Hakekat Bangsa Dan Negara

  • Whatsapp
Materi Pkn Kelas X (10) semester 1 bab – (HAKEKAT BANGSA DAN NEGARA)
A.   
Hakekat Kedudukan Manusia
  •  Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan
    Tuhan
Kelahiran manusia ke dunia bukan merupakan kehendak manusia, bukan
kehendak dari kedua orang tuanya, bukan pula kehendak dari alam, melainkan
kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka sebagai konsekkuensinya, manusia
mempunyai kewajiban berbakti serta mengabdi melalui peribadatan menurut agama
dan kepercayaan masing-masing. Hal itu dilakukan dengan cara menjalankan
perintah dan menjauhi larangan Tuhan.
  • Manusia sebagai Makhluk
    Individu
Setiap manusia mempunyai kepribadian, bakat, kemampuan dan kehendak
serta cita rasa yang berbeda-beda satu sama lain. Oleh karena itu sikap dan
perilakunya juga berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lain.


  • Manusia Sebagai Makhluk Sosial
hakekat bangsa dan negara
bangsa indonesia

Sejak kelahiran sampai akhir hayatnya, manusia tidak akan bisa hidup
atau lepas dari manusia yang lain. Manuisa tidak akan dapat hidup sendiri
dengan memenuhi semua kebutuhannya atas usaha dan hasil karyanya sendiri.
Manusia akan mempunyai arti apabila hidup bersama manusia lain, seperti
ungkapan Aristoteles manusia disebut sebagai zoon politicon, artinya sebagai
makhluk yang memiliki kehendak bermasyarakat.

B.    
Hakekat Bangsa dan Unsur-unsur Pembentuk Bangsa


1.     
Hakekat Bangsa

Muat Lebih

Hakekat pengertian bangsa
menurut para ahli adalah sebagai berikut :
a.      
Lothrop Stoddard
Bangsa adalah suatu kepercayaan yang dimiliki olhe
sejumlah orang yang cukup banyak, bahwa mereka merupakan suatu bangsa. Ia
merupakan suatu perasaan memiliki secara bersama sebagai suatu bangsa.
b.     
Otto Bauer
Bahwa suatu bangsa terbentuk karena adanya suatu
persamaan, satu persatuan karakter, watak, dimana karakter atau watak ini
tumbuh dan lahir yang terjadi karena adanya persatuan pengalaman.
c.      
Ernest Renan
Bangsa adalah satu jiwa yang melekat pada kelompok manusia
yang merasa dirinya bersatu, karena mempunyai nasib dan penderitaan yang sama
di masa lampau dan mempunyai cita-cita yang sama tentang masa depan.
d.     
Hans Kohn
Meskipun terbentuknya suatu bangsa ditentukan oleh
persamaan sejarah dan cita-cita, tetapi persamaan ras, bahasa, adat istiadat
dan agama kadang-kadang merupakan faktor obyektif yang melatarbelakangi dan
menjadi ciri khas sesuatu bangsa yang membedakan dirinya dari bangsa lain.
e.      
Friedrich Ratzel dan Karl
Haushofer
Berpendapat bahwa suatu bangsa harus merasa terikat oleh
tanah air yang sama.
f.      
Bung Karno
Bangsa adalah segerombolan manusia yang besar, keras ia
punya keinginan bersatu, keras ia punya persamaan watak, tetapi yang hidup di
atas satu wilayah yang nyata satu unit.

2. Unsur-unsur Pembentuk Bangsa

Berdasarkan pengertian bangsa yang dikemukakan oleh para ahli di
atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa suatu bangsa dapat terbentuk karena
adanya beberapa unsur. Unsur-unsur pembentuk bangsa tersebut, antara lain :
a.      
Persamaan nasib di masa lalu
atau sejarah yang sama
b.     
Memiliki persamaan karakter
c.      
Memiliki ikatan persatuan
diantara anggota-anggotanya
d.     
Memiliki tanah air yang sama
e.      
Memiliki persamaan cita-cita.
Jadi tegasnya, bangsa adalah suatu masyarakat yang mempunyai daerah tertentu
yang anggota-anggotanya bersatu karena pertumbuhan sejarah yang sama, karena
merasa senasib dan seperjuangan, serta mempunyai kepentingan dan cita-cita yang
sama.
Sedangkan
terbentuknya bangsa Indonesia, terbangun sejak berabad-abad lamanya, dan
mencapai puncaknya ketika generasi muda bangsa Indonesia menyelenggarakan
Kongres Pemuda Indonesia, yang berlangsung dari tanggal 27 – 28 Oktober 1928 di
Jakarta. Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab Kongres memutuskan suatu
keputusan yang mencerminkan tekadnya sebagai bangsa Indonesia, dengan rumusan :
Pertama   :    Kami
putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kedua      :    Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa
yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga      :    Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, Bahasa Indonesia
C.   
Hakekat Negara dan Unsur-Unsur Terbentuknya Negara
  1. Hakekat negara

a.      
Roger H Soltau
Negara adalah suatu alat atau wewenang yang mengatur
atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat.
b.     
Harold J. Laski
Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan
karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan secara sah lebih agung dari
pada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.
c.      
Austin
Menggambarkan negara sebagai suatu hubungan antara yang
memerintah dengan yang diperintah, atau dalam kata-kata yurisprudensi modern,
sebagai suatu masyarakat yang diorganisasikan untuk bertindak di bawah
aturan-aturan hukum.
d.     
Mr. Kranenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena
kehendak dari suatu kelompok atau bangsanya sendiri.
e.      
George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok
manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
f.      
Prof. Mr. Soenarko
Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai
daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souverein
(kedaulatan).
g.     
Prof. R. Djokosoetono
Negara ialah suatu organisasi manusia atau kumpulan
manusia yang berasa dibawah suatu pemerintahan yang sama.

2. Unsur-unsur terbentuknya negara

Negara ssebagai sebuah organisasi harus memenuhi unsur-unsur yang
merupakan syarat bagi sahnya suatu negara. Menurut ahli kenegaraan, Oppenheimer
dan Lauterpacht berdirinya suatu negara harus memenuhi unsur-unsur, seperti
berikut :
a.      
Rakyat
b.     
Daerah atau wilayah
c.      
Pemerintah yang berdaulat
Ketiga unsur
tersebut merupakan unsur pokok atau unsur mutlak yang harus ada bagi sahnya
suatu negara yang berdiri. Unsur-unsur tersebut disebut pula unsur konstitutif
atau unsur pembentuk.
Hakekat negara
ditinjau dari sudut pandang :
a.      
Negara sebagai organisasi kekuasaan
b.     
Negara sebagai organisasi
politik
c.      
Negara sebagai organisasi
kesusilaan
d.     
Negara sebagai integrasi antara
pemerintah dan rakyat
D.   
Sifat Hakekat Negara
Negara merupakan suatu bentuk
organisasi yang khas, yang menjadikan negara berbeda dengan organisasi
kemasyarakatan lainnya. Hal ini apabila dilihat dari sifat-sifatnya yang khas
yang melekat pada negara. Sifat-sifat khusus ini hakekatnya merupakan perwujudan
dari kedaulatan yang dimilikinya dan yang hanya tedapat pada negara saja.
Sifat-sifat tersebut menurut Miriam Budiardjo, disebutkan ada tiga yaitu :
  1. Sifat Memaksa, agar peraturan
    perundangan itu ditaati dan ketertiban dalam masyarakat dapat tercapai, serta
    anarkhi dalam negara dapat dicegah, maka negara memiliki sifat memaksa, dalam
    arti mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan fisik secara legal. Sarana
    untuk negara memiliki alat kelengkapan seperti, Polisi, Tentara, Jaksa dan
    Hakim. Sebagai contoh sifat memaksa, negara berdasarkan undang-undang dapat
    memaksa warga negara untuk membayar pajak, memiliki SIM bagi pengemudi
    kendaraan dan sebagainya. Bagi yang tidak taat dapat dikenakan sanksi hukum.
     
  2. Sifat Monopoli, negara memiliki wewenang
    tunggal atau monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Dalam
    kerangka itu negara dapat menyatakan bahwa suatu aliran kepercayaan atau aliran
    politik tertentu dilarang hidup dan disebarluaskan, karena bertentangan dengan
    tujuan masyarakat.
  3. Sifat mencakup semua, semua peraturan
    perundangan berlaku untuk semua tanpa kecuali. Sehingga dalam negara tidak ada
    seorang pun yang kebal hukum, kecuali yang sudah ditentukan dalam perjanjian
    atau hukum internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *