Tujuan-Tujuan Kebijakan Makro Ekonomi

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Tujuan-tujuan Kebijakan Makro Ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah. Tentu saja, setiap kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah memiliki maksud dan tujuan tertentu yang bermaaf atau berguna bagi negara tersebut. Nah, kebijakan-kebijakan makro yang dimaksud adalah seperti kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan segi penawaran dan masih banyak lagi.

Di postingan selanjutnya akan kami bahas mengenai definisi dari ketiga kebijakan makro ekonomi. Nah, kebijakan makro ekonomi tersebut memiliki beberapa tujuan, tujuannya dapat dibedakan menjadi lima aspek, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Menstabilkan kegiatan ekonomi
  2. Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja (kesempatan kerja) penuh tanpa inflasi
  3. Menghindari masalah inflasi
  4. Menciptakan penumbuhan ekonomi yang teguh
  5. Mewujudkan kekuhan secara pembayaran dan kurs valuta asing

Tujuan-Tujuan Kebijakan Makro Ekonomi
Tujuan-Tujuan Kebijakan Makro Ekonomi


Kelima aspek tersebut akan kami jabarkan masing-masing dalam uraian berikut ini, baca sampai habis ya agar dapat memahami sepenuhnya. Bila perlu di ulang-ulang sampai hafal. Aamiin, saya doaka semoga diberi kefahaman dalam membaca artikel ini.

Tujuan Tujuan Kebijakan Makro Ekonomi

1. Menstabilkan kegiatan ekonomi
Kestabilan kegiatan ekonomi menjadi salah satu tujuan dari kebijakan makro ekonomi. Setiap negara baik itu negara yang sudah maju apalagi negara-negara yang sedang berkembang seperti negara kita ini pasti mengidam-idamkan kegiatan ekonomi yang keadaan ekonomi di dalamnya tidak terdapat masalah ekonomi, seperti masalah jumlah pengangguran yang tidak terkendali, inflasi yang terlalu besar hingga krisis moneter maupun krisis ekonomi yang lebih parah. Setiap negara juga menginginkan terjadinya kestabilan harga-harga.  Kestabilan ekonomi dalam suatu negara dapat berwujud 3 hal di bawah ini : 
  • Tinggak penggunaan tenaga kerja yang tinggi
  • Tingkat harga-harga tidak menunjukan perubahan yang berani
  • Terdapat keseimbangan di antara ekspor dan impor dan lalu lintas moda dari/ke luar negeri
Tujuan menstabilkan ekonomi adalah untuk menghindari terjadinya fluktuasi (naik turunnya) yang tajam dalam hal kegiatan ekonomi dari satu periode ke periode yang lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang tidak terkendali, terlalu cepat misalnya dapat saja menyebabkan terjadinya inflasi. Jika inflasi ini melebihi batas normal atau tidak dapat dikendalikan, maka pada periode yang selanjutnya dikhawatirkan terjadi kemerosotan ekonomi yang parah.

2. Penggunaan Tenaga Kerja Penuh Tanpa Inflasi
Tidak adanya pengangguran dan inflasi merupakan cita-cita yang menjadi tujuan dari berbagai negara berkembang. Tidak adanya pengangguran berarti tenaga kerja semuanya mendapatkan pekerjaan.
Berusaha mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi merupakan cita-cita paling ideal kalau dibandingkan dengan tujuan-tujuan lainnya. Dalam bahasa Inggris tujuan ini dinyatakan secara ungkapan berikut : "to achieve full employment without inflation" yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa kita memiliki arti : "mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi". Apabila suatu negara tertentu sudah mencapai level ini, maka secara otomatis tujuan lainnya seperti kestabilan da pertumbuhan ekonomi yang baik akan tercapai.

3. Menghindari masalah Inflasi
Telah kami singgung sedikit di bagian atas, bahwa inflasi yang berada di luar batas akan berdampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat dan kegiatan perekonomian yang ada pada suatu negara. Inflasi sendiri bisa diakibatkan karena kondisi politik atau kondisi ekonomi yang kacau atau tidak stabil. Inflasi juga bisa disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat dalam jumlah yang berlebihan, penawaran yang berlebihan dan juga biaya produksi yang meningkat tajam. Untuk mengatasi inflasi ini, maka pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan makro ekonomi.


4. Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Teguh
Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang teguh merupakan tujuan makro ekonomi yang sifatnya jangka panjang. Artinya faktor-faktor produksi akan mengalami pertambahan yang positif dari segi kuantitas dan kualitas, di ukur dari satu periode ke periode lainnya. Pertambahan jumlah penduduk akan menambah pula jumlah tenaga kerja, penawaran modal akan menambah barang-barang mdal dan meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern. Beberapa perkembangan dan perbaikan ini nantinya akan menambah kemampuan suatu negaa untuk memproduksi barang dan juga jasa.

Pertumbuhan ekonomi yang teguh dalam jangka panjang ini diperlukan karena negara perlu menyediakan kesempatan kepada tenaga kerja yang terus menerus bertambah, disamping itu juga untuk meningkatkan tingkat kemakmuran/kesejahteraan masyarakat. Kedua alasan tersebut adalah pendorong utama bagi pemerintah agar berusaha menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh.


5. Mengukuhkan Neraca Pembayaran dan Kurs Valuta Asing
Indonesia dengan beberapa negara Asia lainnya pernah mengalami pengalaman pahit di tahun 1997 sampai 1999, yaitu krisis moneter bahkan sampai terjadi krisis ekonomi yang tentunya menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kegiatan ekonomi dalam negeri.

Berkurangnya kemampuan suatu negara dalam menghadapi masalah pengaliran dana keluar negeri yang berlebihan dapat disebabkan oleh neraca pembayaran yang tidak kukuh. Akibat dari itu semua adalah jumlah cadangan mata uang asing akan merosot, dan kurs mata uang asing akan meningkat. Dampat buruk tersebut juga menimbulkan efek buruk dalam negeri seperti inflasi yang berlebihan, biaya produksi meningkat, dan daya beli masyarakat menurun.

Berbagai dampak diatas akan menganggu kegiatan ekonomi suatu negara, serta akan terjadi PHK secara bersamaan yang akan meningkatkan jumlah pengangguran.

Dari pengalaman tersebut, menunjukan bahwa kebijakan-kebijakan makro ekonomi perlu agar kedudukan neraca pembayaran dan kurs valuta asing selalu stabil dalam kondisi yang normal.

Load disqus comments

0 comments