Latar Belakang Belanda Memberlakukan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Indonesia

Latar Belakang Belanda Memberlakukan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Indonesia - Kita adalah bangsa yang pernah di jajah oleh Belanda selama ratusan tahun, rakyat kita begitu menderita di masa-masa penjajahan. Salah satu aturan yang diwajibkan bagi rakyat Indonesia adalah sistem tanam paksa (Cultuur Stelsel) yang merupakan peraturan yang digagas oleh Gubernur Jendal Belanda pada saat itu yaitu Vand dan Bosch.

Sistem tanam paksa ini memaksa rakyat Indonesia untuk menanam bahan-bahan pokok dan rempah-rempah yang kemudian hasilnya diambil oleh pemerintah koloniel Belanda. Pada awalnya peraturan atau kesepakatan antara masyarakat dengan pihak Belanda masih masuk akal, walaupun tetap merugikan bangsa Indonesia sebagai pihak yang terjajah. Peraturannya antara lain : 
  • Rakyat diminta menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman industri.
  • Tanah tersebut bebas pajak.
  • Tenaga rakyat untuk tanah 1/5 tersebut tidak melebihi tenaganya untuk menanmi tanahnya sendiri.
  • Kegagalan panen ditanggung pemerintah.
  • Ada kelebihan hasil panen akan dikembalikan.
Peraturan yang telah disepakati sebelumnya adalah seperti di atas, namun pada pelaksanaannya sangat bertolak belakang. Hasil panen rakyat Indonesia banyak yang diambil paksa, sehingga rakyat kita begitu menderita bahkan sampai kelaparan karena kekurangan bahan makanan.

Lalu mengapa sih pemerintah kolonial Belanda melakukan sistem tanam paksa untuk Indonesia? Berikut adalah latar belakangnya.

Latar Belakang Belanda Memberlakukan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Indonesia

Sistem tanam paksa
Sistem tanam paksa
Pemerintah koloniel Belanda memberlakukan Cultur Stelsel atau Sistem Tanam Paksa setelah terjadinya defisit keuangan pemerintah Hindia Belanda. Sehingga membutuhkan pasokan keuangan yang salah satunya dapat ditopang dengan mendapatkan hasil panen secara cuma-cuma dari rakyat Indonesia. 

Defisit keuangan pemerintah Hindia Belanda ini diakibatkan oleh adanya Perang Diponegoro dan Perang Jawa (1825 - 1930). Selain itu adanya perang-perang yang lain seperti Perang Paderi di Sumatra Barat (1821 - 1837).

Selain untuk mengatasi adanya defisit keuangan, Pemerintah Belanda juga menginginkan mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil perkebunan dan perdagangan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa latar belakang Belanda memberlakukan sistem tanam paksa di Indonesia yaitu :
  1. Defisit anggaran keuangan yang besar akibat perang-perang yang merugikan pihak Belanda seperti Perang Diponegoro, Perang Jawa, dan Perang Paderi.
  2. Belanda ingin memperoleh keuntungan besar dari hasil perkebunan dan perdagangan.

Demikian artikel tentang latar belakang Belanda memberlakukan sistem tanam paksa, semoga dapat bermanfaat dan terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Latar Belakang Belanda Memberlakukan Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel