Macam-macam Alat Penyiangan Tradisional

Macam-macam Alat Penyiangan Tradisional - Penyiangan adalah salah satu kegiatan dalam pertanian yang berguna untuk menghilangkan gulma atau rumput yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dalam penanaan padi, rumput juga ikut tumbuh yang akan merugikan karena juga ikut menyerap nutrisi dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Maka rumput yang juga sebagai parasit ini harus dimusnahkan. Pemusnahan gulma/rumput parasit ini disebut sebagai penyiangan.

Dalam artikel macam-macam cara pemberantasan gulma/rumput terdapat 4 cara, salah satunya adalah dengan cara biologis. Cara biologis adalah cara alami dalam pemberantasan gulma/rumput, bisa menggunakan tanaman, hewan dan bisa juga menggunakan tenaga manusia. 

Dalam menggunakan tenaga manusia ini dibutuhkan alat-alat khusus, nah berikut ini kitapunya.net rangkum beberapa alat penyiang tradisional.

Alat penyiang tradisional 

Di berbagai daerah di Indonesia dikenal beberapa alat penyiang, mungkin saja di beberapa daerah namanya berbeda karena tergantung dari kebiasaan dan budaya di daerah tersebut. Sebagai contoh "arit". Arit dikenal di sekitar pulau jawa, semntara di luar jawa "arit" dikenal dengan sebutan "sabit". Walaupun di pulau jawa "arit" dan "sabit" adalah dua hal yang berbeda. Berikut adalah beberapa alat penyiang tradisional :

1. Bambu runcing pendek
Alat penyiang tradisional
Alat penyiang tradisional
Sepotong bambu (kurang lebih 2 ruas) yang sudah tua dan sudah kering, dengan garis tengahnya berukuran antara 2-3 cm dengan panjang 20-40 cm, sebelah ujungnya diruncingkan kira-kira setengah lingkaran (gambar. 33) 
Bambu runcing pendek ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
  • Kemampuan atau kapasitas kerja seseorang untuk menyiangi dengan alat ini sangat kecil, yaitu 10 m2/orang/hari. 
  • Hanya cocok untuk tanah kering 
  • Pekerjaan sangat melelahkan  
  • Pada tanah keras kurang baik
Sedangkan keuntungannya penggunaan bambu runcing pendek ini adalah :
  • Murah karena tidak dibeli
  • Mudah dibuat dan di dapat
  • Hasilnya sangat baik, karena intensif 
  • Memperbaiki struktur tanah
  • Menambah kesuburan tanah 
  • Mempertinggi daya pengisapan air ke dalam tanah (mengurang dan mencegah erosi tanah) 
Baca juga : Macam-macam Traktor

2. Tajak
Alat penyiang tajak
Alat penyiang tajak
Tajak adalah alat semacam kored dengan bentuk dan ukuran yang berbeda yang digunakan untuk memotong gulma/rumput dan bekas jerami padi di sawah selepas panen.

3. Kored
Alat penyiang kored
Alat penyiang kored
Alat penyiangan tradisional yang ketiga adalah kored. Kored ini memiliki bentuk seperti pacul kecil sepanjang 20 cm, mata kored dan lehernya kira-kira 7-10 cm. Gagangnya terbuat dari sepotong kayu bulat panjang ± 20 cm berdiameter 2-3 cm. Gagang ini ditempatkan pada ujung sebelah kanan dengan membengkokkan ujung mata kored sebelah kanan 90 derajat. Alat ini dipakai sambil duduk seperti pada gambar di bawah ini.
4. Garpu
Garpu dan Sekop
Garpu dan Sekop
Alat penyiangan tradisional yang menggunakan tenaga manusia yang ke-empat adalah garpu, ada juga yang disebut dengan sekop karena bentuknya memang seperti sekop. Garpu ini terdapat 4 jari dan terbuat dari plat logam. Lebar garpu ini sekitar 20 cm, gagangnya ditengah-tengah garpu terbuat dari plat logam/besi yang telah dibentuk menjadi bulat seperti pipa atau dapt pula terbuat dari kayu seperti gagang kored. Panjang gagangnya biasanya 20 cm.

Garpu dengan gagang yang panjang, penggunaannya harus berdiri. Garpu umumnya mempunyai 4 jari, jarinya melengkung seperti garpu untuk makan. Jarinya terbuat dari besu masif sebesar jari tengah manusia, panjang jari garpu sekitar 25-30 cm, panjang gagangnya sekitar 70 cm terbuat dari pipa logam/besi dengan diameter 2,75 cm dan pada ujung gagangnya ada pipa keras melintang tegak lurus dengan gagang tadi. Ada juga gagangnya terbuat dari bahan kayu.
5. Cangkul
Cangkul atau pacul ini juga bisa digunakan untuk penyiangan, biasanya jenis cangkul yang digunakan adalah cankul ringan dengan mata cangkul yang tidak terlalu lebar kira-kira 20x10 cm2. Gagang cangkul biasanya terbuat dari kayu bulat dengan panjang 50 - 70 cm. Ada juga yang menggunakan bambu namun dari segi ketahanan kurang kuat dan cepat rusak.

6. Landak
Alat penyiang lendak
Alat penyiang lendak
Alat penyiang yang ke-enam adalah landak. Landak adalah salah satu alat penyiangan yang mempunyai prinsip kerja hampir sama dengan alat pemangkas rumput yang didorong manusia. Bedanya landak tidak memakai roda, tetapi terdiri dari sebuah tabung silinder yang diberi paku atau logam/besi, berbentuk lurus atau bengkok. Besarnya diameter landak ini antara 10-20 cm dan lebar antara 12-15 cm, seperti pada gambar di bawah ini. 
7. Garu
Alat penyiang garu
Alat penyiang garu
Alat penyiang garu yang menggunakan tenaga hewan/ternak dapat berbentuk garu atau sisir maupun berbentuk bajak. Yang paling banyak terdapat di Indonesia adalah alat penyiang berbentuk garu atau sisir yang terbuat dari bahan kayu yang keras, lebarnya antara 60-80 cm dan panjang mata garunya antara 10-20 cm. 


Demikian 7 macam-macam alat penyiangan tradisional, semoga bermanfaat jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian yaa.

Belum ada Komentar untuk "Macam-macam Alat Penyiangan Tradisional"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel