Kerjakan 3 Amalan Ini, Maka Anda Akan Mendapatkan Keimanan Yang Sempurna

Kerjakan 3 Amalan Ini, Maka Anda Akan Mendapatkan Keimanan Yang Sempurna - Iman seseorang pastinya berbeda-beda tingkatannya. Ada yang imannya itu baik dan ada yang imannya buruk. Yang paling sering kita dengar dari orang lain adalah iman kuat, iman lemat, tidak kuat imannya dll. Seperti ini contohnya orang yang melakukan maksiat itu imannya tidak kuat (lemah), makanya ia terjerumus didalam dosa. Dari kalimat tersebut menandakan bahwa tingkatan iman yang dimiliki seseorang itu berbeda-beda, dan yang bisa memperkuat iman hanyalah kita serta hidayah dari Allah swt. Sedangkan orang lain hanyalah perantara saja, karena pada dasarnya kitalah yang menentukan nasib kita.

Kita pasti ingin dicintai oleh Allah swt, karena kalau kita sudah dicintainya maka urusan kita didunia dan diakhirat akan dipermudah. Orang-orang yang dicintai oleh Allah adalah mereka yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Lalu siapa si orang-orang yang beriman. Dal Al Qur'an Allah swt berfirman :

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah: 71).

Kerjakan 3 Amalan Ini, Maka Anda Akan Mendapatkan Keimanan Yang Sempurna
Kerjakan 3 Amalan Ini, Maka Anda Akan Mendapatkan Keimanan Yang Sempurna

Ngomong-ngomong tentang orang yang beriman. Saya tadi pagi menemukan sebuah hadits yang menurut saya itu luar biasa, hadits tersebut berisi tentang 3 perkara yang dapat membuat keimanan seseorang sempurna. Dan berikut adalah haditsnya :

Rasulullah saw bersabda :
Ada tiga perkara yang barang siapa yang dapat mengumpulkan ketiga hal itu dalam dirinya, maka ia telah dapat mengumpulkan keimanan secara sempurna. Yaitu, memperlakukan orang lain sebagaimanan engkau suka dirimu diperlakukan oleh orang lain, memberi salam terhadap setiap orang (yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal), dan mengeluarkan infak di jalan Allah, meskipun hanya sedikit". HR. Bukhari, 9

Dari hadits diatas maka kita dapat mengambil inti sarinya, yang mana kita dapat mengambil 3 point penting yaitu :

1. Seseorang akan mendapatkan keimanan yang sempurna kalau ia memperlakukan orang lain seperti keinginan ia diperlakukan orang lain.
Point pertama adalah memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Maka dari itu kalau ingin diperlakukan baik oleh orang lain, maka juga harus berbuat baik kepada orang lain. Kalau tidak ingin dibohongi, maka jangan membohongi orang lain, dan lain sebagainya. Sesungguhnya apa yang kita kerjakan itu baik kebaikan atau keburukan, pada ahkhirnya hanya buat kita sendiri. Kalau kita berbuat baik, maka kebaikan itu juga akan datang kepada kita, dan sebaliknya bila kita berbuat buruk, maka keburukan juga akan datang kepada kita.

2. Seseorang akan mendapatkan keimanan yang sempurna apabila ia memberi salam terhadap setiap orang
Di zaman sekarang ini orang-orang sudah banyak yang mulai lupa dan meninggalkan kebiasaan baik seperti mengucapkan salam, padahal mengucapkan salam adalah sangat dianjurkan. Karena pada dasarnya salam merupakan doa, yang kita tujukan kepada orang yang kita beri salam. Doa yang diberikan kepada sesama merupakan salah satu tanda atau wujud cinta kepada sesama. Kalau kita mendoakan sahabat dengan mengucapkan salam, maka itu berarti kita sudah sayang dan peduli kepada sahabat kita.

Kebanyakan orang sudah mulai meninggalkan kebiasan yang sangat baik ini, termasuk yang menulis artikel ini kadang-kadang juga masih sering lupa untuk mengucapkan salam. Mungkin penyebab orang sekarang meninggalkan salam, adalah karena terjadinya akulturasi budaya atau pergeseran budaya dari budaya ketimuran ke budaya ke barat-baratan. Maka dari itu marilah kita budayakan mengucapkan salam, supaya keimanan kita bisa mencapai kesempurnaan. 

3. Seseorang akan mendapatkan keimanan yang sempurna apabila ia menginfakkan sebagian rizeki meskipun sedikit
Salah satu kunci disukai oleh orang lain adalah dengan menjadi orang yang dermawan, selain itu juga menjadi orang yang dermawan itu hidupnya pasti akan lebih mudah, karena orang lain pasti akan membantu kita pada saat mengalami kesulitan. Selain itu juga dengan kita menginfakkan sebagian rezeki yang kita miliki, Allah swt akan melipatgandakan sampai dengan 700 kali lipat. Allah swt berfirman dalam Q.S. Al - Baqarah ayat 261 yang artinya :
2:261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Tentu dalam kita mennginfakkan sebagian rezeki yang kita miliki harus dilandasi dengan rasa ikhlas dan dengan niat yang baik atau bukan karena riya' atau karena mengharapkan sesuatu. Terkait dengan keimanan yang sempurna, Allah swt telah berfirman dalam Q.S. Al Baqarah ayat 92 yang artinya :
3:92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepadakebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai...
Kesimpulan :
Dari ketiga point penting diatas, kita dapat mengambil kesimpulan utama. Yaitu Allah swt menyuruh kita untuk berbuat baik kepada sesama entah itu dengan memperlakukannya dengan baik, mendoakannya (mengucap salam) dan dengan memberikan sedekah (menginfakkan sebagian rezeki). Rasulullah saw juga bersabda yang artinya :
“Salah seorang di antara kalian tidaklah dikatakan beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
Selain itu juga dalam syair Syi'ir Tanpo Waton yang dinyanyikan oleh Alm Gusdur, disebutkan bawah "Dununge Roso Tanda Yen Iman". Maknanya tanda orang yang beriman adalah orang yang mampu mengendalikan rasa (hati) dan pikiran, tidak mengikuti hawa nafstunya. Kemudian lanjutannya adalah "sabar narimo najan pas-pasan". Salah satu contoh orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya adalah orang yang sabar. Kalau kita kembangkan lagi salah satu tanda orang yang beriman adalah orang yang mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (Hadits diatas).


Load disqus comments

0 comments