Hadits Tentang Berjabat Tangan dalam Islam

Hadits Tentang Berjabat Tangan dan Menunjukan Kasih Sayang - Berjabat tangan atau dalam bahasa jawa disebut dengan salaman merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw. Kalau Rasulullah saw sudah menjadikan sesuatu itu sunnah, atau anjuran untuk dilaksanakan berarti terdapat berbagai manfaat dari berjabat tangan antar sesama ini. Kata pak ustad, kita hanya boleh berjabat tangan dengan sesama jenis,  kecuali kalau sama muhrim maka berjabat tangan dengan lawan jenis diperbolehkan, seperti pada ibu, kakak, nenek dll. 

Sementara itu dengan berjabat tangan, maka kita sudah menunjukan kasih sayang kepada sesama kita. Rasulullah dan para sahabat selalu membiasakan untuk berjabat tangan, karena berjabat tangan adalah salah satu cara untuk menunjukan kasih sayang kepada sahabat. Bukti bahwa Rasulullah saw melakukan berjabat tangan adalah dalam hadits riwayat bukhari, dan berikut ini adalah hadits tentang berjabat tangan.

# Hadits pertama tentang berjabat tangan 

Dari Abul Khaththab (Qatadah) ia berkata : "Saya bertanya kepada Anas 'apakah para sahabat (Rasulullah) saw, itu biasa berjabat tangan?" Ia menjawab : "YA". (HR Bukhari)

Dari hadits diatas sudah jelas bahwa para sahabat Rasulullah saw juga melakukan berjabat tangan, berjabat tangan dilakukan saat bertemu sambil mengucapkan salam. Seperti yang sering pak ustad katakan, bahwa berjabat tangan boleh dilakukan asalkan kepada sesama jenis dan semua orang yang muhrim dengan kita.

Hadits Tentang Berjabat Tangan dalam Islam
Hadits Tentang Berjabat Tangan dalam Islam

# Hadits tentang orang yang berjabat tangan diampuni dosanya

Dalam hadits kedua ini, menyatakan bahwa dua orang yang bersalaman akan diampuni dosa-dosanya selama ia masih berjabat tangan. Tetapi jangan berjabat tangan lama-lama dan berlebihan, dengan tujuan dosa yang diampuni adalah banyak. Maksud berjabat tangan dalam waktu yang berlebihan atau lama sekali misalnya selama 1 jam, 2 jam atau 3 jam. Tentu kasihan bukan orang yang kita ajak berjabat tangan. Jadi untuk mendapatkan manfaatnya, cukup berjabat tangan dalam waktu yang sewajarnya, jangan terlalu singkat dan jangan terlalu lama.

Dari Al Barra' ra. ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Dua orang Islamm yang bertemu kemudian mereka berjabat tangan maka dosa kedua orang tersebut diampuni sebelum keduanya berpisah". (HR. Abu Dawud).

# Hadits tentang anjuran berjabat tangan

Ngomong-ngomong tentang berjabat, admin pernah berjabat tangan dengan seseorang yang mana dalam berjabat tangan ia sangat memegang erat tangan admin, kalau menurut admin sih terlalu keras, sebenarnya menurut admin ini agak kurang baik. Apalagi sampai membuat orang yang berjabat tangan tidak nyaman atau merasa sakit. Lebih baik berjabat tangan sewajarnya saja, pasti akan jauh lebih baik.

Dalam hadits yang ketiga ini, menyatakan bahwa kita disunnahkan untuk berjabat tangan dengan sesama apabila bertemu, Rasulullah saw tidak menyuruh kita untuk membungkukkan diri ketika bertemu dengan orang lain, tidak menyuruh kita untu mendekap (memeluk) nya, tidak menyuruh menciumnya tetapi menyuruh kita untuk berjabat tangan.

Dari Anas ra. ia berkata "Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw : Wahai Rasulullah apabila seorang di antara kami bertemu dengan saudara atau kawannya apakah ia harus membungkukkan diri? Beliau menjawab : "Tidak". Ia bertanya : "Apakah ia harus mendekap dan menciumnya?" Beliau menjawab : "Tidak". Ia bertanya lagi : "Apakah ia harus memegang tangannya dan menjabatnya?". Beliau menjawab : "Ya". (HR. Turmudzi).
Nah, mungkin itu saja 3 hadits tentang berjabat tangan dalam Islam, semoga saja bermanfaat dan terimaksih. Jangan lupa baca artikel islam lainnya seperti :
Demikian artikel hadits tentang berjabat tangan dalam islam, jangan lupa kritik dan saran dari sobat semua. 
Load disqus comments

0 comments