Sejak Kapan Uang Logam dan Kertas Mulai Digunakan?

Kitapunya.net - Saat ini kita mengenal uang sebagai alat atau metode pembayaran, ketika kita membeli suatu barang ataupun jasa kita menggunakan uang sebagai pembayarannya. Uang yang ada saat ini ada yang berbentuk kertas dan yang berbentuk logam. Di Indonesia sendiri, umumnya nominal uang dari kertas lebih besar-besar ketimbang uang logam. Walaupun saat ini juga muncul alat pembayaran online atau yang disebut dengan e-money, tapi fokus kita adalah uang yang berwujud nyata seperi uang kertas dan uang logam.

Uang kertas nominalnya dari mulai Rp 2000 hingga yang terbesar Rp 100.000. Sedangkan uang logam, nominalnya dari 100 rupiah, 200 rupiah hingga 2000 rupiah. Tapi terlepas dari itu semua, tahukah anda sejak kapan uang mulai digunakan sebagai alat pembayaran? Nah, kitapunya.net akan menceritakan tentang sejarah uang, dari mulai pembayaran menggunakan barter, kemudian dengan uang primitif, hingga uang yang bentuknya elektronik (e-money).

Sejarah Uang Logam dab Kertas dari Awal Kemunculannya

Sejak Kapan Uang Logam dan Kertas Mulai Digunakan?
Sejak Kapan Uang Logam dan Kertas Mulai Digunakan?

1. Munculnya sistem barter
Sebelum ada uang sebagai alat pembayaran yang resmi dan disepakati, telah ada sistem barter. Yaitu tukar menukar antara sama" barang atau jasa. Misal saja, cabai ditukar dengan bawang. Sistem ini sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu dan bertahan sampai awal manusia modern, bahkan di pelosok-pelosok negeri sistem barter ini juga masih sering dilakukan.

Tapi seiring berjalannya waktu, sistem ini menemui kendala karena sangat susah untuk menentukan setaraan nilai antara kedua jenis barang yang ditukar. Ditambah, akan menemukan kendala misal saja salah satu tidak terlalu membutuhkan barang yang dibarter.

2, Uang Primitif
Di tahun 1200 Sebelum Masehi, muncul uang primitive karena terjadi kendala pada sistem barter, sehingga membuthkan sesuatu yang berilai sama atau menjadi patokan yang telah disepakati. Pada waktu itu digunakan cangkang karang atau moluska sebagai bahan pembuat uang primitif. Karang kecil yang digunakan untuk uang primitif ini disebut sebagai cowrie yang berasal dari Kepulauan Maladewa di Samudra Hindia.

Pada awal peradaban China dan India, uang primitif atau cowrie ini dulunya menjadi barang yang sangat berharga. Di belahan dunia lain, terutama Indoan Amerika uang primitif nya sedikit berbeda, mereka menggunakan cangkang kerang kecil putih yang dihiasi ornamen untuk menambah kesan cantik, warga Eropa menyebutnya sebagai wampum.

3. Munculnya Mata Uang
Mata uang mulai muncul pada era milenium ke-3 sebelum Masehi, tepatnya di Mesir dan Mesopotamian.

Hanya saja, mata uang pada zaman ini masih berbeda dengan seperti yang sekarang kita gunakan. Bentuk mata uangnya adalah emas batangan, yang mana setiap kali transaksi emas akan ditimbang terlebih dahulu. 

Hingga pada tahun 2500 SM, perdagangan mulai menggunakan emas dan perak, karena lebih realistis juga lebih adil dalam penentuan harga atau nilainya.  Sampai kini emas dan perak masih digunakan sebagai bentuk mata uang yang bernilai investasi tinggi.

4. Uang Logam Mulai DIgunakan
Negara pertama yang memproduksi uang dari bahan logam adalah China, China memproduksi imitasi cowrie dari bahan-bahan seperti tembaga dan perunggu. Koin dari chine ini dianggab sebagai uang logam pertama, dari koin-koin tersebut ada lubang yang membuat uang tersebut digabungkan satu persatu menjadi seperti rantai.

Beralih ke belahan dunia barat, koin logam berawal dari kota Efesus di Ionia yang sekarang mejadi wilayah Turki Barat, uang ini mulai ada pada tahun 650 SM dengan jenis logam electrum yang merupakan gabungan antara emas dan perak lokal. 

Satu abad setelah itu, raja negara Lydia yang bernama Croesus menjadi penguasa pertama yang mampu mencetak uang koin dengan nilai-nilai tertentu disetiap uang koinnya. Hal tersebut kemudian diikuti oleh kota-kota Yunani dan kekaisaran Persia dengan sitem mata uang yang ada pada negara Lydia tersebut.  Pada akhir abad ke-6, mata uang umum di seluruh wilayah tersebut.

5. Uang Kulit Muncul
Sebelum munculnya uang kertas, sekitar tahun 118 SM, uang berupa potongan kulit rusa putih telah ada di China. China menggunakan kulit rusa yang dipotong dengan ukuran-ukuran tertentu dan diberi warna yang berbeda sesuai dengan nilai tertentu.

Beberapa ahli menganggap bahwa uang kulit di China ini sebagai salah satu jenis dari uang kertas dan menjadi uang kertas pertama di dunia. 

6. Munculnya Uang Kertas
Tahun 100 orang China mulai berinovasi dari uang kulit menjadi uang yang berbahan kertan. Mereka manggunakan bahan-bahan dari linen, rami, bambu dan juga kulit murbei.

Di Abad ke 7 mulai berganti dari uang koin ke uang kertas, karena dirasa uang koin memiliki volume dan berat yang lebih besar. Sehingga otoritas China juga menyarankan agar para pedagang menggunakan uang kertas saja, dan menukarkan uang logam yang dimilikinya ke uang kertas. 

Uang kertas dari China ini memiliki nama "fei qian" yang memiiki arti uang terbang. Dinamakan uang terbang karena bahannya terbuat dari kertas yang mudah tertiup angin, tidak seperti uang logam. 

Di eropa sendiri baru mengenal uang kertas jauh berabad-abad setelah Marco Polo berlabuh ke China. Walaupun begitu tetap saja tidak langsung digunakan di Eropa, mengingat pabrik kertas pertama di Eropa baru hadir sekitar tahun 1150 di wilayah orang Moor yang saat ini dikenal dengan negara Spanyol. 

Di tahun 1661, baru kemudian pemerintah Swedia menjadi negara Eropa pertama yang mengeluarkan uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah.

Belum ada Komentar untuk "Sejak Kapan Uang Logam dan Kertas Mulai Digunakan? "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel