EXPERIANTIAL MARKETING : Pengertian, Kunci Pokok, Manfaat dan Strategi Experiential Modules

Bab 16 Experiential Marketing - Konsumen menilai suatu produk tidak hanya dari kualitas, manfaat dan fungsi yang ditawarkan, tetapi mereka juga menilainya dari pengalaman yang dapat berupa kesan, sensasi atau pengalaman yang dapat menyentuh hati mereka. Nah produk yang bagus adalah produk yang mampu menciptakan pengalaman terbaik bagi konsumennya, sehingga produk tersebut akan melekat kuat dalam benak konsumen. Pengalaman konsumen ini kasarnya dikenal sebagai experiantial marketing. Untuk menciptakan pengalaman terbaik pada konsumen, perusahaan perlu menciptakan excellent experience dan excellen service. Kedua hal tesebut menjadi konsep dasar yang sudah seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Pada kali ini akan kita bahas tentang experiential marketing secara lengkap yang kami ambil dari berbagai sumber :

A. Pengertian Experiential Marketing

Dari asal kata experiential marketing berasal dari bahasa Inggris dan terdiri dari dua kata yaitu experiential dan marketing. Experiential memiliki asal kata "experience" yang artinya adalah pengalaman. Sedangkan marketing memiliki arti pemasaran. Berikut ini adalah beberapa pengertian experiential marketing yang dikemukan oleh para ahli :

1. Schmitt (1999)
Pengalaman adalah berbagai peristiwa pribadi yang terjadi sebagai tanggapan atau beberapa jenis stimulus (mmisalnya yang diberikan oleh upaya-upaya pemasaran sebelum dan sesudah pembelian). Salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan produk baru dan berkomunikasi dengan pelanggan.

2.  Kotler dan Amstrong (2012)
Experiential marketing adalah mendesain pengalaman-pengalaman dan menambahkannya pada seputar arang-barang dan jasa yang dihasilkan.

3. Farias (2014)
Experiantial marketing adalah mengembangkan pengakuan pelanggan atas pembelian barang jasa dari sebuah perusahaan atau merek setelah mereka mengalami kegiatan dan merasarakan rasangan. EM ini dapat memberikan motivasi kepada pelanggan dalam hal keputusan pembelian yang lebih cepat dan positif.

4. Pengertian Experiantial Marketing Secara Umum
Experiential marketing adalah sebuah ilmu, seni dan implementasi dari value marketing yang mengedepankan aspek pemberian pengalaman yang positif, berkesan dan mendalam bagi konsumen ketika mengkonsumsi suatu produk (baik barang maupun jasa), tujuannya adalah pengalaman tersebut memiliki dampak panjang yang positif bagi perusahaan.

Experiential Marketing
Experiential Marketing

B. Traditional Marketing

Bernd H. Schmitt (1999) mengatakan bahwa traditional marketing adalah sekumpulan prinsip, konsep dan metodologi yang dibangun oleh pihak yang terkait dengan pemasaran, prinsip dari traditional marketing aini adalah menggambarkan sifat dari produk, perilaku konsumen dan aktivitas kompetitif di pasar.
Berikut ini adalah karakteristik traditional marketing :
1. Fokus pada functional features dan benefits
2. Kategori produk dan kompetisi didefinisikan secara sempit dalam dunia tradisional
3. Konsumen dipandang sebagai pengambil keputusan yang rasional
4. Pembelian dan konsumsi
5. Fokus pada customer experiences
6. Pengamatan atas situasi konsumsi
7. Konsumen rasional dan emosional
8. Metode dan alat bersifat elektrik.

D. Kunci Pokok Experiential Marketing

Tahap awal experiental marketing terfokus pada tiga kunci pokok, yaitu sebagai berikut :
1. Pengalaman pelanggan
Pengalaman pelanggan dalam pemilihan produk pasti melibatkan pancaindra, hati dan pikiran, pengalaman ketika mengkonsumsi produk akan menjadi salah satu pertimbangan yang besar dalam pemilihan produk.
2. Pola konsumsi
Analisis pola konsumsi dpat menimbulkan hubungan untuk menciptakan sinergi yang lebih besar.
3. Keputusan rasional dan emosional
Pengalaman dalam hidup sering digunakan utuk memenuhi fantasi, perasaan dan kesenangan. Ada berbagai macam keputusan yang dibuat berdasarkan kata hati dan tidak rasional. Experiential maketing membuat pelanggan merasa senang dengan keputusan yang dipilihnya, walaupun keputusan tersebut terkadang tidak rasional. 


E. Manfaat Experiential Marketing

Menurut Schmitt, 1999 experiential marketing dapat digunakan secara menguntungkan dalam berbagai situasi seperti :
1. Membangkitkan kembali merek yang telah menurun
2. Mendiferensiasikan produk dari para pesaingnya
3. Menciptakan sebuah citra dan identitas bagi perusahaan
4. Mempromosikan inovasi
5. Mendoro percobaan (trial), pembelian dan yang terpenting adalah konsumsi yang loyal (loyal consumption).

Experiential marketing juga dapat digunakan sebagai sarana untuk membangun bran equity. Brand equity mencakup interaksi antar gaya hidup pelanggan yang tidak dapat dipisahkan. Seorang pemasar perlu mengkomunikasikan asosiasi, minat dan gaya hidup pada produk dan jasa yang dijual dalam konteks sosial yang luas serta dalam ikatan emosi yang kuat.

F. Strategi Experiential Modules (SEMs)

Tujuan experiential marketing adalah untuk menciptakan sebuah holistci experiential marketing melalui implementasi kelima modul strategi experiential experience.

1. Sense
Sense ditujukan terhadap rasa dengan tujuan menggunakan panca indra. Sense marketing berupaya menciptakan sensory eperience melalui lima indra yang ada pada diri manusia. Dalam sense marketing terdapat tiga kunci strategi yang dapat digunakan yaitu :
  • Sense as differentiator : Pengalaman konsumen yang baik dapat diperoleh dengan menawarkan hal-hal yang unik dan spesial (berbeda dengan yang lain)
  • Sense a motivator : Sense yang tidak terlalu memaksa konsumen, tetapi juga tidak terlalu acuh (tidak peduli) dengan konsumen
  • Sense a value provider : Sense melalui panca indra, konsumen dapat memberikan nilai pada suatu produk.
2. Feel
Feel merupakan perasaan emosi yang muncul dari dalam hati secara positif dan perasaan gembira yang terjadi pada saat mengkonsumsi produk. Feel terdiri dari dua faktor berikut ini ;
  • Suasana hati (moods) : Kondisi psikologis (perasaan) yang ada dalam benak konsumen, memiliki sifat ringan, suasana hati dapat membuat keseluruhan menjadi baik, buruk atau biasa.
  • Perasaan dan emosi : Keadaan perasaan dengan rasangan spesifik dan sifatnya kuat. Emosi misalnya senang, gembira, marah, sedih, jijik dll.
Pasi semua orang akan berusaha untuk membawa dirinya ke felling good dan menghindara perasaan yang tak baik (felling bad).

3. Think
Think marketing memiliki tujuan untuk mendorong konsumen dalam proses kolaborasi dan berfikir kreatif, pada intinya adalah menarik pemikiran kreatif konsumen mengenai perusahaan dan produk-produknya. Dalam think terdapat dua konsep yaitu :
  • Pola pikir menyatu (convergent thingking) : pemikiran yang mungkin muncul karena suatu masalah-masalah yang rasional.
  • Pola pikir menyebar (divergent thinking) : kemampuan untuk memunculkan ide baru dan ide yang luar biasa.
4. Act
Act marketing dibuat dalam rangka menciptakan pengalam konsumen yang berkaitan dengan bagiana fisik dari tubuh, pola perilaku jangka panjang, lifestyle (gaya hidup), serta pengalaman yang terjadi akibat interaksi dengan orang lain. 

Act marketing dapat memperkaya kehidupan konsumen dengan meningkatkan pengalaman fisik, seperti dengan menunjukan pada mereka cara-cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu hal, dan merubah atau mempengaruhi gaya hidup (lifestyle) mereka, maupun merubah cara mereka berinteraksi dengan orang lain. 

5. Relate
Relate marketing mengandung aspek-aspek dari sense, feel, think dan act marketing. Hanya saja, relate marketing lebih luas daripada pengalaman-pengalaman (experience) pribadi seseorang, yaitu memberi nilai lebih pada individual ecperience, mengaitkan dirinya dengan pribadi yang ideal, dengan orang lain atau kebudayaan yang lain. 

0 Response to "EXPERIANTIAL MARKETING : Pengertian, Kunci Pokok, Manfaat dan Strategi Experiential Modules"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel