Kepada Siapa Saja Kita Harus Berinfak dan Bersedekah

Kepada Siapa Saja Kita Harus Berinfak dan Bersedekah - Infak merupakan mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki dan diberikan kepada mereka yang berhak dalam rangka mencari Ridha Allah swt. Dengan berinfak kita juga akan mendapat pahala dari sisi Allah, hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 262 yang artinya :

2:262. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dalam ayat tersebut Allah swt telah berfirman bahwa orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah, dan dilakukan dengan ikhlas (tidak menyebut-nyebutnya yang dapat menyakiti hati sipenerima) maka Allah swt akan memberikan pahala. Ayat ini juga menganjurkan kita untuk berinfak dan bersedekah dengan cara yang benar dan baik. Tidak menyinggung atau menyakiti hati sipenerima, dan tidak menyebut-nyebutnya. 

Contoh menyakiti hati si penerima misalnya mengatakan "hai miskin, ni saya kasih uang 100 ribu buat loe dan keluarga loe makan, gue baik kan? kalau butuh duit lagi, tinggal bilang sama saya, nanti saya kasih." Ha ha, jangan seperti itu ya!!

Kepada Siapa Saja Kita Harus Berinfak dan Bersedekah
Kepada Siapa Saja Kita Harus Berinfak dan Bersedekah

Allah swt juga akan melipatgandakan harta yang kita infakkan, sesuai dengan yang difirmankan Allah swt dalam Q.S. Al Baqarah ayat 245 yang artinya :

2:245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak....
Selain itu juga kita belum dapat iman yang sempurna, kalau belum menginfakkan harta yang kita sayangi dijalan Allah swt. Ini terdapat dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 92, yang artinya :

3:92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepadakebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai...

Untuk lebih lanjut bisa baca artikel berikut ini Kerjakan 3 amalan ini maka anda akan mendapatkan keimanan yang sempurna.

Kepada siapa saja kita harus berinfak dan bersedekah?

Setelah mengetahui keutamaan infak, maka pertanyaan selanjutya adalah kepada siapa kita harus berinfak. Allah swt menegaskan dalam Q.S. Al Baqarah ayat 215 yang artinya :

2:215. Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
Menurut Tafsir At-Tabari, Ayat ini menjelaskan tetang para sahabat Rasulullah yang bertanya kepada Nabi SAW tentang harta yang dapat diinfakkan dan disedekahkan? Dan kepada siapa harta itu kita infakkan dan sedekahkan?

Daam ayat ini, Allah swt menyuruh Nabi Muhammad saw untuk menjawab "harta apapun dapat kamu infakkan dan sedekahkan. Berikanlah kepada orang tuamu (ibu-bapak), kaum kerabat, anak-anak yatim disekitarmu, orang miskin dan ibnu sabil.

Dari sini kita juga dapat mengambil intisarinya, bahwa kita itu disunahkan untuk berinfak kepada orang tua (ibu-bapak) termasuk juga mertua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil. Dan yang kita sedekahkan/infakkan dapat berupa apa saja, seperti uang, makanan pokok, buah-buahan, lauk pauk dll. Mungkin termasuk juga dengan tenaga dan pikiran, seperti membantu dalam menyelesaikan pekerjaan ibu dan bapak, mengantar tetangga ke pasar dan lain sebagainya.

Allah menyuruh kita berinfak dan bersedekah sesuai dengan urutan yang telah disebutkan dalam ayat diatas. Karena ibu-bapak merupakan orang yang disebutkan pertama kali, maka sebaiknya mengutamakan infak kepada ibu dan bapak (orang tua). Jangan sampai orang tua kita kelaparan, sementara kita menginfakkan kepada orang lain. 

Setelah itu, Allah swt menyuruh kita berinfak dan bersedekah kepada kaum kerabat, kaum kerabat disini maksudnya adalah saudara kita termasuk juga tetangga kita. Kita juga disuruh untuk menginfakkan dan menyedekahkan harta kita kepada anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil.

Ngomong-ngomong tentang infak dan sedekah, kebanyakan orang pasti sudah sering mendengar kata-kata ini, kata-kata ini memang sangat populer dan sering diucapkan oleh Ustad-ustad pada saat kajian atau semacamnya. Kata-kata tersebut adalah "Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah". Kata-kata ini diambil dari sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadits tersebut adalah:

Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda di atas mimbar sewaktu beliau menyebutkan masalah sedekah, menjaga diri dari meminta-minta dan masalah meminta-minta. "Tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang dibawah, Tangan yang di atas adalah yang memberi infak, sedang tangan yang di bawah adalah tangan yang meinta." (H.R. Bukhari, 715).

Jadi sudah jelas kepada siapa saja kita harus berinfak dan bersedekah. So berinfaklah kepada Allah, maka Allah akan mengantinya dengan yang lebih baik yang jumlahnya lebih banyak.
Load disqus comments

0 comments