PERS yang BEBAS dan Bertanggung Jawab

PERS yang BEBAS dan Bertanggung Jawab - Sebelumnya kita sudah membahas tentang Sejarah perkembangan pers di Indonesia, yang mana perkembangannya dibagi menjadi dua bagian besar yaitu masa sebelum kemerdekaan dan masa kemerdekaan. Pers yang baik adalah pers yang bebas namun tetap bertanggung jawab. Lalu sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan pers yang bebas dan bertanggung jawab? 

Kalau anda belum mengetahui tentang definisi dari Pers, anda dapat membaca artikel kami yang berjudul : Pengertian Pers dan Sasaran Pers

Press di Indonesia
Press di Indonesia

Untuk memperjelas kita bagi menjadi dua, pers yang bebas berarti pers yang tidak ada campur tangan dari pihak manapun (pihak luar) untung membengkokken profesional dan kode etik jurnalistik. Dengan adanya kebebasan pers ini diharapkan agar dapat menyalurkan aspirasi/informasi dan pendapat ke pembaca, pendengan, dan penonton dengan jujur dan akurat, tidak bisa dan tanpa prasangka, adil dan tidak sepihak, serta obyektif dan komprehensif. Intinya dapat memberikan berita yang sebenarnya, tidak dirubah demi kepentingan kelompok tertentu.

Kebebasan pers itu sangat penting, menurut Thomas Jefferson jika ia diminta untuk memilih antara pemerintahan negara dan kebutuhan akan pers, maka ia akan langsung memilih pers.

Menurut Jefferson, kebebasan pers ini tidak akan merugikan negara atau rakyat. Pendapat Thomas ini kemudian dikenal sebagai teori Jefferson.

Namun pendapat tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh tokoh tokoh yang lain, salah satu orang yang tidak mendukungnya adalah A. Muis.

A. Muis menafsirkan teori tersebut sebenarnya hendak menyatakan bahwa kemerdekaan pers merupakan sesuatu yang mutlak sifatnya, dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pengaruh teori yang dikemukakan oleh Jefferson terhadap kehidupan pers Indonesia seperti dinyatakan A. Muis, melahirkan beberapa istilah yang dialamatkan kepada pers Indonesia.

Misalnya pers Indonesia sebagai kekuasaan keempat (setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif) sebagai pilar demokrasi, hak masyarakat untuk mengetahui apa yang diperlukan. 

Kebebasan PERS sebagai HAM dan lain sebagainya. Dalam UU No 40 Th 1999 tentang PERS, dikemukakan bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.


Dengan kata lain sebenarnya dalam pengertian kebebasan pers terkandung juga tanggung jawab. Tanggung jawab itu untuk serta mewujudkan prinsip demokrasi (seperti menghargai kebebasan atau hak orang lain, menjunjung persamaan, keterbukaan dan partisipasi serta keberpihakkan kepada kepentingan rakyat), keadilan dan mematuhi hukum yang berlaku, serta melaksanakan kode etik jurnalistik. Jadi walaupun kita memiliki kebebasan pers, namun harus disertai dengan tanggung jawab. Karena bila tidak akan membuat terjadinya penyalahgunaan pers yang semakin banyak.


Demikian saja dan terimakasih.
Load disqus comments

0 comments