Bagaimana Seseorang Dapat Kehilangan Kewarganegaraan Di Indonesia

Bagaimana Seseorang Dapat Kehilangan Kewarganegaraan Di Indonesia - Untuk memperoleh status kewarganegaraan disebut dengan pewarganegaraan atau naturalisasi. Pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang dua cara memperoleh kewarganegaraan di Indonesia (naturalisasi). 

Ada dua asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang, yaitu asas ius saunginis dan asas ius soli. Keduanya merupakan asas yang berguna untuk menentukan kewarganegaraan, yang satu berdasarkan keturunan dan yang satunya berdasarkan tempat dilahirkan. Untuk membedakan keduanya dapat membaca artikel kami sebelumnya yang berjudul : Asas-asas kewarganegaraan dan contohnya.

Dengan perbedaan asas yang ada di setiap negara ini, akan membuat kemungkinan seseorang memiliki dua kewarganegaraan (bipatride) dan tidak memiliki kewarganegaraan atau yang disebut dengan apatride. Baca postingan sebelumnya : Pengertian bipatride, apatride dan multipatride.

Pengertian Apatride dan Bipatride
Pengertian Apatride dan Bipatride


Nah, kalau kemarin kita membahas tentang cara memperoleh, sekarang kita membahas tentang bagaimana seseorang bisa kehilangan kewarganegaraan terutama di negara kita yaitu Indonesia. Kewarganegaraan ternyata bisa hilang, bagaimana kok bisa hilang? Berikut ini adalah beberapa penyebabnya :

1. Kawin dengan seorang laki-laki asing
2. Putusnya peprkawinan seseorang wanita asing dengan laki-laki warga negara Indonesia
3. Anak yang orang tuanya yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia
4. Memperoleh kewarganegaraan lain karena kemauannya sendiri
5. Tidak menolah/melepaskan kewarganegaraan lain
6. Diakui oleh seseorang orang asing
7. Diangkat anak secara sah oleh orang asing
8. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh menteri kehakiman dan dengan persetujuan dewan menteri
9. Masuk dalam dinas asing tanpa izin terlebih dahulu dari menteri kehakiman RI
10. Mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing
11. Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negaraasing
12. Mempunyai paspor dari negara asing
13. Bertempat tinggal di luar negeri selama 5 tahun berturut-turut dengan tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI, kecuali jika ia ada dalam dinas negara RI.

Jika kewarganegaraan Indonesia itu diperoleh dengan cara yang tidak sewajarnya, misalnya diperoleh atas keterangan-keterangan yang tidak benar, maka yang berwajib dapat mencabut kembali kewarganegaraan itu.
Load disqus comments

0 comments