Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian - Memahami perilaku konsumen sangatlah penting dalam hal marketing, khususnya dalam membangun hubungan pelanggan dan memprediksi perilaku konsumen selanjutnya.

Memahami perilaku konsumen menjadi salah satu kunci keberhasilan seorang pemasar dalam menguasai pasar, dengan memahami perilaku konsumen maka seorang pemasar dapat mendesai sebuah produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen tersebut.

Perilaku konsumen yang sering diteliti adalah perihal keputusan pembelian, yang merupakan tahap dimana konsumen melakukan pembelian tentang sebuah produk, merek, jumlah pembelian, lokasi dan lain sebagainya.

Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen tidak semerta-merta langsung konstan tanpa sebab dibelakangnya, melainkan terdapat faktor-faktor yang membuat konsumen tersebut melakukan keputusan pembelian.

Mengapa memilih produk A? Mengapa tidak memilih produk B? Apakah karena kamu suka dengan produk A? Apakah kamu mengikuti bapakmu sehingga membeli produk A?

Itu adalah beberapa pertanyaan yang membuktikan bahwa dalam keputusan pembelian oleh konsumen terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya. 

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Menurut Philip Kolter (2013:214) dalam bukunya disebutkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh 4 faktor berikut ini :

1. Faktor Budaya
Pengaruh budaya terhadap keputusan pembelian sangatlah luas dan mendalam. Menurut Kolter dan Amstrong (2008:159) menyatakan bahwa budaya merupakan penyebab keingan dan seseorang yang paling dasar. Faktor budaya terbentuk dari sub budaya dan kelas sosial.

Sub budaya antara lain kebangsaan, agama, kelompok ras dan daerah geografis. Kita lihat contoh bagaimana selera masyarakat orang jogja berbeda dengan selera orang bandung, kita juga melihat bagaiama kebutuhan masing-masing agama berbeda-beda. Orang islam kebanyakan tidak akan memakan daging babi, karena bagi mereka daging babi itu haram. Bagi orang hindu, mereka tidak akan memakan daging sapi karena mereka menghormatinya. Itu adalah budaya, maka seorang pemasar harus cerdik, ketika target pasarnya notabene adalah beragama Islam, tentu saja tidak menggunakan bahan-bahan yang diharamkan agar laku dipasaran.

Seperti yang disinggung di atas bahwa faktor budaya juga dibentuk oleh kelas sosial, kelas sosial yang dimaksud dapat berupa jabatan, pangkat, atau kekayaan yang dimiliki. Tentu saja apabila seseorang dipandang sebagai orang terhormat, dan memiliki kelebihan harta maka produk yang dikonsumsi akan berbeda dengan orang biasa pada umumnya.

2. Faktor Sosial
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya, faktor ini disebut dengan faktor sosial yang terdiri dari kelompok kecil keluarga, peran dan status sosial konsumen.

a. Kelompok
Yang pertama adalah kelompok (group). Kelompok dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung sikap konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, umumnya kelompok yang mempengaruhi secara langsung disebut sebagai kelompok keanggotaan, kemudian kelompok yang memberikan pengaruh tidak langsung (referensi) disebut sebagai kelompok referensi.

Kelompok keanggotaan ini terdiri dari kelompok primer antara lain keluarga, teman, tetangga, rekan kerja yang berinteraksi secara langsung dan terus menerus sehingga kedekatannya sangat dekat. Selain itu juga bisa terdiri dari kelompok sekunder yang terdiri dari kelompok keagamaan, profesi dan asosiasi perdagangan.

b. Keluarga
Yang kedua adalah keluarga, keluarga yang juga merupakan kelompok primer sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Terutama karena kedekatan dan kepercayaan yang telah tercipta antara sesama anggota keluarga. Seorang anak mungkin akan membeli sesuatu karena ia pernah melihat (mencontoh) ayah dan ibunya yang juga pernah membeli produk tersebut. Atau justru, ayah dan ibunya lah yang mempengaruhinya secara langsung agar membeli produk tersebut.

Keluarga merupakan kelompok pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.

c, Peran dan Status
Peran dan status seseorang di masyarakat akan mempengaruhi apa yang ia beli dan yang ia konsumsi. Peran terdiri dari kegiatan yang diharapkan dilakukan seseorang sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Seorang yang terpandang seperti Ustad, mungkin akan membeli produk-produk yang terjamin kehalalannya. 

3. Faktor Pribadi
Setiap orang memiliki karakteristik kepribadian masing-masing yang kemudian akan mempengaruhi apa yang dibutuhkan dan apa yang akan dibeli. Hal-hal yang berkaitan dengan faktor pribadi ini antara lain usia, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian seseorang.

a. Usia dan Siklus Hidup Keluarga
Setiap orang dengan usianya masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, kebutuhan seorang anak usia 10 tahun tentu berbeda dengan remaja yang usianya 18 tahun. Selera mereka pun juga berbeda-beda.

b. Pekerjaan dan Lingkungan Ekonomi
Pekerjaan dan lingkungan ekonomi akan mempengaruhi keputusan pembelian, terutama karena pekerjaan akan mempengaruhi kebutuhan setiap orang. Seorang yang bekerja sebagai petani akan berbeda dengan pembelian yang dilakukan oleh seorang direktur perusahaan.

c. Situasi Ekonomi
Masing-masing orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, orang kaya akan cenderung memilih produk yang kualitasnya baik, tapi orang yang memiliki keterbatasan keuangan mungkin akan cenderung mempertimbangkan harga daripada kualitas produknya.

d. Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan pola hidup yang tercermin dalam aktivitas, kebiasaan, minat dan opininya. Gaya hidup dapat berupa kebiasaan yang telah melekat dalam dirinya. Misal, seorang binaragawan yang selalu ingin hidup sehat tentu akan selalu membeli produk-produk yang sehat, menghindari junk food dan makanan berminyak.

e. Kepribadian
Kepribadian merupakan ciri bawaan psikologis manusia yang berbeda yang dapat menghasilkan sebuah tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasanya digambarkan dengan menggunakan ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dominasi kemampuan, bersosialisasi, pertahanan diri dan kemampuan beradaptasi. Kepribadian akan menjadi faktor penting dalam memilih suatu produk, karena biasanya beberapa kalangan konsumen akan memilih merek atau produk yang cocok dengan kepribadiannya.

4. Faktor Psikologi
Psikologi seseorang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Faktor ini dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu motivasi dan persepsi. 

Ketika seseorang mengamati sebuah merek, ia akan bereaksi tidak hanya pada kemampuan nyata yang terlihat pada merek tersebut, melainkan juga melihat petunjuk lain yang samar seperti wujud, ukuran, berat, bahan, warna dan nama merek tersebut yang memacuk arah pemikiran dan emosi tertentu. Sebagai contoh adalah produk pada air mineral ades, yang kemasannya tipis serta labelnya berwarna hijau, hal tersebut bertujuan untuk mempengaruhi psikologi konsumennya bahwa mereka dapat memotivasi konsumennya untuk mencintai lingkungan dengan 3 langkah yang ditawarkan oleh minuman ades.

Selanjutnya adalah persepsi, seseorang yang termotivasi akan dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi merupakan sebuah proses yang digunakan individu untuk memilih, mengorganisasi dan menginterprestasi masukan informasi guna menciptakan sebuah keputusan.

Baca lebih lanjut : Tahap-tahap Proses Keputusan Pembelian

Belum ada Komentar untuk "Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel