Pengertian Pajak dan Jenis jenis Pajak

Pengertian pajak adalah iuran wajib rakyat/masyarakat kepada kas negara berdasarkan undang-undag dengan tidak mendapat balas jasa (kontraprestasi) secara langsung dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintah.

Perkembangan peradaban manusia ditandai dengan terbentuknya lembaga pemerintah, baik berupa kerjaan maupun suatu negara demokrsi demokrasi yang modern. Penyelenggaraan pemerintahan guna menjamin ketertiba dan kesejahteraan masyarakat tentu memerlukan (dana) yang banyak. Untuk itu, pemerintah menggalang dana guna mendukung program-program pembangungan yang diperlukan.

Pengertian Pajak
Pengertian Pajak
Pada zaman kerajaan dikenal dengan istilah upeti atau asok glondong pengareng-areng kepada para penguasa. Pada masa itu, upeti dipungut tanpa dilandasi aturan yang jelas, cenderung menjadi kebijakan pribadi raja.

Pada masa penjajahan, terdapat kewajibat menyerahkan hasil bumi ataupun tenaga pada pemerintah kolonial tanpa dilandasi perundangan yang adil tanpa mempertimbankan aspeng kemanusian. Sekarang pajak dipungut dari rakyat untuk membiayai anggaran pemerintah guna menciptakan kesejahteraan rakyat berdasarkan undang-undang. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara diatur berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan jasa timbal balik (kontraprestasi).

Penarikan pajak secara hukum dapat ditagih secara paksa oleh aparat yang berwenang. Jika utang pajak tidak dibayar dalam jangka tertentu, penagihan dapat dilakukan secara paksa, seperti penyitaan, lelang, atau sandera badan.

Ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak adalah :
a. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang
b. Kontraprestasi tidak dapat ditunjukan secara langsung
c. Pajak dipungut oleh pemerintah
d. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintah
e. Pemungutan pajak dapat dipaksakan secara hukum

Penyerah uang dari masyarakat kepada pemerintah dalam bentuk pajak tidak mendapat balas jasa secara langsung. Misalnya secara pembayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), menyerahkan sejumlah uang kepada pemerintah sebagai pembayaran PBB, pada saat itu si pembayar PBB tidak akan memperoleh apa apa dari pemerintah atas pembayarannya tersebut.

Namun, pemerintah akan menggunakan hasil pemungutan pajak untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang bentuknya sangat beraneka ragam, seperti pembuatan dan pemeliharaan jalan-jalan raya, pembuatan jembatan-jembatan, pembangunan gedung-gedung sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, memajukan pendidikan, mengaji para pegawai negeri, dan sebagainya yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Jenis jenis Pajak"

Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Jenis jenis pajak dilihat dari segi pemungut pajak
a. Pajak pusat atau negara, ialah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak (Departemen Keuangan)
Pajak pusat atau negara meliputi

  • pajak penghasilan (PPh)
  • pajak perseroan (PPs)
  • pajak kekayaan (PKs)
  • pajak bumi dan bangunan (PBB)
  • pajak pertambahan nilai (PPn)
  • pajak penjualan atas barang mewah (PPBM)
  • pajak penjualan
  • pajak atas bunga, dividen dan royalti (PBDR)
  • pajak pembangunan
  • bea materai
  • bea masuk
  • bea cukai adalah pajak yang dikenakan pada beberapa jenis barang tertentu yang dipakai di dalam negeri, misalnya, minyak tanah dan gula.
Pajak point pertama (1) sampai ke enam (6) merupakan pajak langsung, dan sisanya adalah pajak tidak langsung.

b. Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah (jenis dan jumlahnya tiap-tiap daerah berbeda-beda).

Contoh pajak daerah yaitu :

  • pajak rumah tangga
  • pajak bangsa asing
  • pajak kendaraan bermotor
  • pajak radio dan televisi
Pajak yang berasal atau dibuat oleh daerah antara lain :
  • pajak tontonan
  • pajak reklame
  • pajak hewan
  • pajak sepeda
2. Jenis jenis pajak dilihat dari segi penanggung pajak (subjek pajak)
a. Pajak langsung, ialah pajak yang dibebankan kepada wajiba pajak secara langsung dan tidak boleh dilimpahkan kepada pihak lain. Pajak langsung ditetapkan oleh Kantor Inspeksi Pajak atau Direktorat Jendral Pajak dengan kohir (daftar penetapan pajak) secara berkala.
b. Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang dikenakan kepada wajib pajak dan dilimpahkan kepada orang lain.

3. Jenis jenis pajak ilihat dari Sifat Pajak
a. Pajak pribadi, yaitu pajak yang pengenaannya bersifat pribadi pada wajib pajak, contohnya PPh dan PBB.
b. Pajak kebendaan, ialah pajak yang pengenaannya memperhatikan objek pajak saja. Contoh : PPn, bea masuk, pajak ekspor, dan cukai.

Refensi : Tri Widarto dkk. 2004. Pengetahuan Sosial Ekonomi 2 SMP. Jakarta. Penerbit : Balai Pustaka
Load disqus comments

0 comments