Begini jadinya kalau para pengemis dibuatkan kandang

Begini jadinya kalau para pengemis di buatkan kandang, seperti di China - Di berbagai belahan dunia pengemis dan gelandangan hanya dianggap seperti sampah dan tidak berguna, padahal mereka juga manusia yang memiliki hak yang sama dengan kita.

Permasalahannya adalah para pengemis dan gelandangan tersebut mengganggu para wisatawan, disamping itu juga jumlah mereka yang terus bertambah bukan terus menurun. Jadi mungkin menurut pemerintah disana ada faktor kesengajaan yang dilakukan oleh masyarakat disana, seperti menjadikan pengemis sebagai mata pencaharian. Duh duh..

Kandang Pengemis, source : islampos.com
Kandang Pengemis, source : islampos.com

Seperti yang dilansir di weidnewsasia bahwa di Tahun 2013 saja pengemis dan gelandangan sudah meningkat tajam yaitu sekitar 300 % dari jumlah yang semula. Tidak jauh beda dengan Indonesia ya,, ckckc..

Peningkatan pengemis dan gelandangan yang mencapai 300 % ini membuat suasana kota menjadi kurang nyaman, para wisatawan dan warga pun juga merasa terganggu dengan adanya pengemis dan gelandangan ini. Bahkan, para pengemis rela mengejar-ngejar orang yang melintas di daerah tersebut agar memberinya uang.

Pemerintah China pada waktu itu mengeluarkan peraturan baru, yaitu pra pengemis tersebut akan dibuatkan kandang yang terbuat dari besi. Kandang ini akan ditempati oleh para pengemis, dan sehingga para pengemis tidak berkeliaran bebas di daerah wisata. 

Kemudian, setiap wisatawan boleh memberikan sumbangan dana atau makanan kepada para pengemis yang ada di kandang besi.

L;ebih lanjut lagi, para pengemis dan gelandangan boleh keluar kapan saja dari kandang besi. Asalkan pergi dari kota tersebut dan tidak mengemis lagi. Namun, para pengemis kayaknya kebanyakan memilih untuk tinggal di kandang tersebut, pasalnya mereka tidak memiliki pilihan lain karena mereka semua membutuhkan makan dan minum untuk menyambung hidup.

Akibat kebijakan ini, pemerintah mendapatkan berbagai kritikan pedas dari para aktivis HAM. Mereka menganggap bahwa perlakuan kepada pengemis ini melanggar hak asasi manusia dan terlalu berlebihan.

Ada satu aktivis yang memberikan tanggapan terhadap peristiwa ini, ia mengatakan bahwa "para pengemis memang sangat membutuhkan bantuan, akan tetapi ini bukan cara yang tepat untuk membantu mereka", karena masih ada cara lain yang lebih baik lagi."


Mungkin harus diadakan pembinaan atau sosialisasi kali ya, selain itu juga harus diberi keterampilan agar bisa berusaha/bekerja dan tidak pengemis. Lebih lanjut lagi, kalau mental mereka mental pengemis, sampai kapanpun juga akan jadi pengemis. Saya sendiri kurang suka dengan para pengemis, apalagi kalau mereka memiliki badan yang masih kuat dan sehat. Orang yang mempunyai disabilitas (keterbatasan) saja mampu bekerja keras, masak mereka yang mempunyai badan sehat dan kuat tidak mampu sih.. Terakhir, jangan budayakan mengemis tetapi budayakanlah memberi. 

Load disqus comments

0 comments