Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Pasar Oligopoli - Pada malam hari ini kita punya akan melanjutkan postingan sebelumnya yaitu pengertian, contoh dan ciri-ciri pasar monopoli. Pasar monopoli dan pasar oligopoli merupakan pasar persaingan tidak sempurna. Dan masih ada satu jenis pasar persaingan tidak sempurnya yang lain yaitu pasar persaingan monopolistis. Kalau anda belum mengetahui pengertian pasar persaingan sempurna, bisa lihat postingan kami sebelumnya. Dan berikut ini adalah penjelasann dari kita punya :

Pengertian Pasar Oligopoli

Definisi dari pasar oligopoli adalah salah satu bentuk persaingan pasar yang mana didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri-industi yang membuat semen di Indonesia seperti Holcim, semen gresik dll. Selain itu juga ada industri mobil di Jepang dan lain-lain.

Ciri-ciri pasar oligopoli

  1. produk yang dijual memiliki harga yang hampir sama satu sama lin
  2. pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses dalam persaingan pasar oligopoli
  3. sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
  4. perubahan akan diikuti perusahaan yang lain

Contoh pasar oligopoli

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pasar oligopoli diartikan sebagai bentuk pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual dan produk yang dijual bisa sama persi atau bisa dibedakan menurut ciri khasnya. Sedangkan contoh pasar oligopoli dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat dalam masyarakat Indonesia.

Beberapa contoh perusahaan/produsen yang berada pada pasar oligopoli antara lain pada produk/barang seperti pada industri semen, misalnya ada semen gresik, semen holcim, semen indocement dan semen cibinong.

Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Pasar Oligopoli
Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Pasar Oligopoli


Pada industi sepeda motor, misalnya Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan lain-lain. Sementara pada bidang elektronik seperti Soni, toshiba, national, samsung, panasonic dan lain-lain. Pada jasa penerbangan misalnya ada Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air dll. Pada industri jasa penerbangan yang terjadi saat ini para oligopolis cenderung bersaing dalam hal harga (price competition), anda dapat melihat bagaimana ramainya perang tarif antar maskapai penerbangan.

Untuk membedakan produk satu perusahaan dengan perusahaan lain, sering para oligopolis menerapkan strategi dalam menguasai dan menarik konsumen dengan membuat model serta memberikan merek tertentu pada produk yang dijual (strategi diferensiasi produk). Model dan terutama merek ini biasanya dibuat agar berkesan di hati konsumen, agar konsumen menjadi loyal dan tertarik. Konsumen yang sudah terikat pada produk merek tertentu akan sulit berpindah ke produk yang lain.
Load disqus comments

0 comments