dengan’ atau sampai ke’.

7. Penggunaan Tanda Tanya (?)

a. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Untuk menanyakan sesuatu hal.

b. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

8. Penggunaan Tanda Seru (!)

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat.

Selengkapnya : Contoh Kalimat Perintah dan Jenisnya

9. Tanda Elipsis (…)

a. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.

b. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

10. Tanda Petik ( “…” )

a. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
b. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
c. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

11. Penggunaan Tanda Petik Tunggal ( ‘… ‘ )

a. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan-petikan yang terdapat
di dalam petikan lain.
b. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan.
c. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan
bahasa daerah atau bahasa asing.

12. Fungsi Tanda Kurung ( (…) )

Tanda baca kurung berfungsi untuk :

a. Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
b. Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.
c. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
d. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang merinci
urutan keterangan.

13. Fungsi Tanda Kurung Siku ( […] )

Mungkin kalian tidak banyak yang mengerti tentang kegunaan tanda baca kurung siku, berikut ini adalah fungsinya :

a. Digunakan untuk mengapit huruf, kata atau kelompok kata.
b. Sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat, atau bagian kalimat yang
ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
b. Mengapit keterangan dalam kalimat
penjelas yang sudah bertanda kurung.

14. Tanda Garis Miring (/)

a. Tanda garis miring di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan
penadaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau
tahun ajaran.
b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap, dan ataupun.

Sumber referensi :

  • Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka
Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.