Tata Cara dan Aturan Memberi / Mengucapkan Salam

Tata Cara dan Aturan Memberi Salam - Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai ayat Al Quran dan Hadits tentang mengucapkan salam, kemudian pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang tata cara dalam memberi salam, dan aturan memberi salam. Salam merupakan sesuatu hal yang sangat dianjurkan, karena didalamnya terkandung beberapa nilai baik, salah satunya adalah nilai kasih sayang dan kepedulian. Dengan mengucapkan salam dan menjawab salam maka sama saja kita telah saling mendoakan kebaikan, hal itu menunjukan sikap kasih sayang dan kepedulian antar sesama muslim.

Tata cara memberi salam dan menjawab salam

Untuk mengucapkan salam atau memberi salam kita disunnahkan untuk mengucapkan secara lengkap, yaitu "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh". Ucapan diatas  adalah yang paling lengkap, karena ada sebagian orang yang mengucapkan salam hanya sebagian saja, misalnya Assalamu'alaikum. Itu memang tidak salah, tetapi yang paling baik adalah mengucapkan salam secara lengkap.

Arti dari ucapan salam tersebut adalah kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadamu. Kemudian bagi orang yang akan menjawab salam disunnahkan menjawab salam secara lengkap juga, tidak hanya "Wa'alaikumus salam". Ucapan dalam menjawab salam yang paling baik adalah "Wa'alaikumus salam Warahmatullaahi Wabarakaatuh". Artinya adalah kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah swt semoga dilimpahkan atas kamu pula.


Tata Cara dan Aturan Dalam Memberi / Mengucapkan Salam
Tata Cara dan Aturan Dalam Memberi / Mengucapkan Salam

Mengucapkan salam berulang-ulang
Mengucapkan salam kepada sesama muslim satu saja sebenarnya sudah cukup, apabila seorang muslim tersebut sudah menjawabnya. Akan tetapi apabila mengucapkan salam ke orang-orang yang jumlahnya banyak, dan mengetahui tidak semua menjawab salam maka mengucapkan salam lebih dari satu itu diperlukan. Rasulullah saw juga sering mengucapkan salam sampai tiga kali apabila ia mendatangi suatu kaum. Dalam hadits riwayat Bukhari menyebutkan :
Dari Anas r.aa bahwasanya apabila Nabi saw mengatakan suatu perkataan, beliau mengulanginya tiga kali, sehingga benar-benar dipahami. Dan apabila beliau mendatangi suatu kaum maka beliau mengucapkan salam kepada mereka tiga kali. (H.R. Bukhari)
Mengucapkan salam pada malam hari ketika masuk rumah
Adakalanya kita pulang kerumah pada larut malam, sehingga orang yang ada dirumah mungkin sudah banyak yang tertidur. Rasulullah saw mencotohkan bahwa ketika kita pulang malam atau bertamu di malam hari, dan orang yang ada dirumah sudah pada tidur maka kita disuruh untuk mengucapkan salam secara pelan, tidak keras-keras yang bisa membangunkan angota keluarga lainnya yang sedang tidur. Suaran dipelankan bukan berarti pelan sekali, pelan tetapi yang menunggu rumah atau berjaga / orang yang belum tidur dapat mendengarnya. Perintah ini terdapat di dalam hadits, dan berikut ini adalah haditsnya :
Dari Miqdad ra. di dalam haditsnya yang panjang, ia berkata "Kami biasa menyediakan susu yang menjadi bagian Nabi saw. Apabila beliau datang pada waktu malam, beliau mengucapkan salam yang tidak sampai membangunkan orang tidur, tetapi dapat didengar oleh orang yang jaga. Nabi biasa datang dan mengucapkan salam sebagaimana mestinya.

Aturan Memberi salam

Dalam memberi atau mengucapkan salam kepada orang lain juga ada aturannya, aturan disini maksudnya adalah hal yang dibolehkan, dilarang atau disunahkan. Oke, kita mulai dari yang pertama. Perhatikan hadits nabi dibawah ini :
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda "Orang yang naik kendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan, orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk, orang yang sedikit memberi salam kepada orang yang banyak." H.R Bukhari dan Muslim
Dari hadits diatas sebenarnya sudah jelas, siapa-siapa saja yang disunahkan untuk memberi salam terlebih dahulu. Dimulai apabila ada seorang yang naik sepeda, dan orang yang berjalan kaki. Maka yang diutamakan memberi salam terlebih dahulu adalah orang yang naik sepeda, namun bila orang yang naik sepeda tidak memberi salam, maka orang yang berjalan juga boleh memberi salam kepada orang yang naik sepeda.

Kemudian ketika berada di suatu perkumpulan, maka orang yang memberi salam terlebih dahulu adalah orang yang jumlahnya sedikit. Misal saja ketika ada suatu perkumpulan, dan ada sekelompok orang yang jumlahnya ada 10 orang datang dari arah barat, kemudian di sisi timur juga datang seseorang muslim yang akan menghadiri perkumpulan tersebut. Maka yang disunahkan memberi salam adalah seseorang yang datang dari arah timur, coba bayangkan apabila yang mengucapkan salam terlebih dahulu adalah sekelompok orang tersebut, dan masing-masing orang dalam kelompok tersebut mengucapkan salam. Jadi sudah jelas, orang yang sedikitlah yang paling diutamakan memberikan salam kepada sekelompok orang yang banyak, akan tetapi orang yang banyak juga tidak dilarang mengucapkan salam kepada sekelompok orang yang sedikit.

Keutamaan memberi salam terlebih dahulu
Dalam hadits disebutkan bahwa orang yang memberi atau mengucapkan salam terlebih dahulu merupakan manusia yang utama di sisi Allah swt. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh H.R Abu Dawud menjelaskan bahwa :

Dari Abu Ummah Muday bin Ajlan Al Bahiliy ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya seutama-utama manusia menurut Allah adalah orang yang lebih dulu memberi salam." (HR. Abu Dawud).
Load disqus comments

0 comments