Pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Kali ini kitapunya.net artikel pendidikan akan share mengenai definisi atau pengertian korupsi, kolusi dan nepotisme. Ketiganya ini biasanya disingkat dengan KKN. Mungkin kata yang familier di telinga kita adalah korupsi, hal ini karena di media massa banyak berita-berita yang membahas tentang pejabat yang korupsi. Seperti kita ketahui bersama, bahwa di Indonesia saat ini korupsi kian marak terjadi. Hampir setiap bulannya KPK (Komisi Pemberantasa Korupsi) menangkap pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Tidak tanggung tanggung mereka yang korupsi mengambil uang negara hingga milyaran rupiah, namun sayang terkadang mereka belum mendapatkan hukuman yang setimpal. Sebaliknya, orang yang mencuri barang yang harganya puluhan ribu atau ratusan ribu, mereka dihukum dengan hukuman yang lumayan berat. Yang lebih mengherankan lagi, beberapa waktu yang lalu di media massa diberitakan salah satu tersangka tindak pidana korupsi bebas berkeliaran di ruang bebas, padahal ia masih dalam hukuman yang seharusnya berada di jeruji besi.

Karena kurang sesuainya hukuman yang diberikan kepada pejabat yang bertindak korupsi ini, membuat para pejabat yang lain tidak merasa takut. Sehingga pejabat yang melakukan korupsi akan semakin banyak.

Pejabat negara yang perupakan para penyelenggaraan dituntut untuk melakukan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Dalam UU No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, disebutkan bahwa penyelenggara negara tersebut adalah pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, dan  yudikatif dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

 Pejabat negara dikatakan bersih apabila pejabat tersebut menaati asas umum penyelenggaraan negara dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta perbuatan-perbuatan tercela (kejahatan) yang lainnya.

Dan berikut ini adalah pengertian KKN menurut UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.

Pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)
Pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Pengertian Korupsi

Pengertian korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan harta milik perusahaan atau milik negara untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

Pengertian Kolusi

Definisi kolusi adalah permfakatan atau kerja sama secara melawan hukum antarpenyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang mana kerja sama tersebut dapat merugikan orang lain, masyarakat ataupun negara. Dalam KBBI kolusi adalah kerjasama secara diam-diam (rahasia) untuk maksud tidak terpuji dan/atau persekongkolan.

Pengertian Nepotisme

Definisi nepotisme adalah setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan/atau kroninnya di atas kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Kemudian nepotisme juga dapat diartikan dengan suatu tindakan yang melawan hukum dengan memilih kerabat sendiri, teman sendiri untuk memegang jabatan tertentu atau kecenderungan untuk mengutamakan sanak saudara dan teman dalam jabatan perusahaan atau pemerintahan. 

Adanya KKN ini tentunya sangat merugikan negara, selain itu juga dapat menghambat negara Indonesia dalam mencapai tujuan seperti masyarakat yang adil dan makmur. Dan berikut adalah beberapa kerugian yang akan kita dapat akibat KKN

Kerugian KKN

  1. Tindak pidana KKN sangat merugikan negara
  2. Tindak pidana KKN sangat merugikan perekonomian negara
  3. Tindak pidana KKN dapat menghambat pertumbuhan dan kelangsungan pembangunan nasional yang menuntut efisien tinggi
  4. Tindak pidana KKN membuat kepercayaan masyarakat kepada wakil-wakil rakyat (pejabat-pejabat negara) menjadi berkurang bahkan hilang.
  5. Tindak pidana KKN dapat menyebabkan kepercayaan dunia internasional menurun
  6. DLL
Load disqus comments

0 comments