Prinsip Prisip Koperasi

Prinsip koperasi merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berkoperasi. Dengan melaksanakan keseluruhan prinsip koperasi tersebut, koperasi mewujudkan diirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakan ekonomi rayat yang berwatak sosia. Prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut :

Koperasi Indonesia
Koperasi Indonesia

1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
Prinsip koperasi yang pertama adalah keanggotaannya bersifat sukarela dan terbuka. Sifat sukarela ini mempunyai arti yaitu untuk menjadi anggota koperasi tidak ada pemaksaan apapun oleh pihak tertentu. Ini juga mempunyai arti bahwa setiap anggota memiliki hak untuk mengundurkan diri sesuai dengan memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah disepakati sebelumnya.  Sedangkan sifat terbuka mengandung makna yaitu setiap anggota tidak dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk apapun.

2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
Prinsip koperasi yang kedua adalah pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis, artinya pengelolaan koperasi ini dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota, tentunya pengambilan keputusan dilakukan dengan jalan musyawarah mufakat. Jadi para anggotalah yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam koperasi seperti halnya kedudukan rakyat dalam suatu negara demokrasi.

3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU)
Sisa hasil usaha atau SHU akan dibagikan kepada anggota koperasi tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang di dalam koperasi, tetapi ditambah dengan jasa usaha yang telah diberikan anggota terhadap koperasi. Ketentuan yang seperti ini sesuai dengan asas koperasi yaitu berdasarkan asas kekeluargaan dan keadilan.

4. Pemberian jasa yang terbatas terhadap modal
5. Kemandirian

Dari berbagai sektor perekonomian tersebut dapat dijalin kerja sama yang menguntungkan dalam bentuk pola kemitraan dan bapak angkat

1. Pola kemitraan
Antara BUMN/BUMD dapat bermitra dengan pihak swasta ataupun koperasi, misalnya dalam hal penyediaan bahan baku,  pemasaran, promosi, ataupun penyertaan modal.

2. Pola Bapak Angkat
Jika pola kemitraan kedudukan antarpeserta adalah sederajat, sedangkan pola bapak angkat badan usaha yang kuat dalam hal ini BUMN/BUMD membimbing sektor swasta ataupun koperasi. Dalam pola bapak angkat, perusahaan yang kuat membimbing anak angkat binaanya dalam manajemen, proses produksi, pemasaran, bahkan bantuan modal. 

Load disqus comments

0 comments