Bangkekane Mbembeng Tegese

Bangkekane Mbembeng Tegese lan Gawe Ukara

Diposting pada 795 views

Bangkekane mbembeng termasuk tembung panyendhu. Kegunaan tembung panyendhu untuk mengutarakan kekurangan fisik dan sikap orang  lain. Apa arti dari bangkekane mbembeng? Yuk simak artikel ini sampai habis, akan kami kupas tuntas arti (tegese) dan contoh kalimat (ukara) dari tembung bangkekane mbembeng.

Tembung Panyendu

Dalam Bahasa Jawa, mempunyai kalimat yang biasa digunakan untuk mengatakan kekurangan tubuh dan perilaku seseorang yang disebut tembung panyendu


Lalu apa arti tembung panyendhu dalam Bahasa Jawa? Tegese tembung panyendhu yaiku tembung kang digunakake kanggo nyemoni utawa nyacad perangane awak lan solah bawa (perilaku).

Penggunaan tembung panyendhu ini digunakan ketika seseorang melihat kekurangan orang lain. Biasanya, mereka menggunakan tembung panyendhu ini karena ketidaksukaan terhadap orang tersebut.

Bangkekane Mbembeng Tegese

Tembung bangkekane mbembeng termasuk dalam tembung panyendhu. Bangkekan berarti pinggang. Kemudian mbembeng berarti besar atau gendut.

Apa tegese bangkekane mbembeng? Bangkekane mbembeng tegese bangkekane (pinggang) sing gedhe utawa gendhut.

Kapan seseorang biasanya mengucapkan kalimat tersebut? Kalimat bangkekane mbembeng biasanya digunakan ketika menemui seseorang yang mempunyai pinggang dengan ukuran yang besar. Namun, tidak selalu setiap bertemu orang dengan pinggang yang besar akan mereka katakan bangkekane mbembeng. Sebagian besar, orang-orang akan menggunakan kalimat (tembung) panyendhu ini ketika mereka merasa tidak menyukai orang tersebut, lama tidak berjumpa hingga terkejut dengan perubahan penampilannya.

Menurut teman-teman apakah pantas untuk mengungkapkan (mencela) orang lain dengan kalimat panyendhu tersebut? Kalau menurutku, sebaiknya tidak boleh mencela orang lain baik secara langsung maupun dengan tembung panyendhu tersebut. Meskipun pada masyarakat Jawa tak jarang mencela atau mengatai orang lain dilontarkan dengan gurauan. Bayangkan kalau teman-teman mempunyai kekurangan fisik lalu orang lain dengan seenaknya mencela, bukankah menyakitkan?

Ketika menemui seseorang dengan kekurangan fisik atau sifat yang kurang baik sebaiknya kita mengingatkannya dengan cara yang baik. Mengungkapkan rasa ketidaksukaan pada orang lain terkait kekurangan dirinya sebenarnya boleh-boleh saja, bila memang sifat orang tersebut buruk dan tidak bisa berubah setelah diingatkan, misalnya orang yang pemarah, sombong dan suka mengadu domba.

Bagaimana mudah bukan arti dari bangkekane mbembeng? Sederhananya, arti dari bangkekane mbembeng adalah pinggul yang besar atau gendut.

Gawe Ukara Saka Tembung Bangkekane Mbembeng

Rasanya kurang lengkap, setelah memahami arti namun tidak merangkai kalimat.  Membuat kalimat akan memudahkan dalam mengingat makna dari sebuah kata atau kalimat (tembung). Yuk kita buat kalimat dari bangkekane mbembeng!

  1. Ranisa mangane wakeh lan ora gelem olahraga, ora kaget yen bangkekane mbembeng.
  2. Rani panggah ayu sanadyan bangkekane mbembeng.
  3. Linda ora seneng karo omongan tanggane sing seneng ngomong yen dheweke bangkekane mbembeng.

Baca Juga :
Adigang Adigung Adiguna Tegese
Arti Pepalang
Arti Njanur Gunung
Gugur Gunung

Kesimpulan:   

Dalam Bahasa Jawa bangkekane mbembeng tegese bangkekane sing gedhe utawa gendhut. Bangkekan dalam Bahasa Indonesia biasa disebut pinggang.

Bangkekane mbembeng termasuk tembung panyendhu. Kegunaan tembung panyendhu adalah  untuk mengutarakan (lebih ke merendahkan) kekurangan fisik dan sikap orang  lain.

Oke teman-teman, itulah arti (tegese) bangkekane mbembeng. Bagi teman-teman yang melihat kekurangan orang lain sebaiknya tidak mengutarakannya dengan tembung panyendhu, karena akan ada orang yang merasa sakit hati.

Bila kamu merasa terbantu dengan artikel ini, silakan bagikan agar bermanfaat juga bagi yang lain. See you.