Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka - Melanjutkan postingan sebelumnya tentang pengertian pancasila sebagai ideologi terbuka, pada kesempatan ini judul artikel yang akan saya gunakan adalah perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila merupakan ideologi terbuka yang mempunyai fleksibilitas (kelenturan) terhadap perkembangan zaman, sehingga mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dan tidak merubah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pancasila sebagai ideologi terbuka akan dapat memberikan solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Indonesia ini. Namun demikian, faktor manusia baik pejabat negara atau masyarakat sendiri juga menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sebagai contoh bagaimana warga menikmati atau menggunakan kebebasan di era reformasi ini. Apabila tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, maka akan membuat suatu permasalahan baru. Kesimpulannya sebaik apapun ideologi tersebut, kalau sumber daya manusianya tidak baik maka akan menyebabkan tidak baik pula bagi negara atau bangsa yang menganut ideologi tersebut. Artinya ideologi yang baik harus didukung oleh sumber daya yang baik pula untuk mewujudkan cita-cita atau tujuan yang hendak dicapai.

Dasar negara Republik Indonesia (Pancasila) dirumuskan sebagai kristalisasi nilai-nilai sosial budaya yang telah hidup dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai ideologi terbuka maka kita harus mempertajam kesadaran akan nilai-nilai instrumental secara dinamis. Kemudian yang dimaksud dengan nilai-nilai dasar Pancasila yang abadi dapat kita temukan dalam alinea keempat dari Pembukaan UUD 1945. Sedangkan nilai instrumental adalah penjabaran nilai dasar sebagai arahan dalam kehidupan yang nyata, namun tetap mengacu pada nilai dasar. Adapun penjabaran nilai dasar ini melewati "konsensus nasional" yang tidak putus-putusnya sesuai dengan perkembangan zaman.

Maka dengan adanya pernyataan bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka, maka kita tetap berpegang pada nilai dasarnya yang bersifat tetap, sedangkan nilai pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurut Dr. Alfian dalam seminarnya menegaskan bahwa kekuatan ideologi tergantung pada kualitas 3 dimensi. Apa saja ketiga dimensi tersebut, berikut ini kami jelaskan dan sebutkan.

Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

1. Dimensi realita
Dimensi yang pertama adalah dimensi realita, definisinya adalah bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung didalam ideologi tersebut secara rill (nyata) berakar dan hidp dalam masyarakat atau bangsa tersebut, teruama karena nilai-nilai dasar teresebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya.

2. Dimensi idealisme
Dimensi yang kedua adalah dimensi idealisme, maskud dari dimensi ini adalah bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut mengandung idealisme, yang memberikan harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengalamannya dalam praktik kehidupan bersama-sama mereka sehari-hari dengan berbagai dimensinya.

3. Dimensi fleksibilitas
Dimensi yang selanjutnya adalah dimensi fleksibilitas. Dimensi fleksibilitas ini dapat juga disebut dengan dimensi kelenturan. Maksunya adalah bahwa idelogi tersebut mempunyai keluwesan atau kelenturan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung didalam ideologi tersebut, tanpa menghilangkan atau bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut. Dasar Negara Republik Indonesia atau Pancasila yang merupakan ideoogi nasional memenuhi ketiga dimensi diatas.

Pancasila sebagai ideologi terbuka mempunyai dimensi fleksibilitas, karena di dalamnya juga terkandung beberapa nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praxis. Ketiga nilai tersebut akan saya jelaskan dalam artikel khusus, yang akan saya kasih judul Pengertian dan contoh nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praxis
Load disqus comments

0 comments