Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar - Qadha dan Qadar merupakan salah satu dari rukun iman yang wajib kita imani. Qadha dan Qadar ini merupakan rukun iman yang ke-enam atau yang terakhir. Qadha dan Qadar sering disebut juga dengan takdir. Takdir ada dua yaitu takdir yang dapat dirubah, dan takdir yang tidak dapat dirubah. Lebih jelas tentang qadha dan qadar ini dapat membaca artikel kami sebelumnya tentang : Pengertian qadha dan qadar.

Dengan beriman kepada qadha dan qadar ini terdapat berbagai hikmah yang dapat kita petik dan dapat kita jadikan sebagai pelajaran agar lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini ataupun kehidupan yang akan datang (akhirat). Apa sajakah hikmah-hikmahnya? Berikut ini kami sebutkan dan jelaskan :

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Qadha dan Qadar
Qadha dan Qadar

1. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Seseorang yang beriman kepada qadha dan qadar, akan meyakini bahwa yang ditakdirkan untuknya adalah yang terbaik. Ketika ia mendapatkankan suatu keberuntungan atau kebaikan maka ia akan bersyukur, sebaliknya apabila mendapatkan sesuatu musibah atau mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka ia akan bersabar, bertawakal dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Ketika mendapatkan musibah, maka kepada Allah sajalah kita meminta pertolongan. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Q.S. An-Nahl ayat 53 yang artinya :

“ dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”

2. Menjauhkan diri dari sombong
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, maka seseorang akan menyadari bahwa hasil yang ia dapatkan adalah atas kehendak dari Allah swt. Sehingga tidak pantas ia membagakan diri sendiri dengan sombong kepada sesama makhluk. 

3. Menjauhkan diri dari putus asa dan bekerja keras
Seseorang yang beriman kepada qadha dan qadar akan meyakini bahwa semua yang terjadi pada dirinya adalah yang terbaik untuk dirinya. Sehingga apabila ia mengalami kegagalan maka ia tidak putus asa, dan terus berusaha untuk mencapai impiannya.

4. Bersikap optimis dan giat bekerja
Sebagai hamba yang beriman kepada-Nya, kita tidak tahu menahu tentang hari esok (masa depan). Hanya saja kita berharap bahwa kita memiliki nasib yang baik, namun hidup yang baik ini tidak akan kita dapatkan tanpa berusaha. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar maka ia akan berusaha, bekerja keras dan optimis dalam mencapai keberhasilan serta kebahagiaan dalam hidupnya.

Firman Allah dalam QS Al-Qashas ayat 77 yang artinya :

” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. ”

5. Menenangkan jiwa
Apabila seseorang beriman kepada qadha dan qadar, maka InshaAllah jiwanya akan tenang. Kenapa? Karena ia sudah yakin bahwa semuanya adalah ketentuan Allah swt, dan segala yang ada pada dirinya merupakan yang terbaik untuk dirinya. Tugasnya hanyalah berusaha, berdoa, bertawakal dan masalah hasil itu adalah Allah yang menentukan. Jika mendapat nikmat ia akan bersyukur, kemudian ketika mendapatkan musibah maka ia akan bersabar dan bersabar.
 

Load disqus comments

0 comments