Apa itu Perusahaan

Apa itu Perusahaan? Arti, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Diposting pada 191 views

Perusahaan adalah suatu organisasi yang bergerak di bidang ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perusahaan bisa berbentuk badan usaha atau badan hukum, dimiliki oleh perorangan, persekutuan, atau badan hukum swasta atau milik negara. Perusahaan juga harus mempekerjakan pekerja atau buruh dengan membayar upah atau imbalan lainnya.

Perusahaan merupakan salah satu unsur penting dalam sistem perekonomian suatu negara, karena berperan sebagai produsen, penyerap tenaga kerja, pembayar pajak, dan sumber inovasi.

Apa itu Perusahaan?

Perusahaan adalah organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perusahaan adalah kegiatan yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan. Perusahaan juga didefinisikan sebagai organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Kondisi Persaingan Usaha yang Sehat, perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus untuk memperoleh keuntungan, baik yang diselenggarakan oleh perseorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan di wilayah Indonesia.

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, perusahaan adalah badan usaha yang didirikan dan beroperasi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan tujuan menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan pengertian perusahaan di atas, sesuatu dapat disebut sebagai perusahaan apabila memenuhi unsur-unsur berikut:

  • Adanya kegiatan produksi yang bersifat tetap dan terus-menerus
  • Adanya tujuan untuk mencari keuntungan
  • Adanya faktor-faktor produksi yang berkumpul
  • Adanya organisasi yang mengatur kegiatan produksi
  • Adanya kepemilikan atas modal dan hasil produksi

Fungsi Perusahaan

Perusahaan memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:

  • Fungsi produksi, yaitu mengolah bahan baku menjadi barang atau jasa yang memiliki nilai guna dan nilai tukar.
  • Fungsi distribusi, yaitu menyalurkan barang atau jasa yang dihasilkan kepada konsumen melalui berbagai saluran pemasaran.
  • Fungsi konsumsi, yaitu menyediakan barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
  • Fungsi investasi, yaitu mengalokasikan dana untuk memperluas usaha, meningkatkan kualitas produk, atau mengembangkan teknologi baru.
  • Fungsi sosial, yaitu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, misalnya dengan membuka lapangan kerja, membayar pajak, melakukan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), atau menjaga kelestarian alam.

Jenis-jenis Perusahaan

Perusahaan adalah organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha dengan tujuan mencari keuntungan. Perusahaan berperan penting dalam menggerakkan perekonomian suatu negara dengan memproduksi barang atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, tidak semua perusahaan memiliki bentuk dan kegiatan yang sama. Ada berbagai jenis perusahaan yang dapat dibedakan berdasarkan bentuk badan usaha dan kegiatan yang dilakukan.

Jenis-Jenis Perusahaan Berdasarkan Bentuk Badan Usaha

Bentuk badan usaha adalah status hukum yang dimiliki oleh perusahaan yang menentukan hak dan kewajiban perusahaan dalam menjalankan usahanya. Bentuk badan usaha juga mempengaruhi struktur organisasi, modal, kepemilikan, tanggung jawab, dan pembagian laba perusahaan. Berikut ini adalah beberapa jenis perusahaan berdasarkan bentuk badan usahanya:

1. Perseroan Terbatas (PT)

PT adalah perusahaan yang modalnya terbagi menjadi saham-saham yang dimiliki oleh para pemegang saham. Pemegang saham bertanggung jawab terbatas sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. PT dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu PT terbuka (Tbk) yang sahamnya dapat diperdagangkan di bursa efek dan PT tertutup yang sahamnya tidak dapat diperdagangkan di bursa efek. Contoh: PT Astra International Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk.

2. Perusahaan Negara

Perusahaan negara adalah perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara. Perusahaan negara dibentuk untuk menjalankan usaha-usaha strategis atau vital bagi negara yang tidak dapat diserahkan kepada swasta. Perusahaan negara dapat berbentuk perseroan terbatas (PT) atau perusahaan umum (Perum). Contoh: PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), Perum Bulog.

3. Persero

Persero adalah perusahaan yang modalnya berasal dari penyertaan modal negara dan swasta secara bersama-sama. Persero dibentuk untuk meningkatkan partisipasi swasta dalam usaha-usaha strategis atau vital bagi negara. Persero berbentuk perseroan terbatas (PT) dan tunduk pada hukum perdata. Contoh: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura II (Persero).

4. Persekutuan Komanditer (CV)

CV adalah perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan salah satu anggota bertindak sebagai komanditer (pemodal pasif) dan anggota lainnya bertindak sebagai komplementer (pengelola aktif). Komanditer bertanggung jawab terbatas sesuai dengan jumlah modal yang disetor, sedangkan komplementer bertanggung jawab tidak terbatas atas segala utang perusahaan. Contoh: CV Sinar Jaya, CV Karya Abadi, CV Mitra Sejahtera.

5. Koperasi

Koperasi adalah perusahaan yang didirikan oleh sekelompok orang atau badan hukum koperasi dengan dasar kekeluargaan dan asas gotong royong. Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan usaha bersama berdasarkan prinsip-prinsip koperasi. Koperasi memiliki hak dan kewajiban sebagai badan hukum. Contoh: Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama, Koperasi Serba Usaha Maju Jaya, Koperasi Produsen Kopi Gayo.

7. Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh satu orang tanpa melibatkan pihak lain sebagai pemilik modal atau pengelola. Perusahaan perseorangan bertanggung jawab tidak terbatas atas segala utang perusahaan. Perusahaan perseorangan tidak memiliki badan hukum dan biasanya bergerak di bidang usaha kecil dan menengah. Contoh: Toko Sari, Salon Rina, Bengkel Budi.

8. Persekutuan Firma

Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan satu nama bersama. Perusahaan firma bergerak di bidang usaha jasa, dagang, atau umum. Semua anggota firma bertanggung jawab tidak terbatas atas segala utang perusahaan. Perusahaan firma tidak memiliki badan hukum dan tunduk pada hukum perdata. Contoh: Firma Hukum Surya & Rekan, Firma Dagang Polo Sport, Firma Umum Nike.

9. Persekutuan Perdata (maatschap)

Persekutuan perdata adalah perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk menggabungkan tenaga, keahlian, atau modal untuk kepentingan bersama. Perusahaan maatschap bergerak di bidang usaha jasa profesional seperti dokter, pengacara, akuntan, atau notaris. Semua anggota maatschap bertanggung jawab tidak terbatas atas segala utang perusahaan.

Perusahaan maatschap tidak memiliki badan hukum dan tunduk pada hukum perdata. Contoh: Maatschap Dokter Pratama, Maatschap Akuntan Publik Kurnia & Rekan, Maatschap Notaris Sari & Rekan.

Jenis-Jenis Perusahaan Berdasarkan Kegiatan yang Dilakukan

Kegiatan yang dilakukan adalah aktivitas utama yang menjadi sumber pendapatan perusahaan. Kegiatan yang dilakukan dapat menunjukkan jenis produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Berikut ini adalah beberapa jenis perusahaan berdasarkan kegiatan yang dilakukan:

1. Perusahaan Manufaktur atau Industri

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah mengolah bahan mentah atau setengah jadi menjadi barang jadi yang siap dipasarkan. Perusahaan manufaktur membutuhkan mesin, peralatan, dan tenaga kerja yang terampil untuk melakukan proses produksi.

Perusahaan manufaktur dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perusahaan manufaktur ringan yang menghasilkan barang konsumsi seperti makanan, minuman, pakaian, atau sepatu dan perusahaan manufaktur berat yang menghasilkan barang modal seperti mesin, alat berat, kendaraan, atau pesawat. Contoh: PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Sritex Tbk, PT Astra Honda Motor.

2. Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah menyediakan jasa atau pelayanan kepada pelanggan tanpa menghasilkan barang fisik. Perusahaan jasa membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas untuk memberikan jasa yang memuaskan.

Perusahaan jasa dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu perusahaan jasa keuangan seperti bank, asuransi, atau leasing, perusahaan jasa pendidikan seperti sekolah, universitas, atau kursus, perusahaan jasa kesehatan seperti rumah sakit, klinik, atau apotek, perusahaan jasa transportasi seperti taksi, bus, atau kereta api, perusahaan jasa pariwisata seperti hotel, restoran, atau biro perjalanan, dan perusahaan jasa informasi seperti media massa, internet, atau telekomunikasi.

Contoh: PT Bank Central Asia Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

3. Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah menjual barang yang dibeli dari produsen atau pemasok kepada konsumen akhir atau pengecer. Perusahaan dagang tidak melakukan proses produksi atau pengolahan barang.

Perusahaan dagang membutuhkan modal yang cukup besar untuk membeli barang dalam jumlah banyak dan menyimpannya di gudang. Perusahaan dagang dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perusahaan dagang eceran yang menjual barang secara langsung kepada konsumen akhir dengan harga satuan dan perusahaan dagang grosir yang menjual barang secara tidak langsung kepada pengecer dengan harga partai.

Contoh: PT Matahari Department Store Tbk, PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart).

4. Perusahaan Agraris

Perusahaan agraris adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah mengelola sumber daya alam hayati seperti tanaman, hewan, atau mikroorganisme untuk dijadikan bahan pangan, sandang, papan, atau energi. Perusahaan agraris membutuhkan lahan yang luas dan subur untuk melakukan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, atau perkebunan.

Perusahaan agraris dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perusahaan agraris subsisten yang menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bermaksud menjualnya dan perusahaan agraris komersial yang menghasilkan produk untuk dijual di pasar dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Contoh: PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

5. Perusahaan Ekstraktif

Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam non-hayati seperti mineral, batubara, minyak bumi, gas alam, atau air untuk dijadikan bahan baku industri atau energi.

Perusahaan ekstraktif membutuhkan teknologi yang canggih dan modal yang besar untuk melakukan proses penambangan atau penggalian.

Perusahaan ekstraktif dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perusahaan ekstraktif permukaan yang mengekstraksi sumber daya alam yang berada di permukaan tanah atau laut dan perusahaan ekstraktif bawah tanah yang mengekstraksi sumber daya alam yang berada di bawah tanah atau laut. Contoh: PT Freeport Indonesia, PT Adaro Energy Tbk, PT Pertamina (Persero).

Contoh Perusahaan

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan yang ada di Indonesia:

  • PT Astra International Tbk., merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang otomotif, alat berat, agribisnis, properti, infrastruktur, teknologi informasi, dan layanan keuangan. Perusahaan ini merupakan bentuk PT dengan skala usaha besar.
  • CV Karya Mandiri Abadi, merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi bangunan sipil dan arsitektur. Perusahaan ini merupakan bentuk CV dengan skala usaha menengah.
  • Toko Bunga Mawar Indah, merupakan sebuah toko yang menjual berbagai macam bunga segar dan rangkaian bunga untuk berbagai acara. Toko ini merupakan bentuk perseorangan dengan skala usaha kecil.
  • Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama, merupakan sebuah koperasi yang menyediakan layanan simpan pinjam bagi anggotanya. Koperasi ini merupakan bentuk koperasi dengan skala usaha mikro.

FAQ

Q: Apa itu badan hukum perusahaan?

A: Badan hukum perusahaan adalah status hukum yang diberikan kepada suatu organisasi untuk dapat melakukan kegiatan usaha secara sah di mata hukum. Badan hukum perusahaan memiliki hak dan kewajiban seperti halnya manusia. Contoh badan hukum perusahaan adalah PT dan koperasi.

Q: Apa itu modal perusahaan?

A: Modal perusahaan adalah jumlah dana yang dimiliki atau disediakan oleh pemilik atau pemegang saham untuk menjalankan usaha. Modal perusahaan dapat bersumber dari modal sendiri (ekuitas) atau modal pinjaman (utang).

Q: Apa itu manajemen perusahaan?

A: Manajemen perusahaan adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya manusia, material, finansial, dan informasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Q: Apa itu visi dan misi perusahaan?

A: Visi dan misi perusahaan adalah dua hal yang menjadi pedoman bagi arah dan tujuan organisasi. Visi adalah gambaran umum tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi di masa depan. Misi adalah penjabaran lebih rinci tentang bagaimana organisasi akan mencapai visinya.

Q: Apa itu etika bisnis?

A: Etika bisnis adalah kumpulan nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral yang menjadi acuan bagi perilaku individu atau organisasi dalam melakukan kegiatan bisnis. Etika bisnis bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik antara pelaku bisnis dengan pihak-pihak terkait seperti konsumen, karyawan, pemasok, kompetitor, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan.

Kesimpulan

Perusahaan adalah suatu organisasi yang bergerak di bidang ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan memiliki beberapa fungsi utama seperti produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sosial. Perusahaan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk kepemilikan, bidang usaha, skala usaha. Perlu juga memperhatikan aspek-aspek lain seperti badan hukum, modal, manajemen, visi dan misi, dan etika bisnis dalam menjalankan usaha.

Baca juga: