5 Tahap Proses Pemasaran (Marketing Proces) Menurut Philip Kotler

Proses Pemasaran (Marketing) : 5 Tahap Proses Pemasaran Menurut Kotler - Pemasaran atau marketing adalah sebuah ujung tombak dari suatu perusahaan, produk yang berupa barang dan jasa dapat dikenal baik oleh konsumen berkat adanya pemasaran. Pemasaran memang berurusan dengan konsumen atau pelanggan, sehingga salah satu tugas pemasar adalah mendesain produk sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen yang kemudian memasarkannya dengan strategi-strategi yang efektif. Baca juga : Fungsi Manajemen Pemasaran

Salah satu ahli marketing yang telah diakui dunia adalah Philip Kotler, dalam bukunya menyatakan bahwa pemasaran (marketing) adalah sebuah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan serta membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dalam upaya menangkap nilai yang diberikan oleh pelanggan.

Dari definisi tersebut, ada yang perlu di garis bawahi. Bahwa pemasaran fungsi utamanya adalah untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Sehingga pelanggan memiliki alasan yang kuat memilih produk kita, dan bertahan (loyal) dengan produk yang kita buat.

Pemasar juga berguna dalam membangung hubungan yang kuat dengan pelanggan, hubungan ini dapat tercapai berkat adanya kepercayaan konsumen terhadap produk kita. Sementara konsumen percaya apabila produk kita berkualitas, layanan memuaskan, suka dengan produk kita, cocok, dll.

Dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka seorang pemasar perlu melakukan serangkaian tahap dari awal menciptakan nilai pelanggan sampai menangkap nilai yang diberikan oleh pelanggan. Serangkaian tahap tersebut dikenal sebagai proses marketing (marketing process). Baca juga : Pengertian dan Konsep Manajemen Pemasaran

5 Tahap Proses Marketing (Marketing Process) Menurut Philip Kotler

Pemasaran / Marketing
Pemasaran / Marketing
Proses marketing yang akan kami jelaskan dibawah ini, diambil dari referensi buku Philip Kotler (2012). Dalam buku tersebut dirumuskan ada lima tahap proses pemasaran, yang mana pada empat tahap pertama perusahaan perlu memahami kebutuhan (need) dan keinginan (want) dari konsumen, menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangung hubungan  yang kuat dengan para konsumennya.

Sedangkan tahap yang kelima adalah bagaimana seorang pemasar mampu mendapatkan nilai dari konsumen dalam bentuk penjualan, profit dan loyalitas konsumen. Ditambah lagi tentang worth of mouth (dari mulut-kemulut) yang dilakukan oleh konsumen akan sangat berarti bagi perkembangan suatu perusahaan.

Secara sederhana, berikut ini adalah model lima tahap proses pemasaran menurut Philip Kotler (2012) :

1. Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan
Konsep inti dari sebuah pemasaran adalah identifikasi kebutuhan dan keingan pelanggan, produk yang didesain sesuai dengan kebutuhan dan keiinginan pelanggan akan lebih mudah diterima dan disukai oleh para konsumen.

Secara harafiah, kebutuhan merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalani hidup, dan muncul dalam keadaan merasa kurang. Contoh kebutuhan antara lain kebutuhan fisik (makan, pakaian,  rumah, dll), kebutuhan sosial (teman, hubungan saling mencintai) dan kebutuhan individu seperti kebutuhan pendidikan dan ekspresi diri.

Sedangkan keiinginan adalah sebuah bentuk kebutuhan pada diri seseorang yang dipengaruhi oleh budaya dan kepribadiannya. Misal saja, orang jogja kalau lapar maka butuh makan, inginnya maka gudeg, pecel dll. Sedangkan orang Amerika ketika lapar maka butuh makan, inginnya hamburger, hot dog dll.

Keberhasilan seorang pemasar salah satunya ditentukan oleh keberhasilan dalam mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Misal saja, kasus mobil eropa dan mobil jepang. Mobil Jepang begitu sukses di Indonesia, sedangkan mobil-mobil eropa seperti chevrolet tidak mampu bersaing di Indonesia.

Hal tersebut karena, perusahaan Jepang mampu menciptakan mobil khusus untuk orang Indonesia, yakni yang dibutuhkan dan diinginkan oleh orang Indonesia yaitu murah namun berkualitas. Sementara mobil eropa, umumnya lebih mahal.
 
2. Desain strategi pemasaran berorientasi pelanggan
Setelah perusahaan mampu mengidentifikasi need and want dari konsumen, maka perusahaan harus mendesain strategi pemasan yang berorientasi  pada konsumen. Menurut Kotler (2012) , dalam mendesain ini seorang pemasar dituntut membuat strategi pemasaran yang dapat menjawab minimal dua pertanyaan berikut ini, yaitu :
  • Siapa target pasar perusahaan?
  • Apa proposisi nilai yang akan ditawarkan kepada pelanggan?
Agar mampu melayani pelanggan secara efektif, maka perusahaan perlu mengidentifikasi pelanggan-pelanggan seperti apa yang akan dilayani. Pada intinya perusahaan harus melakukan STP (Segmenting, Targetting dan Positioning. Awalnya perusahaan harus membagi konsumen ke dalam segmen-segmen yang didasarkan pada demografis, geografis, dll. Setelah itu, dari segmen yang telah dipilih baru ditargetkan dengan yang lebih spesifikik lagi. Dari target yang spesifik tersebut, kemudian di lekatkan (di posisikan/positioning) di benak konsumen produk yang kita miliki (positioning).

Selain itu melakukan STP, perusahaan juga perlu menentukan proposisi nilai (valua proposition) yang akan ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen. Pada tahap ini, seorang pemasar harus mengidentifikasi product benefits (keunggulan produk yang dimiliki dan apa perbedaan dengan produk yang lainnya).

3. Mendesain program pemasaran terpadu (bauran pemasaran)
Strategi pemasaran yang sudah di desain tersebut, maka tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan melalui program-program pemasaran. Program-program pemasaran tersebut merupakan srangkaian program pemasaran dalam upaya menjalankan strategi pemasaran yang telah ditentukan oleh pemasar.

Program-program tersebut sering disebut sebagai marketing mix (bauran pemasaran) yang terdiri dari 7P (Product, Price, Place, Promotion, Physicle Evidence, Process, People). Pengertiannya, marketing mix atau bauran pemasaran adalah sekumpulan alat yang dipergunakan oleh manajer pemasaran untuk menjalankan strategi pemasaran yang mencakup penentuan produk, harga, saluran distribusi, promosi, suasana, proses/layanan, dan people (orang yang terlibat/staff/).

4. Membangung hubungan  dengan pelanggan dan menciptakan kepuasan pelanggan
Kesuksesan suatu perusahaan dalam menjalin hubungan dengan pelanggan, akan menentukan eksistensi dan keberlangsungan hidup perusahaan di waktu yang akan datang. Hubungan yang baik akan menimbulkan kepuasan pelanggan yang berimbas pada loyalitas pelanggan kepada perusahaan kita, tentu ini menjadi investasi jangka panjang karena akan mengurangi biaya promosi karena sudah ada pelanggan yang loyal.

Menurut Kotler, 2012. Manajemen hubungan pelanggan merupakan keseluruhan proses membangun dan mempertahankan hubungan pelanggan yang menguntungkan melalui penciptaan nilai pelanggan yang super serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan. 

5. Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan profit dan ekuitas pelanggan.
Tahap kelima dari tahap proses pemasaran adalah menangkap nilai dari pelanggan yang dapat berupa penjualan, pangsa pasar serta profit. Keberhasilan perusahaan menangkap nilai dari pelanggan merupakan output atau hasil dari strategi-strategi pemasaran yang sukses dilakukan, terutama ke-empat tahap proses pemasaran diatas.

Nah, diatas adalah penjelasan mengenai 5 tahap proses pemasaran (marketing process) menurut Philip Kotler, 2012. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share ya guys.

0 Response to "5 Tahap Proses Pemasaran (Marketing Proces) Menurut Philip Kotler"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel