Pengertian Sertifikat ISO dan Keuntungan Memilikinya

Pengertian Sertifikat ISO dan Keuntungan Memilikinya - Dalam dunia bisnis dikenal sertifikat ISO yang pada tahun 1987 mengeluarkan lima standar sistem manajemen mutu yang harus dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan-perusahaan besar yang produknya dikonsumsi/digunakan oleh sebagian besar masyarakat di suatu negera, dituntut harus memiliki sertifikat ISO. Sertifikat ISO adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh International Standardization Oraganization.

Adanya sertifikat ISO ini sebagai jaminan mutu produk yang akan dikonsumsi oleh konsumen. Sertifikat ISO ini juga sebagai bukti nyata, sebagai konsekuensi dari perusahaan dalam menjaga kualitas dan mutu perusahaan. Dengan kata lain, sertifikat ISO juga dapat digunakan untuk membedakan mana perusahaan yang memiliki produk bermutu dan mana yang tidak. Intinya, sertifikat ini berfungsi sebagai bukti bahwa perusahaan yang memiliki sertifikat tersebut sudah memenuhi standar mutu baik dalam bahan, proses (operasi) sampai pemasarannya untuk sampai ke tangan konsumen..
 
Nah, pada kesempatan kali ini akan kita perdalam lagi mengenai sertifikat ISO ini, lebih khusus lagi membahas tentang pengertian, mengapa harus memilikinya dan keuntungan memiliki sertifikat ISO. Langsung saja guys. 
Pengertian Sertifikat ISO
Pengertian Sertifikat ISO

Pengertian Sertifikat ISO

Sertifikat ISO adalah sebuah sertifikat yang dikeluarkan oleh International Standardization Organization yang berfungsi sebagai bukti bahwa suatu perusahaan memiliki produk yang bermutu dan standar. 

Mutu dan standar disyaratkan meliputi dua jenis kategori, yang pertama yaitu produk tersebut memenuhi standar tertentu, dan untuk beberapa komoditi perusahaan harus memenuhi syarat sistem manajemen mutu yang diterima secara internasional.

Seperti yang sudah kami singgung di atas, bahwa pada tahun 1987 International Organization For Standardization (ISO) mengeluarkan lima standar sistem manajemen mutu, edisi pertama yang dikenal dengan ISO 9000 (series), diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. ISO 9000 - Quality management and quality assurance standards guidelines for selection and use.
  2. ISO 9001 - Quality systems-Models for quality assurance in design/development, production, installation and servicing.
  3. ISO 9002 - Quality systems-Models for quality in production and installation.
  4. ISO 9003 - Quality systems-Models for quality assurance in production and inspection and test.
  5. ISO 9004 - Guidelines-Quality management and quality systems elements.
Di Indonesia, ISO 9000 dikenal dengan SNI 9000 (Standar Nasional Indonesia 9000) yang pada prinsipnya melibatkan seluruh bagian dalam  perusahaan. Lebih jelasnya, seluruh bagian yang ada pada perusahaan harus bekerja secara aktif sesuai dengan elemen-elemennya. Semua bagian saling berkaitan untuk menciptakan mutu perusahaan yang sesuai dengan standar.

Ada tiga unsur pokok untuk mencapai SNI 9000 ini, yaitu :
1. Kepemimpinan Manajemen dalam hal Mutu Perusahaan
Pemimpin adalah sosok yang akan memimpin perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi yang hendak dicapai, dengan kebijakannya dapat membawa perusahaan ke arah yang hendak dituju. Pemimpin harus secara konsisten menjaga kualitas dan mutu perusahaan yang dipimpinnya. Kebijakan-kebijakannya tertulis dalam kalimat yang tidak lebih dari 13 kata, di sahkan, didokumentasikan, dimengerti, dan dipahami oleh seluruh karyawan perusahaan, dituangkan dalam slogan, dll. Selain itu juga disediakan dana untuk pelaksanaan dan pengawasan pelaksanaan secara rutin.

2. Dukungan Terhadap Proses Produksi
Perusahaan harus tetap berkomitmen dan memberikan jaminan kepada konsumen terkait dengan mutu produk, waktu dan jumlah yang akan di distribusikan. Termasuk pelayanan yang ramah dan sesuai dengan standar yang telah disepakati bersama. Beberapa proses yang menunjang proses produksi antara lain :
  • Faktor pembelian bahan baku dan bahan pendukung lainnya
  • Pengawasan/pemeriksaan terhadap peralatan produksi
  • Pengawasan terhadap penyimpanan, pembungkusan, pengepakan
  • Pengendalian proses
3. Dokumentasi, Audit Mutu, Tindakan Koreksi dan Pencegahan
Perusahaan harus memilki dokumentasi (bukti-bukti) tentang sistem mutu, terjamin keakuratannya. Kemudian mengambil tindakan koreksi terhadap kesalahan dalam pelaksanaan dan mengantisipasi tindakan pencegahan.

ISO 14.000
Anjuran pemerintah agar perusahaan juga mencapai ISO 14.000 yaitu tentang suatu standar internasional menenai sistem menajemen lingkungan atau eko label. Adanya ISO 14.000 ini menuntut perusahaan agar selalu menjaga lingkungan disamping proses produksi yang dilakukan. Bentuk menjaga lingkungan tersebut antara lain dengan melakukan proses pengolahan sampah, pengolahan limbah air, dan limbah-limbah lain agar tidak mencemari dan merusak lingkungan sekitar seperti selokan, sungai, perkampungan dll.

Indonesia sudah memiliki Dewan Standardinasi Nasional dan membentuk SNI, ISO 9000 menjadi SNI 9000, ISO 14.000 menjadi SNI 14.000.

Dalam perkembangannya, pemerintah mengganti Dewan Standadinasi Nasional sebagai Badan Stardinasi Nasional sebagai langkah Pemerintah agar dunia luar dapat mengakui sertifikasi yang dikeluarkan oleh badan tersebut. 

Untuk kedepannya ISO akan melakukan pendekatan yang dikenal dengan Global Approach to testing certification, yang dengan pendekatan ini kegiatan pengujian dan sertifikasi merupakan kegiatan utama dalam mendukung mekanisme pasar internasional.

Tujuan dan Keuntungan Memiliki Sertifikat ISO

1. Terdapat jaminan mutu antara produsen dan konsumen. Ada keseragaman dalam produk sejenis yang diperdagangan di pasar internasional.
2. Adanya komitmen dan tanggung jawab dari pimpinan dan karyawan perusahaan dalam menjaga mutu produknya dan selalu konsisten dalam hal pelaksanaannya.
3. Menjaga kelestarian alam serta sumber daya alam yang sifatnya sudah sangat langka.
4. Meningkatkan citra perusahaan terhadap pelanggan dan pesaing dari produk sejenis.
5. Timbul perhatian terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dalam perusahaan, dan mengadakan pelatihan-pelatihan dalam meningkatkan kemampuan SDM tersebut.
6. Perusahaan menyediakan dana/anggaran untuk meningkatkan mutu produk serta segala aspek penunjangnya.
7. Pengaruh dari penjagaan mutu oleh sebuah perusahaan akan mempengaruhi pola perusahaan lainnya, terutama perusahaan pemasok bahan baku, yang juga harus menjaga mutu bahan baku yang dijualnya. Baca juga : 7 Pengusaha Indonesia Yang Sukses di Usia Muda

Daftar Pustaka
Buku Pengantar Bisnis, Karangan Prof. Dr. H. Buckhari Alma. Penerbit Alfabeta Bandung.

0 Response to "Pengertian Sertifikat ISO dan Keuntungan Memilikinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel