Latar Belakang Terjadinya Perlawanan Pattimura di Saparua

Imperialisme dan Kolonialisme memang membuat bangsa kita sengsara, tapi dari kesengsaraan yang diakibatkan oleh penindasan tersebut kemudian memunculkan perlawanan-perlawanan terhadap penjajah. Perlawanan ini sebagai bentuk usaha dalam melepaskan dari belenggu penjajah dan mengusirnya dari tanah Indonesia.

Salah satu bentuk perlawanan terhadap penjajah dilakukan oleh rakyat Maluku, salah satu tokoh yang paling terkenal gigih perjuangannya adalah Pattimura. Pattimura bersama rakyat Maluku berperang melawan penjajahan Belanda, perang Pattimura ini terjadi sekitar tahun 1817. Lalu apa yang melatarbelakangi terjadi perlawanan Pattimura di Saparua, Maluku?
 
Pattimura
Pattimura
Maluku merupakan salah satu wilayah penghasil rempah-rempah yang sangat melmpah, maluku bersama-sama wilayah disekitarnya sering diibaratkan sebagai "mutiara dari timur" yang diperebutkan oleh bangsa-bangsa Eropa.

Bangsa-bangsa Eropa awalnya memang hanya untuk berdagang, tapi lama kelamaan mereka ingin berkuasa dan melakukan monopoli di wilayah tersebut. Bahkan sampai melakukan penjajahan yang sangat tidak manusiawi seperti penindasan, penyiksaan sampai dengan kerja paksa. 

Penjajahan yang cukup memberatkan rakyat Indonesia ini terjadi pada jaman penjajahan Belanda, rakyat diminta untuk menyerahkan upeti, penyerahan ikan asin, dendeng, kopi dan kerja paksa. Ditambah lagi terdengar desas desus bahwa guru akan diberhentikan sebagai penghematan. Belanda juga memanfaatkan para pemuda untuk dijadikan sebagai tentara di luar Maluku.

Dari penderitaan yang dialami ditambah dengan desas-desus itu membuat rakyat maluku semakin geram, apalagi sikap dari Residen Saparua juga sewenang-wenang terhadap rakyat maluku. Sebagai contoh adalah ketika Belanda tidak mau membayar perahu yang Belanda pesan terhadap Maluku. 

Bangsa Belanda tidak pernah menghargai jasa-jasa orang Maluku, sudah diberi ikan asin secara gratis tapi malah bertindak semaunya dengan tidak membayar perahu yang telah dibuatkan. Para pembuat perahu kemudian menuntut agar dibayar, jika tidak maka akan mogok kerja. Tuntutan itu kemudian ditolak oleh Residen Saparua Van den Berg. 

Atas perlakuan pihak Kolonial Belanda yang tidak adil dan beradab itu, kemudian menyulut kemarahan rakyat Maluku. Para tokoh dan pemuda Maluku kemudian melakukan pertemuan rahasia. Seperti pada pertemuan rahasia di Pulau Haruku, dan juga di Pulau Saparua pada tanggal 14 Mei 1817.

Dari berbagai pertemuan rahasia tersebut, mendapatkan kesimpulan bahwa rakyat Maluku tidak ingin terus menderita di bawah keserakahan dan kekajaman Belanda. Dari sinilah dimulainya perlawanan Maluku melawahan Penjajahan Belanda.

Perlawanan ini dipimpin oleh Thomas Matulessy, seorang mantan pegawai di dinas angkatan perang Inggris. Thomas Matulessy ini kemudian mendapat gelar Pattimura.

Jadi ada beberapa latar belakang terjadinya perlawanan Pattimura di Saparua, yaitu : 
  • Tindakan sewenang-wenang Pihak Kolonial Belanda yang menyengsarakan rakyat seperti kerja paksa, penyerahan paksa ikan asing, kopi dan rempah-rempah.
  • Pihak Belanda tidak menghargai jasa rakyat Maluku dalam membuat kapal.
  • Muncul desas desus bahwa para guru akan diberhentikan untuk penghematan, dan para pemuda dijadikan tentara di luar Maluku.
  • Kesengsaraan masyarakat maluku akibat penjajahan Kolonial Belanda.

Belum ada Komentar untuk "Latar Belakang Terjadinya Perlawanan Pattimura di Saparua"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel