Ciri Ciri dan Struktur Tubuh Virus

Semua orang yang ada di dunia ini, siapa to yang tidak mengenal Virus? pastinya semua orang sudah tau terutama orang orang yang sudah berpendidikan. Nah, apakah virus bisa dilihat dengan mata telanjang? dan lalu bagaimana cara melihat Virus? Berikut ini adalah penjelasan mengenai Ciri Ciri dan Struktur Tubuh Virus.


Virus mempunyai ciri ciri sebagai berikut:
1.Berukuran sangat kecil, yaitu ukurannya antara 20 - 300 nanometer dengan diameter terkecil 17 nanometer.
2.Bersifat parasit obligat, artinya virus hanya dapat berkembang biak di sel sel makhluk hidup.
3.Tubuhnya hanya tersusun dari selubung protein dan sama nukleat.
4.Hanya dapat dilihat dengan mikroskop Elektron.
5.Bentuk tubuh virus sangat bervariasi, ada yang berbentuk kota, batang bulat, silindris, seperti kubus, dan seperti huruf T.
6.Tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat di kristalkan.
7.Tidak dapat membelah diri, tidak bernafas, tidak mengalami ekskresi dan tidak tumbuh.
8.Tidak dapat bergerak maupun melakukan metabolisme sendiri.

Struktur Tubuh Virus
Struktur tubuh virus berupa partikel yang disebut Virion. Karena virus bukan berupa sel, maka virus tidak memiliki bagian bagian sel seperti sitoplasma, membranplasma, dan inti sel. Tubuh virus tersusun dari selubung protein dan asam nukleat.
1.Asam Nukleat adalah pembawa informasi genetika. Seperti halnya pada manusia yaitu DNA. Asam nukleat virus terdiri dari DNA atau RNA saja.
2.Kapsid (Selubung Protein) adalah pembungkus asam nukleat. Kapsid tersusun dari subunit protein yang disebut kapsomer.

Cara Berkembang Biak Virus

Virus hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan yang hidup seperti pada bakteri, jaringan embrio hewan, tumbuhan ataupun manusia sehingga virus tidak dapat bereproduksi sendiri. Hal tersebut karena virus tidak mempunyai sistem enzim dan tidak bermetabolisme. Agar bisa berkembang biak, virus harus menginveksikan sel inang yang berupa makhluk hidup lain.
Ada 2 macam cara menginfeksi bakteri, yaitu secara lisogenik dan litik. Secara lisogenik, virus tidak menghancurkan sel inang atau bakteri tetapi virus berntegrasi dengan DNA sel bakteri yaitu saat bakteri berkembang biak, virus juga ikut membelah. Dan juga Litik, virus akan menghancurkan sel inangnya (Bakteri) setelah melakukan reproduksi.

Bereproduksi secara lisogenik:
a.Fase Adsorpsi dan infeksi
pada fase ini fag menempel pada tempat yang spesifik, selanjutnya virus melakukan penetrasi pada bakteri.
b.Fase Penetrasi
Virus akan mengeluarkan DNA nya ke dalam tubuh bakteri.
c.Fase Penggabungan
DNA virus bergabung dengan DNA bakteri untuk membentuk profag.
d.Fase Replikasi atau Pembelahan.
Pada fase ini, profag akan ikut membelah apabila bakteri itu membelah diri sehingga 2 sel anakan bakteri akan mengandung profag di dalam selnya.

Bereproduksi secara litik:
a.Fase Adsorpsi
Pada fase ini ujung ekor bakteriofag menempel atau menginfeksikan pada bagian tertentu dari dinding sel bakter yang masih dalam keadaan normal. Daerah tersebut disebut daerah reseptor.
b.Fase Penetrasi.
Setelah dinding sel bakteri terhidrolisis oleh lisozim, maka seluru isi fag masuk ke dalam Sel Bakteri (Hospes). dan selanjutnya fag merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
c.Fase Sintesis atau Fase Replikasi.
Pada fase ini, DNA fag mengadakan replikasi atau menyusun DNA menggunakan DNA bakteri sebagai bahan dan membentuk selubung protein yang disebut Kapsid.
d.Fase Perakitan.
Setelah terbentuknya asam nukleat dan protein yang menyusun dinding sel, maka terbentuklah fag baru. Jumlah virus bagu terbentuk kurang lebih 200 virus yang lengkap dengan molekul DNA dan Kapsidnya.
e.Fase Pembebasan.
Setelah Fase fag dewasa, sel bakteri akan lisis atau pecah. Bakteri yang lisis tersebut akan melepaskan virus virus baru untuk kembali menginfeksi sel sel inangnya.

Sekian dari saya Terima Kasih
Load disqus comments

0 comments