Ciri - ciri Ketenagakerjaan di Indonesia

Kita Punya . Net - Kali ini kami akan membahas tentang ciri ciri ketenagakerjaan di Indonesia. Ketenagakerjaan. Kalau anda ingin mengetahui definisi dari ketenagakerjaan, anda dapat membaca artikel yang telah kami buat sebelumnya dalam artikel yang berjudul : Pengertian Ketenagakerjaan. Kembali lagi ke topik utama kita, sesuai dengan judul berikut ini adalah ciri-ciri ketenagakerjaan di Indonesia.

Ciri ciri Ketenagakerjaan di Indonesia

1. Angka ketergantungan (Dependency Ratio = DR) tinggi
Angka ketergantungan di Indonesia sangat tinggi, dan ini akan membuat semakin buruk tingkat beban yang harus ditanggung setiap penduduk produktif. Angka ketergantungan ini disebut juga dengan Dependency Ratio, bisa dikatakan ketergantungan seseorang yang tidak bekerja terhadap seseorang lainnya yang bekerja. Dependency Ratio memiliki rumus :

DR = Penduduk Luar Usia Kerja (PDUK) : Penduduk usia kerja (PUK)

2. Tenaga kerja terdidik (profesional) dan tenaga kerja terlatih (skilled labour) jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan tenaga yang tidak terlatih. 
Hal ini akan mempersempit pasaran kerja di Indonesia, maksudnya tenaga kerja dari Indonesia agak sulit bekerja di luar negeri, dan mungkin banyak perusahaan Indonesia yang memperkerjakan tenaga dari asing. Hal ini akan membuat tingkat pengangguran di Indonesia menjadi meningkat.

3. Jumlah penduduk di Indonesia sangat banyak dan pengangguran banyak.
Pengangguran
Pengangguran
Populasi penduduk di Indonesia bisa dikatakan cukup padat, terutama di kota besar atau provinsi seperti Jakarta, Jawa Tengah dan lain sebagainya. Dengan jumlah yang besar ini, masalahnya tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai. Akibatnya banyak masyarakat yang tidak bekerja (menganggur).

4. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata dengan baik
Hal ini dapat terlihat dari kepadatan populasi di pulau jawa, jumlah penduduk terbesar di Indonesia berada di Pula Jawa. 

5. Kualitas kerja rendah
Banyak tenaga kerja di Indonesia yang belum profesional dalam bekerja. Terlebih lagi tingkat pendidikan juga masih rendah, bahkan banyak anak-anak yang putus sekolah atau tidak pernah merasakan sekolah. Padahal sekolah adalah modal awal membentuk tenaga kerja yang profesional dan terlatih.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak lagi, dapat membaca artikel tentang : Masalah-masalah ketenagakerjaan di Indonesia
Load disqus comments

0 comments