Masalah-masalah Ketenagakerjaan di Indonesia

Masalah-masalah Ketenagakerjaan di Indonesia - Secara garis besar, penduduk dibedakan menjadi dua yaitu penduduk yang merupakan tenaga kerja dan penduduk yang bukan tenaga kerja. Penduduk yang berusia di dalam usia kerja disebut sebagai tenaga kerja. Usia kerja di Indonesia adalah umur 15 tahun - 64 tahun. Dengan kata lain penduduk yang berusia dibawah 15 dan diatas 64 mereka bukan termasuk tenaga kerja.

Tenaga kerja adalah salah satu faktor produksi yang sangat penting bagi setiap perusahaan dan negara, faktor produksi merupakan bagian yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu produksi. Itu artinya, tanpa adanya faktor produksi berupa tenaga kerja maka produksi tidak dapat berjalan.

Tenaga kerja ini masih dibagi menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.  Angkatan kerja merupakan sekelompok penduduk dengan usia kerja yang sudah bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Dapat dikatakan bahwa angkatan kerja merupakan sekelompok orang dengan usia yang produktif. 

Sementara yang bukan angkatan kerja disebut dengan penduduk yang berada di usia kerja namun tidak bekerja, tidak memiliki pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan, contohnya pelajar, ibu rumah tangga, pensiunan dll.

Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar ke-empat setelah negara China, Amerika dan India. Tentu saja dengan penduduk yang banyak tersebut, pemerintah harus ekstra kerja keras untuk mendidik dan mengatasi berbagai permasalahan ketanagakerjaan.

Apa saja sih masalah-masalah ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia saat ini? Sebelumnya sudah saya bahas sedikit dalam artikel berikut ini : Masalah-masalah Ketenagakerjaan. Tapi akan saya bahas kembali untuk lebih jelas dan detail lagi dari sebelumnya.

Masalah-masalah Ketenagakerjaan di Indonesia

Ketenagakerjaan di Indonesia
Ketenagakerjaan di Indonesia

1. Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja
Kualitas tenaga kerja suatu negara dapat dilihat dengan tingkat pendidikan penduduk di negara tersebut. Kita bisa melihat betapa kualitas pendidikan di Indonesia yang sangat rendah, dari segi lulusannya saja. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat Kongres Teknologi Nasional (KTN) Senin (17/7/2017) mengatakan bahwa sebanyak 50 % penduduk Indonesia berpendidikan SD dan tidak tamat SD. Dan hanya sebanyak 5 % saja yang menjadi lulusan sarjana (Sumber : www.tribunnews.com).

Rendahnya tingkat pendidikan penduduk mengakibatkan kualitas tenaga kerja yang rendah pula, penguasaan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Imbasnya pada produktivitas kerja atau hasil produksi barang dan jasa yang rendah.

2. Jumlah Angkatan Kerja yang tidak Sebanding dengan Kesempatan Kerja
Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar ke-4, tingkat pertumbuhan penduduknya juga sangat tinggi. Hingga jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan pekerjaan akan menyebabkan pengangguran. Tapi, jika negara kita mampu memanfaatkan angkatan kerja yang tidak bekerja (pengangguran) tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, akan menjadi kekuatan yang besar untuk negara kita karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

3. Persebaran Tenaga Kerja yang tidak Merata
Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa, mengingat di Pulau Jawa terdapat provinsi dengan kawasan industrinya. Apalagi ibukota negara kita juga berada di Pulau Jawa. Ketidakrataan perseberan tenaga kerja ini juga diakibatkan oleh ketidakrataan kesempatan kerja (lowongan). 

Padahal, di pulau-pulau besar seperti Sumatra dan Kalimantan masih banyak membutuhkan tenaga kerja untuk perkebunan dan kehutanan. Tapi, karena masyarakat kita ingin dekat dengan perkotaan maka memilih hidup di perkotaan. Jika pemerintah mampu menggerakkan tenaga kerja untuk memanfaatkan sumber daya alam yang sangat melimpah tersebut, mungkin saja Indonesia akan perlahan maju dan maju.

4. Pengangguran
Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak bekerja, sebabnya karena jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan lowongan kerja yang tersedia. Selain itu juga disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap individu. Ditambah tidak ada keberanian dan kemampuan untuk membuka usaha mandiri. Pemerintah selalu mengupayakan untuk mengurangi pengangguran ini dengan berbagai cara, seperti pelatihan dan menciptakan industri kreatif.


Itu adalah beberapa masalah-masalah ketenagakerjaan di Indonesia, jika dirasa artikel ini bermanfaat jangan lupa share ke sosial media kalian yaa.

Belum ada Komentar untuk "Masalah-masalah Ketenagakerjaan di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel