Perjuangan Anta Ibnul F yang harus jadi tukang parkir agar bisa kuliah

Perjuangan Anta Ibnul F yang harus jadi tukang parkir agar bisa kuliah - Hebat, itulah kata yang mungkin cocok buat PNS yang satu ini, yaitu Anta Ibnul Falah. Saya kagum dengan perjuangan Anta yang rela menjadi tukang parkir untuk dapat kuliah. Pria yang sekarang sudah menjadi PNS di Kementrian Keuangan Indonesia ini awalnya tidak menyangka ia bisa menjadi PNS. Pasalnya keluarganya tergolong sebagai keluarga yang kurang mampu.

Anta kecil tinggal di sebuah desa di Tulungagung, Jawa Timur. Sejak ayahnya jatuh sakit, keadaan ekonomi keluarganya menjadi berantakan. Ia beserta keluarganya hidup dengan sederhana, dan Anta tidak pernah kepikiran untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Perjuangan Anta Ibnul F yang harus jadi tukang parkir agar bisa kuliah
Perjuangan Anta Ibnul F yang harus jadi tukang parkir agar bisa kuliah
Source : brilio.net

Ia mengaku bahwa ketika SD, ia sempat akan berhenti sekolah setelah lulus SD. Tapi ia tetap melanjutkan sekolah karena diberi motivasi oleh gurunya. Hasilnya ia tetap melanjutkan sekolah di tingkat SMP dengan bantuan dana BOS.

Begitu juga ketika akan masuk SMA. Ketika ia kelas 3 SMA ia mempunyai mimpi untuk bisa kuliah. Untuk mewujudkannya ia menjadi juru parkir agar bisa menabung untuk biaya kuliah, pada waktu itu ia mendapatkan komisi sebesar 125 ribu perbulan dari pekerjaannya sebagai tukang parkir.

Setelah dinyatakan lulus dari SMA pada tahun 2009, ia kemudian mendaftar kuliah di S1 Pendidikan Kmia Universitas Negeri Malang. Keputusannya itu sungguh nekat, pasalnya ia tidak mempunyai biaya yang cukup untuk kuliah. Tapi ia yakin bahwa Allah akan memberinya jalan, akhirnya ia pun dapat diterima di universitas tersebut dengan beasiswa penuh. 

Tapi ia kemudian mengundurkan diri dan memilih untuk kuliah di STAN. Ia mengungkapkan bahwa kuliah STAN masa depan lebih terjamin.

Semangat kuliahnya begitu tinggi bukan, anda yang mampu untuk kuliah seharusnya lebih bersemangat dari Anta.
Load disqus comments

0 comments