proses pembentukan urine

Komposisi Urine dalam Keadaan Normal

Diposting pada 3.061 views

Komposisi Urine dalam Keadaan Normal pada manusia – Ekskresi merupakan suatu proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang bisa berupa zat cair atau zat padat. Nah, ada beberapa organ sekresi pada manusia seperti kulit, paru paru dan juga ginjal.  

Ginjal pada manusia memiliki beberapa fungsi salah satunya adalah menyaring zat zat sisa metabolisme dari dalam darah, yang kemudian zat sisa metabolisme yang dapat berupa urea, kreatinin dan amonia tersebut keluar bersama dengan urine.  

Pada kesempatan sebelumnya kita juga sudah membahas tentang proses pembentukan urine, yang mana ada 3 tahap utama pembentukan urine yaitu tahap filtrasi, reabsorpsi dan augmentasi. Kurang lebih skema atau urut-urutan dari proses pembentukan urine kurang lebih seperti ini :  

Glomerulus (filtrasi) urine primer > tubulus kontortus proksimal (reabsorsi) terbentuk urine skunder > tubulus kontortus distal (augmentasi) terbentuk urine sebenarnya > tubulus kolektivus > rongga ginjal > ureter > kandung kemih > uretra > urine keluar dari tubuh.

Lalu sebenarnya apa saja sih komposisi daripada urine yang kita keluarkan setiap hari itu? Berikut ini kitapunya.net share tentang komposisi urine pada manusia :  

Komposisi urine pada manusia

1. Air – komposisi urine Komposisi urine yang paling utama adalah terdiri dari air, dan ini sudah jelas bahwa yang kita keluarkan memang berbentuk cairan. Urine pada kondisi normal umumnya mengandung 90 % air.  

2. Urea, asam urat dan amonia merupakan zat sisa dari pembongkaran protein

3. Zat warna empedu -bZat inilah yang membuat urine kita berwarna kuning, semakin banyak kita minum maka urine akan semakin putih dan warna kuning yang diakibatkan oleh zat warna empedu semakin tidak kelihatan.

5. Bermacam-macam garam, terutama garam dapur atau (NaCl).

6. Terdapat beberapa zat yang beracun  

Faktor yang menentukan jumlah urine yang dikeluarkan oleh manusia 

1. Jumlah air yang diminum

2. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari dalam darah agar tekanan osmosisnya tetap.

3. Pengaruh hormon antidiuretik (ADH) dan hormon vasopresin. Fungsi hormon ini adalah untuk mengatur kadar air didalam darah.

4. Iklim atau musim Ketika iklim atau musim hujan produksi urine akan meningkat, dan sebaliknya.    

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.