Alasan Mengapa Pada Orde Baru Peranan Militer (TNI/ABRI) Sangat Dominan

Pemerintah orde baru dimulai dari tahun 1966 sampai dengan 1998, dengan kata lain orde baru adalah masa pemerintahan Presiden Soeharto. Untuk lebih jelasnya tentang orde baru ini, anda dapat melihat artikel yang sebelumnya saya publikasikan dalam blog ini. Dengan judul : Sistem Pemerintahan Indonesia Masa Orde Baru.

Pada masa orde baru perannan militer dalam pemerintahan di Indonesia sangat dominan, lantas apakah yang menyebabkan militer sangat dominan dalam pemerintahan pada zaman pak Harto tersebut. Berikut adalah ketiga penyebabnya :

Peranan Militer (TNI/ABRI)
Peranan Militer (TNI/ABRI)


 1. TNI/ABRI merupakan stabilisator pemerintahan
Penyebab pertama adalah fungsi TNI/ABRI pada saat itu salah satunya adalah sebagai stabilisator pemerintahan. Salah satu buktinya adalah dalam setiap bidang pemerintahan militer mempunyai peran yang banyak sekaligus penting di masyarakat. Rakyat yang menentang atau tidak sependapat pemerintahan akan berhadapat militer dan akan dicap sebagai pemberontak atau di cap sebagai komuis dan anti kemapanan.

2. TNI/ABRI berperan sebagai dinamisator pembangunan 
Pada masa orde baru banyak anggota dan purnawirawan ABRI memegang jabatan publik dan politik. 

3. ABRI sebagai kekuatan politik utama Soekarno
Penyebab ketiga adalah karena Presiden Soekarno menjadikan ABRI sebagai kekuatan politik yang utama. Hal ini terbukti dalam bidang legislatif terdapat fraksi TNI/POLRI.  Selain itu juga dalam parpol GOLKAR juga terdapat anggota yang berasal dari Purnawiran ABRI tangan kanan dari Presiden Soekarno.

Karena peran militer pada masa orde baru ini sangat kuat, maka pada masa orde baru juga dikenal sebagai masa Dwifungsi ABRI. Artinya ABRI memiliki fungsi ganda yaitu sebagai kekuatan hamkam dan kekuatan sosial politik. Bahkan ABRI lebih dominan mengarah ke kekuatan sosial politik pada masa itu.
Load disqus comments

0 comments