Pengertian Empati dan Pentingnya Empati dalam Islam

Selamat datang guys di kitapunya.net yang kali ini akan membahas mengenai sebuah sifat, yaitu sifat empati. Bahasan kali ini berfokus pada pengertian empati dan pentingnya empati dalam pandangan Islam. Empati itu apa sih? Sering mendengar tapi ngga tahu definisi spesifiknya yaa.. Tenang akan kita bahas secara tuntas kok kali ini.

Pengertian Empati

Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa bahwa dirinya berada dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain yang dilihatnya. Ya semacam terbawa suasana yang dialami oleh orang lain, misal saja suatu daerah terkena dampak bencana. Maka orang yang ber-empati akan merasa sedih seperti orang yang terkena dampak bencana, walaupun tingkat kesedihannya berbeda tingkat.

Dalam istilah lain, empati merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang guna menyadari diri sendiri atas perasaan orang lain yang sedang mengalami peristiwa tertentu, yang kemudian tergerak untuk membantunya.


Pentingnya Empati Dalam Islam

Empati Dalam Islam
Empati Dalam Islam
Empati dalam islam disebut sebagai salah satu sifat terpuji, sifat empati ini akan membawa manusia untuk saling bahu membahu, saling tolong menolong dan saling peduli satu sama lain. Bisa dikatakan sih, empati merupakan lanjutan dari rasa kasihan kepada orang lain yang sedang terkena musibah. 

Dalil atau ayat AL-Qur'an yang berhubungan dengan empati terdapat dalam surah yang ke 4 dalam Al-Qur'an, yaitu Q.S. An-Nisaa ayat 8 yang artinya :  
“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (Q.S. an-Nisaa/4: 8).
Dalam ayat tersebut, berkaitan dengan pembagian warisan dan rasa empati terhadap sesama manusia. Karena dalam ayat tersebut mengandung makna, bahwa apabila sedang dilakukan pembagian warisan kemudian ada kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin disekitar tempat tersebut, apalagi bila mereka ikut melihat maka setidaknya diberi bagian sekadarnya sebagai tali rasa kasih dan sayang.

 
Kepedulian terhadap mereka perlu ditumbuhkan. Sikap empati ini akan timbul apabila: 

1. Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, 
2. Mampu menempatkan diri sebagai orang lain, dan 
3. Menjadi orang lain yang merasakan. 

Terkait sikap empati ini, Rasulullah saw. bersabda.
“Dari Abi Musa r.a. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. ” (H.R. Bukh±ri) 
Hadits tersebut mengajarkan kepada kita tentang persaudaraan, bahwa kita sesama umat islam adalah saudara dan memiliki ikatan yang kuat. Maka kita diibaratkan sebagai banungan yang saling mengkokohkan.

Saling mengkokohkan disini bisa berarti saling menguatkan, saling tolong menolong dan saling peduli. Ketika ada saudara yang sedang sakit, maka kita juga ikut merasakan sakit yang mengajak kita untuk menjenguknya. Begitu juga ketika ada saudara-saudara kita di daerah lain terkena bencana, kita merasa ikut terkena juga sehingga tergerak untuk mengulurkan bantuan. 

Allah Swt. menyuruh umat manusia untuk berempati terhadap sesamanya. Peduli dan membantu antar sesama yang membutuhkan. Allah Swt. sangat murka kepada orang-orang yang egois dan sombong. 

Perilaku empati terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara: 
1. peka terhadap perasaan orang lain, 
2. membayangkan seandainya aku adalah dia, 
3. berlatih mengorbankan milik diri sendiri
4. membahagiakan orang lain.

0 Response to "Pengertian Empati dan Pentingnya Empati dalam Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel