Macam Macam Ideologi Di Dunia (Liberalisme dan Komunisme)

Di dunia ini terdapat ber macam-macam ideologi. Ideologi yang paling sering digunakan adalah ideologi liberal dan komunis. Kita akan membahas kedua ideologi tersebut, namun sebelumnya perhatikan definisi dari ideologi. Pengertian ideologi adalah suatu gagasan yang disusun secara sistematis dan diyakini kebenarannya untuk diwujudkan dalam kehidupan. Bagi suatu negara ideologi sangatlah penting karena ideologi ini memberikan kejalasan identitas nasional, memberi inspirasi akan cita-cita pendorong dalam tujuan masyarakatnya.

1. Ideologi Liberalisme

Macam Macam Ideologi Di Dunia (Liberalisme dan Komunisme)
Macam Macam Ideologi Di Dunia (Liberalisme dan Komunisme)

Di Eropa tepatnya di negara Inggris terjadi revolusi di bidang ilmu pengetahuan, revolusi ini terjadi kira kira pada akhir abad yang ke-18, setelah itu kemudian diikuti dengan revolusi di bidang industri dan teknologi. Terjadinya revolusi pada ketiga bidang tersebut, membuat orientasi kehidupan masyarakat juga berubah, perubahan di masyarakat ini terjadi juga di berbagai bidang seperti bidang sosial, ekonomi dan juga politik.

Liberalisme atau paham liberal ini merupakan gabungan dari paham rasionalisme, materialisme, empririsme dan individualisme.

  • Rasionalisme : Meletakkan rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi
  • Materialisme : Meletakkan materi sebagai nilai tertinggi 
  • Empirisme : Mendasarkan atas kebenaran fakta empiris (yang dapat ditangkan dengan indra manusia)
  • Individualisme : Meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi (yang terpenting) did alam kehidupan bermasarakat, berbangsa dan bernegara.
Dari ke-empat itu mereka menyimpulkan bahwa manusia pada hakikatnya aadalah makhluk individu yang bebas. Jadi menurut paham liberalisme, manusia adalah manusia pribadi (individu) dan terbebas dari manusia yang lainnya. Manusia individu memiliki kebebasan, potensi dan senantiasa berjuang untuk diri mereka sendiri. 

Karena mementingkan diri sendiri, maka sesama manusia akan saling bersaing dan satu manusia menjadi ancaman bagi yang lainnya dan begitu juga sebaliknya, yang menurut istilah Hobbes ini disebut dengan home homini lupus (homo=manusia, lupus=serigala). Namun, manusia harus membuat suatu perlindungan secara bersama. sehingga menurut paham liberalisme mereka tetap menjamin kebebasan individu namun tetap secara bersama-sama mengatur negara.

Paham liberalisme yang seperti ini akan membentuk manusia yang individualisme dan kapitlisme. Ketika paham liberalisme dikaitkan dengan konsep demokerasi maka akan menghasilkan suatu paham gabungan yaitu demokrasi liberal. Tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, pada paham demokrasi liberal ini masih tetap menjadikan kebebasan individu sebagai yang tertinggi dan diutamakan. Masyarakat atau rakyat adalah hakikat tingkatan tertinggi dalam suatu negara, sehingga dimungkinkan akan berkedudukan lebih tinggi daripada nilai religius.

Penggunaan demokerasi liberal akan mencakup seluruh sendi kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara dan di semua bidang baik di bidang ekonomi, politik, sosial, iptek, budaya, agama dll. Maka dari itu sifat karakter bangsa sering membuat gejolak dalam menerapkan demokrasi yang berdasar pada paham liberalisme. Seperti di Indonesia ini, yang mana tidak semua rakyat memahami makna demokrasi sehingga penerapannyapun juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Membuat sering terjadinya pertentangan dan konflik.

Kemudian ketika paham liberalisme dikaitkan dengan agama maka negara yang menggunakan paham liberalisme akan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada warga negaranya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan memberikan kebebasan untuk beribadah sesuai dengan ajaran masing-masing agama. Tidak hanya sampai di situ saja, di negara yang menganut paham liberalisme, warga negaranya juga diberikan kebebasan untuk tidak percaya kepada Tuhan, ini disebut sebagai atheis. Jadi mereka bebas memilih apakan memiliki agama atau tidak memili agama. Bahkan, warga negara bebas menilai dan mengkritik suatu agama. 

Nilai nila dalam agama dipisahkan dan dibedakan dengan urusan-urusan negara. Keputusan dan ketentuan kenegaraan seperti peraturan perundang-undangan lebih banyak ditentukan oleh kesepakatan individu. Sehingga peraturan terkadang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Kesimpulannya terkait dengan liberalisme dan agama, pada negara liberalisme memisahkan dan membedakan antara negara dengan agama (sifat sekuler). Intisari bertitik tolak dari hak kebebasan yang dimiliki manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. bahkan penguasa sekalipun, kecuali dengan persetujuannya.

2. Ideologi Sosialisme Komunisme

Setelah berkempang paham individualism-liberalisme yang akan menciptakan masyarakat kapitalisme yang akan membuat banyak rakyat menderita (khususnya rakyat kecil) yang diakibatkan oleh penindasan kalangan kapitalisme yang mendapat dukungan dari pemerintah, sebagai lawannya maka munculnah paham komunisme.

Paham komunisme atau sosialisme ini bertolak belakang dengan paham liberalisme, paham ini pertama kali dicetuskan oleh seorang ahli bernama Karl Marx. Karl Marx mengatakan bahwa komunisme memandang bahwa hakikat kebebasan dan hak individu itu tidak ada. Ideologi komunis memiliki dasar pemikiran bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial saja.

Apabila paham komunisme ini dikaitkan dengan konsep demokrasi, maka demokrasi individualis itu tidak ada. Dalam masyarakat akan ada golongan-golongan yang saling berinteraksi secara dialektis, yaitu golongan kapitalis dan golongan proletar. Golongan proletar adalah para pekerja yang menerima upah yan diperas dari para bosnya.

Walaupun kedua golongan bertentangan, namun tidak lantas mereka bertarung. Keduanya saling membutuhkan, hal ini disebabkan kaum kapitalis dalam melaksanakan usahanya sangat membutuhkan tenaga kerja kaum proletar yang jumlahnya sangat banyak.

Sebaliknya golongan poteler, untuk memenuhi kebutuhan mereka harus bekerja dan bekerjanya kebanyakan di perusahaan-perusahaan kapitalis. Golongan kapitalisme umumnya akan melakukan penindasan terhadap kaum proleter. Maka dari itu bentuk apapun yang termasuk penindasan harus dihilangkan. Hal itu dapat dilakukan hanya dengan melalui suatu perubahan. Hal inilah yang merupakan konsep kaum komunis untuk melakukan suatu perubahan terhadap struktur ,asuaralat secara revolusioner.

Etika Ideologi Komunis adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas. Sehingga, komunis akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkannya.

Dalam kaitannya dengan negara, maka pemerintah harus dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada golongan proleter. Sehingga tidak terjadi penindasan yang semakin menjadi jadi. Atas dasar inilah, sebenarnya komunis adalah antidemokrasi dan hak asasi manusia.

Kemudian apabila dihubungkan dengan keyakinan atau agama, maka Karl Marx yang merupakan pelopor dari paham komunisme mengatakan bahwa manusia merupakan suatu hakikat yang menciptakan dirinya sendiri dengan menghasilkan sarana-sarana kehidupan sehingga sangat menentukan dalam perubahan sosial, politik, ekonomi, kebudayaan termasuk juga agama.

Menurut mereka agama adalah realisasi fanatis makhluk manusia, atau dapat dikatakan sebaga keluhan makhluk tertindas. Maka dari itu, agama adalah candu masyarakat menurut komunisme marxis.

Sehingga banyak negara komunis yang warga negara tidak percaya Tuhan (ateis) bahkan bersifat antitesis, lebih parah lagi negara melarang dan menekan kehidupan agama. Oleh karena itu, komunis di Indonesia sangat dilarang karena merupakan bahaya yang harus kita waspadai.
Load disqus comments

0 comments