Masalah masalah Keberagaman Budaya

Kita punya.Net - Kali ini kami akan membahas tentang masalah masalah dalam keberagaman budaya, Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, keberagaman budaya di Indonesia ini membawa dampak positif yang sangat banyak. Salah satunya adalah dapat menjadi point wisata untuk Indonesia sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang dan menikmati budaya-budaya di Indonesia. Dengan datangnya wisatawan ini maka akan menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan negara. Anda dapat melihat contoh-contoh budaya lokal di Indonesia.

Walaupun keberagaman budaya memiliki dampak positif yang sangat banyak, namun keberagaman budaya juga terdapat masalah-masalahnya. Dan berikut ini kami sebutkan masalah-masalah pada keberagaman budaya :

"Masalah-masalah Keberagaman Budaya"

Masalah masalah Keberagaman Budaya
Masalah masalah Keberagaman Budaya

1. Etnosentrisme
Primordialisme yang berlebihan akan membuat sebuah pandangan subyektif yang disebut dengan etnosentrisme atau fanatisme terhadap suku bangsa yang lainnya. Definisi dari etnosentrisme yaitu suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. Maka dari itu, biasanya orang akan menganggap bahwa kebudayaannya lebih bernilai tinggi daripada kebudayaan yang lainnya, sehingga mereka akan fanatik kepada kebudayaan yang lainnya.

Etnosentrisme bisa menghambat hubungan antar kebudayaan di setiap bangs-bangsa. Selain itu, etnosentrisme juga dapat menghambat proses asimilasi dan integrasi sosial. Bahkan etnosentrisme bisa menjadi potensi konflik antar kelompok yang ada di masyarakat. Meskipun begitu, etnosentrisme juga mempunyai dampak positifnya diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Menjaga keutuhan dan kestabilan budaya yang ada di Indonesia
b. Mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa ini
c. Memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa (nasinalisme)

2. Anomie
Masalah masalah keberagaman budaya yang kedua adalah Anomie. Anomie adalah suatu kondisi yang mana tidak ada pegangan terhadap yang baik dan yang buruk bagi masyarakat. Akibatnya adalah masyarakat tidak mampu lagi untuk mengukur tindakan-tindakannya karena tidak mengenal batas-batasnya.

Bisa dikatakan Anomie ada;aj siati lpmdoso dimana masyarakat tidak dapat menentukan hal hal yang baik dan hal hal yang buruk yang diakibatkan oleh tidak memilikinya pegangan akibat hilangnya nilai-nilai atau norma-norma yang ada di masyarakat tersebut.

Nilai nilai tradisi yang mereka anut lama kelamaan akan menghilang, dan digantikan oleh budaya yang baru. Mereka berada di tengah-tengah, nilai budaya yang lama menghilang, tetapi nilai pada budaya yang baru belum muncul sepenuhnya.

3.  Cultural Lag
Masalah kebudayaan yang ketiga adalah cultural lag. Cultural lag disebut juga dengan ketertinggalan budaya. Cultural lag merupakan suatu kondisi dimana terdapat perbedaan tinhkat kemajuan antara berbagai bagian dalam suatu kebudayaan karena ada yang tumbuh secara cepat dan ada juga yang tumbuh secara lambat.

Jika terdapat budaya yang masuk di dalam suatu kelompok masyarakat, sedangkan kelompok tersebut tidak memiliki pengetahuan untu k menentukan budaya yang baik maka akan membuat masyarakat menjadi kaget dalam menerima budaya yang baru. 

Budaya yang berhubungan dengan materi (budaya material) sepertinya untuk masa ini sangat berkembang pesat, hal ini terbukti dari meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap barang dan jasa. Semakin canggihnya teknologi juga berhubungan dengan masalah dalam kebudayaan, misal saja setiap orang sekarang memiliki gadget, laptop atau komputer. Yang mana dengan adanya alat elektronik tersebut akan membuat seseorang menjadi kurang berinteraksi sosial, mereka lebih memilih bersama dengan gadget yang mereka miliki. 

Selain itu juga, dengan adanya gadget maka seseorang dapat lupa waktu. Yang seharusnya manusia mengendalikan gadget atau komputer, maka bisa jadi terbalik menjadi manusia yang dikendalikan oleh komputer, dengan kata lain mereka dikendalikan oleh kebudayaan yang mereka buat sendiri.

4. Mestizo Culture
Masalah-masalah keberagaman budaya moestizo culture. Mestizo culture disebut dengan percampuran budaya, yaitu suatu proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan yang lainnya yang memiliki warna dan sifat yang berbeda. Ciri dari perubahan sosial ini ialah bersifat formalisme, yaitu hanya meniru bentuknya saja tetapi tidak mengerti akan sesungguhnya.

5. Primordialisme
Masalah keberagaman budaya yang kelima adalah Primordialisme. Salah satu konsekuensi dari kenyataan adanya kemajemukan masyarakat atau diferensi sosial adalah terjadi primodiarlimes yaitu pandangan atau faham yang menunjukan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras dan agama. Primordialisme sebagai indentitas sebuah golongan atau kelompok sosial merupakan faktor penting dalam memperkuat ikatan golongan atau kelompok yang bersangkutan dalam menghadapi ancaman dari luar. Namur, seiring dengan itu primodiarlisme juga dapat membangkitkan prasangka dan permusuhan terhadapt golongan atau kelompok sosial tertentu.
Primordialisme dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

  • Adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok atau perkumpulan sosial.
  • Adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar
  • Adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai keagaman dan pandangan hidup
Proses perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat sering menyebabkan penolakan dari sejumlah besar anggota masyarakat, khusunya dari kalangan generasi tua atau kelompok konservatif yang masih sangat memegang teguh adat istiadat tradisionalnya. Akulturas dalam tingkat tertentu, besar kemungkinan akan timbulan pemberontakan dan revolusi. Misalnya Revolusi Kuba dan Revolusi Merah di China.


Wujud nyata adanya keberagaman budaya dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, antara lain sebagai berikut :
  • Terjadinya konflik
  • Disintegrasi (perpercahan)
  • Masalah hubungan dengan penduduk pendatang
  • Kecemburuan sosial terhadap kelompok lain
  • Jurang pemisah yang mencolok
  • Rasa fanatik yang luas dan tidak rasional dalam mengamalkan ajaran agama
  • Perbedaan karakter dan kepribadian
Load disqus comments

0 comments