Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka - Sebelumnya kitapunya.net sudah membahas mengenai Pancasila sebagai paradigma pembangunan. Setelah itu maka materinya adalah tentang menampilkan sikap positif terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka. Saya bagi menjadi 2 halaman, dan halaman yang pertama ini kami kasih judul dengan sikap positif terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka.

Keterbukaan ideologi Pancasila bukan saja merupakan penegasan kembali dari pola pikir yang dinamis dan para pendiri negara kita, tetapi juga merupakan suatu kebutuhan konseptual dalam dunia modern yang berubah sangat cepat.

Dengan ditegaskannya Pancasila sebagai ideologi terbuka, kita diharuskan untuk dengan sungguh-sungguh mempertajam kesadaran akan nilai dasarnya yang bersifat tetap atau abadi, dan di lain pihak didorong untuk mengembangkan secara kreatif dan dinamis nilai instrumental dan nilai praxisnya guna menjawab tantangan perubahan zaman. Lihat di artikel berikut ini tentang pengertian contoh nilai instrumental dan nilai praxis.

Masyarakat Indonesia dewasa ini telah menerima pandangan Pancasila sebagai ideologi terbuka. Penerimaan pandangan Pancasila perlu didasari pemahaman atau pengertian yang benar tentang Pancasila sebagai ideologi terbuka karena merupakan titik awal yang baik untuk menerima dan mewujudkan Pancasila sebagai Ideologi terbuka.  Kita harus berhati-hati bahwa definisi dari keterbukaan adalah bukan terbuka menerima nilai apapn. Oleh sebab itu Pancasila juga mempunyai batas-batas yang perlu diperhatikan dalam peneriaan dan perwujudan pandangan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu :

1. Nilai dasar bersifat tetap/abadi/tidak berubah
Dalam postingan sebelumnya juga sudah dibahas mengenai pengertian nilai dasar, nilai dasar ini mempunyai sifat yang abadi dan tidak dapat berubah meskipun zaman sudah berubah. Nilai dasar ini adalah sila-sila yang terdapat pada Pancasila. Yang kemudian akan dijabarkan/dikembangkan dalam nilai instrumental dan nilai praxis (penerapan dalam kehidupan). Bisa lihat contoh nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praxis. Nilai instrumental dan nilai praxis merupakan pengembangan dari nilai dasar, dimana kedua nilai tersebut dapat dirubah dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dasar.

2. Kepentingan stabilitas nasional
Pola dasarnya semua gagasan daapat diajukan, tetapi harus iperhatikan kemungkinan menimbulkan keresahan masyarakat atau tidak. Lingkup luasnya jangan merusak atau mengganggu stabilitas nasional.

3. Larangan Ideologi Lenimisme, Maxisme, Komunisme
Perlu juga diwaspadai adanya budaya Laten komunis. Ideologi komunis sudah menjadi larangan di negara kita, karena pasal 2 ketetapan MPR RI No. 1 MPR/2003, menegaskan bahwa ketetapan MPRS RI No. XXV/MPR/1966 dinyatakan tetap berlaku dengan ketentuan. Artinya kita tetap sepakat melarang ideologi komunis berada dan bekembang di negara Indonesia.

Agar nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu dilakukan usaha secara nyata dan konsisten (berkelanjutan) diantaranya melalui sikap positif dari setiap warga negara, penyelenggara negara serta lembaga kenegaraan dan kemasyarakatan, baik yang berada di pusar maupun di daerah untuk mengaktualisasikan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.
Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Aktualisasi Nilai pancasila dapat melalui jalur-jalur berikut ini :

1. Jalur pendidikan
Jalur yang pertama dalam rangka mengaktualisasikan nilai pancasila adalah jalur pendidikan. Jalur pendidikan ini sangat strategis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, karena hampir semua masyarakat Indonesia pasti merasakan dunia pendidikan.

2. Jalur media massa
Jalur yang kedua dalam mengaktualisasikan adalah jalur media massa. Di mana media massa ini juga sangat efektif sekali dalam mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Media massa dapat dijadikan sebagai sumber referensi pendidikan tentang Pancasila dan demokrasi. Penampilan media massa diarahkan untuk membawa misi aktualisasi pelaksanaan Pancasila sebagai dasar negara dan nilai-nilai demokrasi. Media massa contohnya adalah televisi, majalah, koran, internet, sosial media dan lain sebagainya.

3. Jalur Organisasi politik, Organisasi sosial kemasyarakatan dan pranata sosial
Organisasi politik ternyata juga dapat digunakan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Organisasi politik dapat membina dan mendidik kader anggotanya supaya menjadi warga negara yang mengetahui hak dan kewajibannya. Kedudukan organisasi politik, organisasi sosial kemasyarakatan, dan pranata sosial sangat strategis dalam mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Load disqus comments

0 comments