Terori Motivasi Karyawan Hierarki Kebutuhan Maslow

Teori Motivasi Karyawan Hierarki Kebutuhan Maslow - Memotivasi karyawan sangatlah penting bagi seorang manajer, selain motivasi seorang manajer juga perlu memberikan penghargaan kepada para karyawannya. Motivasi dan penghargaan ini memiliki tujuan agar para karyawannya melakukan kerja secara optimal. Motivasi sendiri memiliki pengertian sebagai proses dimana seseorang akan diberi suatu energi positif, diarahkan dan dilakukan berkelanjutan untuk menuju suatu tujuan. Energi bisa juga diartikan sebagai dorongan, dorongan agar seseorang menuju ke arah yang lebih baik.

Salah satu teori motivasi yang terkenal adalah teori hierarki kebutuhan maslow. Penggagas teori ini adalah Abraham Maslow yang merupakan seorang psikolog yang dibesarkan di keluarga Yahudi, ia juga tidak mengenyam pendidikan yang tinggi. Menurutnya setiap orang terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yang mana lima kebutuhan ini mempunyai tingkatan atau hierarki, mulai dari yang paling rendah (dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi yang merupakan aktualisasi diri.[7] Adapun hierarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikutyang terkenal dengan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Apa sajakah itu? Berikut adalah uraiannya :

Terori Hieararki Kebutuhan Maslow

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Pada tingkat level terendah ada kebutuhan fisiologis, yang merupakan kebutuhan dasar manusia seperti kebutuhan akan makanan, minuman, rumah, pakaian, seks dan juga kebutuhan-kebutuhan mendasar lainnya. Kebutuhan fisiologis ini juga disebut dengan kebutuhan dasar (basic needs). Seseorang karyawan akan menggunakan gajinya untuk memenuhi kebutuhan ini terlebih dahulu, baru setelah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan yang levelnya lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman.

2. Kebutuhan Rasa Aman/Keamanan (Safety Needs) 

Setelah kebutuhan dasar tercukupi, muncul teori kebutuhan rasa aman atau safety needs yang mempunyai pengertian sebagai kebutuhan seseorang akan rasa aman, perlindunga dari berbagai ancaman atau kejahatan baik yang fisik maupun emosinal, bebas dari rasa takut, cemas dsb. Teori ini juga menyangkut tentang kebutuhan akan jaminan bahwa kebutuhan fisik akan terus terpenuhi. Maka dari itu para manajer perlu memenuhi kebutuhan para karyawannya dengan memberikannya asuransi, perlindungan, pensiunan dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan sosial (social needs)

Teori setelah teori kebutuhan rasa aman adalah teori kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan seseorang akan kasih sayang, rasa memiliki, penerimaan dan persahabatan. Seseorang tidak mungkin hidup sendirian, dia memerlukan teman, sahabat, dan orang-orang yang dekat lainnya, seseorang tersebut juga membutuhkan kasih sayang dari orang-orang terdekat tersebut.

4. Kebutuhan Penghargaan (Esteen Needs)

Teori ini menyatakan bahwa seseorang membutuhakan penghargaan. Penghargaan ini dibagi lagi menjadi dua yaitu penghargaa internal dan penghargaan eksternal. Penghargaan intenal antara lain seperti harga diri, otoomi dan prestasi. Sementara faktor penghargaan eksternal seperti stataus, ketenaran, pengakuan dan perhatian. Kebutuhan penghargaan ini juga disebut dengan penghargaan harga diri. Seseorang yang sudah terpenuhi esteen needsnya akan membuatnya percaya diri, dan siap untuk berkembang untuk meraih kebutuhan selanjutnya yaitu kebutuhann aktualisasi diri. 

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization Needs)

Teori menyatakan bahwa kebutuhan seseorang akan pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang dan pemenuhan diri, dorongan atau motivasi agar mampu menjadi apa yang diinginkan. Kebutuhan aktualisasi diri terdapat 17 meta kebutuhan yang semuanya saling melengkapi (saling mengisi), artinya tidak tersusun secara tingkatan-tingkatan. Jika meta kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan muncul meta patologi. Apa sajakah meta kebutuhan dan meta patologi, berikut ini meta kebutuhan dan petalogi yang juga dikemukakan oleh Abraham Maslow
  • Kebenaran
  • Kebaikan
  • Keindahan atau kecantikan
  • Keseluruhan (kesatuan)
  • Dikotomi-transedensi
  • Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada esensinya)
  • Keadilan
  • Keteraturan
  • Kesederhanaan
  • Kekayaan
  • Tanpa susah payah (santai, tidak tegang)
  • Keunikan
  • Kesempurnaan
  • Keniscayaan
  • Penyelesaian
  • Bermain (fun, rekreasi, humor)
  • Mencukupi diri sendiri
Meta Patologi
  • Apatisme (acuh)
  • Kebosanan
  • Putus asa
  • Tidak punya rasa humor lagi
  • Keterasingan
  • Mementingkan diri sendiri
  • Kehilangan selera dan sebagainya
Menurut Abraham Maslow setiap tingkatan pada hierarki kebutuhan diatas, secara substansial atau pada intinya harus dipenuhi dulu sebelum kebutuhan berikutnya yang berada di level yang lebih tinggi dominan. Seseorang akan bergerak dari kebutuhan fisiologis, naik ke kebutuhan keamanan, sosial begitu seterusnya sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri terpenuhi. 


Abraham Maslow juga mengelompokkan hierarki kebutuhan diatas menjadi dua bagian besar, bagian pertama yaitu kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman merupakan kebutuhan yang lebih rendah dan semua orang pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kedua kebutuhan ini. Bagian kedua adalah kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri merupakan kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana caranya seorang manajer dalam memotivasi karyawannya dengan teori Hierarki Kebutuhan Maslow ini? 

Para manajer akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan para karyawannya, ketika seorang karyawan sudah sampai tingkat ketiga, maka dia akan termotivasi apabila dipenuhi kebutuhan di tingkat 4. Teori ini juga menyebutkan bahwa apabila suatu kebutuhan sudah terpenuhi, maka ia tidak akan termotivasi lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Artinya, seorang manajer perlu mengetahui, pada tingkatan mana karyawan tersebut sudah memenuhi kebutuhan, dan fokus pada kebutuhan itu atau kebutuhan yang berada di atasnya.


Load disqus comments

0 comments