contoh majas eufemisme

Contoh Majas Eufemisme : Pengertian, Fungsi dan Cirinya

Diposting pada 266 views

Contoh Majas Eufemisme: Pengertian, Fungsi dan Cirinya – Majas banyak digunakan sebagai sarana berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui tulisan. Majas banyak contohnya, salah satunya adalah majas eufemisme. Berikut ini akan disajikan definisi, ciri-ciri, fungsi dan beberapa contoh majas eufemisme, sehingga kamu lebih mudah dalam memahami majas tersebut.

Majas eufemisme erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia. Hal ini disebabkan dalam berkomunikasi sering kali kamu tidak sadar menggunakan majas. Misalnya adalah anak muda ketika berbicara dengan orang yang lebih tua memakai bahasa halus.   

Pengertian Majas Eufemisme – Contoh

Eufemisme merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu euphemizein. Artinya adalah kata yang baik. Oleh karena itu, majas eufemisme dapat didefinisikan sebagai majas yang menyatakan sebuah ungkapan secara halus. Dengan demikian, kamu dapat mengganti ungkapan yang bersifat kasar dengan kata-kata yang lebih baik.

Tujuannya adalah agar saat kamu berbicara menggunakan kata-kata yang sopan. Biasanya, majas eufemisme dipakai untuk bercakap-cakap dengan orang-orang yang lebih tua. Selain itu, majas tersebut juga dipakai untuk berbicara dengan orang yang terhormat.

Ciri-Ciri Majas Eufemisme

  1. Eufemisme dipakai untuk sarana komunikasi dengan orang tua, agar lebih berpendidikan dan lebih sopan.
  2. Eufemisme dipakai sebagai pengganti kata-kata yang mengalami perubahan dari semula tidak dianggap kasar lalu berubah menjadi kasar. Contohnya adalah kata-kata yang dapat merendahkan atau menghina orang lain.
  3. Eufemisme berfungsi sebagai pengganti kata-kata yang dianggap tabu.

Fungsi Majas Eufemisme – Contoh

1. Menghormati Lawan Bicara

Sebelum kamu membuat pernyataan atau mengajukan pertanyaan, maka lihatlah dengan siapa kamu berbicara. Apabila kamu berbicara dengan orang yang dihormati atau orang tua, maka alangkah baiknya memakai kata-kata yang halus. Kamu bisa menggunakan kata-kata halus layaknya berbicara dengan guru, ibu, bapak dan lain-lain.

2. Memperhalus Bahasa saat Berbicara

Ada beberapa orang yang tidak terbiasa mendengar perkataan yang kasar, sehingga orang tersebut akan tersinggung saat kamu berbicara dengan kata-kata kasar. Tidak jarang, beberapa orang akan merasa direndahkan dengan ekspresi keras.

Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan kata ganti dalam bentuk eufemisme saat berbicara dengan orang lain. Lain halnya saat kamu mengajak berbicara orang yang memiliki gaya bahasa yang relatif sama, maka kamu bebas untuk memilih gaya bahasa. Contohnya adalah saat berbicara dengan sahabat karib dan lain-lain.

Namun, apabila lawan bicara kamu adalah orang yang lebih tua atau orang baru yang belum dikenal, maka alangkah baiknya jika saat berbicara menggunakan bahasa yang halus. Oleh karena itu, sebelum kamu berbicara dengan orang lain, maka pilihlah gaya bahasa yang akan digunakan.  

Contoh Majas Eufemisme

1. Di kawasan daerah ini masih banyak dijumpai tunawisma yang menggelandang di jalanan.

Tunawisma di dalam kalimat di atas mengandung makna orang yang tidak mempunyai rumah sebagai tempat tinggal. Penggunaan istilah tunawisma saat kamu berbicara dengan orang lain dianggap lebih sopan dan tidak merendahkan.

2. Fulan adalah salah satu anak yang tunarungu, sehingga dalam berkomunikasi dengan orang lain anak tersebut menggunakan isyarat tangan.

Tunarungu di dalam kalimat di atas mengandung makna orang yang tuli atau tidak dapat mendengar. Penggunaan istilah tunarungu saat berbicara dianggap lebih sopan, daripada kamu menggunakan istilah tuli. Saat kamu menggunakan istilah tuli, bisa jadi lawan bicara menganggap bahasa yang kamu gunakan kasar.  

3. Seorang pemuda lulusan perguruan tinggi favorit di Indonesia itu tidak malu memiliki pekerjaan sebagai pramusaji di sebuah restoran kecil di kotanya.

Pramusaji di dalam kalimat di atas mengandung arti pelayan sebuah rumah makan. Saat kamu menggunakan kata pelayan ketika berbicara tentang pekerjaan dengan orang lain, bisa jadi orang yang kamu ajak bicara akan merasa tersinggung. Namun, saat kamu menggunakan kata pramusaji, maka kata tersebut akan lebih enak didengar.  

4. Banyak orang yang tidak percaya bahwa wanita berparas cantik itu tunawicara.

Tunawicara merupakan istilah yang digunakan untuk mengungkapkan seseorang yang tidak bisa berbicara. Penggunaan istilah tersebut lebih sopan dan enak untuk didengar, karena bahasanya lebih halus.

5. Dina dibebastugaskan karena banyak melanggar peraturan di kantornya.

Makna kata dibebastugaskan adalah dipecat. Penggunaan kata dibebastugaskan dianggap lebih sopan dan tidak membuat lawan bicara merasa tersinggung. Kamu dianjurkan untuk menggunakan bahasa yang lebih halus dan sopan saat berbicara terutama dengan orang yang lebih tua.

6. Bu Jingga adalah salah satu warga Desa Makmur Sejahtera yang rajin menjalankan salat jamaah di musala, meskipun beliau adalah penyandang tunanetra.

Istilah tunanetra digunakan untuk mengganti kata tidak bisa melihat. Penggunaan kata tunanetra dianggap lebih sopan dan tidak menyinggung orang lain yang sedang kamu ajak bicara.

Informasi di atas dapat kamu jadikan sebagai sumber referensi untuk membuat contoh majas eufemisme. Dengan demikian, kamu bisa membuat variasi majas tersebut, sehingga bisa memperkaya ilmu pengetahuan.

Untuk lebih memahami tentang Majas, kamu bisa baca artikel berikut ini :

1. Contoh Majas Sinisme dan Penjelasannya + Pengertian, Fungsi
2. Apa Itu Majas Litotes? Ciri-ciri, Fungsi dan Contohnya
3. Mengenal Majas Alegori : Pengertian, Ciri dan Contohnya

Gambar Gravatar
Suka dengan kata dan cinta dengan karya.