Mengapa pada Era Presiden Soeharto Militer Sangat Dominan?

Mengapa pada Era Presiden Soeharto Militer Sangat Dominan?? - Masa orde baru adalah masa pemerintahan Jendral Soeharto yang menggantikan Ir. Soekarno sebagai sang Proklamator. Jendral Soeharto dikenal sebagai Presiden dengan kontrol yang sangat ketat, bahkan ada yang bilang bahwa pemerintahannya begitu otoriter. Militer begitu disegani dan dominan dalam pemerintahan. Pada 1968 sampai Maret 1973, Jendral Soeharto tidak hanya menjabat sebagai Presiden saja, tetapi juga menjabat sebagai Panglima ABRI dan Menhankam.

Setelah Maret 1973, jabatan Panglima ABRI dan Menhankam tidak lagi dipegang oleh Presiden Soeharto, melainkan oleh Jendral TNI Maraden Saur Holomoan Panggabean. Pangabean ini juga merupakan satu dari tiga perwira yang membawa surat Supersemar.

Setelah M Panggabean, Presiden Soeharto mengangkat Jendral TNI Andi Muhammad Jusuf Amir (M Jusuf) sebagai panglima ABRI pada tanggal 1978. Pokoknya hingga Orde Baru berakhir banyak jabatan-jabatan strategis dipegang oleh militer, yang tentunya akan sangat mendukung langkah Presiden Soeharto yang juga merupakan seorang Jendral. Dengan kata lain TNI/ABRI merupakan tangan kanannya dari Presiden Soeharto

Lalu mengapa pada masa orde baru militer sangat dominan?

Mengapa pada Masa Orde Baru Militer Sangat Dominan?
Mengapa pada Masa Orde Baru Militer Sangat Dominan?
Militer dibangun pada saat orde lama sebagai pertahanan bagi bangsa Indonesia, sehingga pada masa orde baru militer sudah cukup kuat dan akan diperkuat dengan mendominasi jabatan-jabatan strategis di pemerintahan Indonesia. Setidaknya ada 3 alasan mengapa pada masa orde baru militer sangat dominan yaitu :

1. TNI/ABRI merupakan stabilisator pembangungan
Hal ini terlihat jelas, dalam setiap bidang pemerintahan militer sangat berperan di masyarakat. Rakyat yang berbeda pendapat akan berhadapan dengan militer dan dicap sebagai komunis dan anti kemapanan. 

2. TNI/ABRI sebagai dinamisatur pembangungan
Jabatan publik dan politik banyak dipegang oleh anggota dan purnawirawan ABRI.

3. ABRI sebagai kekuatan politik utama Soekarno
Dalam bidang legislatif terdapat faraksi TNI/POLRI. Begitu juga dalam organisasi politik Golkar yang didalamnya terdapat purnawirawan ABRI yang merupakan tangan kanan dari Jendral Soeharto.

Apalagi pada masa orde baru ini juga dikenal adanya Dwifungsi ABRI. ABRI memiliki dua fungsi yaitu sebagai kekuatan keamanan dan kekuatan sosial politik. Inilah yang kemudian ABRI memiliki peran yang sangat dominan pada masa orde baru.

Belum ada Komentar untuk "Mengapa pada Era Presiden Soeharto Militer Sangat Dominan?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel