Partisipasi Dalam Usaha Pembelaan Negara

Partisipasi Dalam Usaha Pembelaan Negara - Pendidikan kewarganegaraan merupakan materi pelajaran yang wajib ada di kurikulum pendidikan sekolah dari SD sampai ke perguruan tinggi. Sebelumnya kami sudah membahas mengenai pengertian bela negara, setelah itu juga bentuk-bentuk usaha pembelaan negara. Nah, pada kesempatan kali ini kita menuju ke bab yang selanjutnya yaitu bab 3 materi pkn kelas 11 semester gasal tentang pembelaan negara (partisipasi dalam usaha pembelaan negara).

A. Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara

Upaya pembelaan negara bukan sekadar untuk mempertahankan negara saja, melainkan juga untuk memajukan bangsa dan negara. Oleh karena itu, maka segala bentuk peran serta warga negara yang positif demi keutuhan, kemajuan, kejayaan, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara merupakan wujud pembelaan terhadap negara.

Berdasarkan ketentuan UUD 1945 pasal 27 ayat 3, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Dan dalam UUD 1945 pasal 30 ayat 1 menyatakan bahwa, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Dan isi kedua pasal tersebut berarti bahwa kemampuan serta komitmen atau kesanggupan untuk berpartisipasi dalam usaha pembelaan negara.

Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara dapat diartikan sebagai keikutsertaan (partisipasi) warga negara untuk turut berusaha mempertahankan, menjaga dan memlihara negara agar negara tetap tegak atau berdiri dengan kokoh.

Hal ini hanya dapat diwujudkan apabila bangsa Indonesia memiliki ketahanan nasional yang tinggi.

Pengertian ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa dalam menghadapi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang berasal dari dalam negri maupun dari luar negri, demi keberadaan (eksitensi) bangsa dan negara Indonesia akan dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di tengah-tengah pergaulan internasional dalam era globalisasi saat ini.

Oleh karena itu peran serta warga negara Indonesia sangatlah mutlak diperlukan daam usaha pembelaan negara dan pertahanan NKRI, sesuai dengan posisi, fungsi, tanggung jawab, dan kemampuan masing-masing. Ada tiga komponan bangsa yang wajib membela dan mempertahankan negara yaitu komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.

B. Bentuk-bentuk Usaha Pembelaan Negara

Usaha pembelaan negara dilaksanakan untuk menghadapi berbagai ancaman, baik ancaman fisik maupun non fisik, juga ancaman militer maupun non militer yang dapat membahayakan kedaualatan negara, keselamatan warga negara dan juga keutuhan wilayah suatu negara. 

Berdasarkan Undang-undang No.3 Tahun 2002 yang membahas tentang Pertahanan Negara ditegaskan bahwa untuk menghadapi ancaman militer, maka TNI ditempatkan sebagai komponen utama, dan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung. Untuk mengetahui pengertian komponen cadangan dan komponen pendukung dapat melihat artikel yang berjudul : pengertian upaya bela negara dan pertahanan negara.

Dan jika ancaman itu berupa ancaman non militer maka sebagai unsur utamanya adalah lembaga pemerintahan di luar bidang pertahanan dan didukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa.

Sedangkan menurut ketentuan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 30 ayat 3, yang berbunyi TNI diserahi untuk melaksanakan tugas-tugas pertahanan, dan dalam pasal 30 ayat 4 POLRI diserahi tugas-tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Partisipasi Dalam Usaha Pembelaan Negara
Partisipasi Dalam Usaha Pembelaan Negara

Berikut ini beberapa contoh tindakan upaya bela negara yang dilakukan oleh TNI, POLRI, maupun rakyat atau warga negara selain TNI dan POLRI.

1. Contoh tindakan/peran serta TNI dalam uapaya pembelaan negara antara lain berhasil dalam menghadapi berbagai ancaman, yait :

  • Agresi militer belanda 1 (1947) dan II (1949)
  • Gerakan separatis APRA, RMS, PRRI/PERMESTA, OPM, GSA/GAM
  • Pemberontakan PKI di Madiun (1948) dan G30S/PKI (1965)
  • Pemberontakan DI/TII dan lain-lain
2. Contoh tindakan/peran serta POLRI dalam uapaya pembelaan negara terutama berkaiatan dengan ancaman yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakata, yaitu :
  • Mengatasi kerusuhan dan amuk masa
  • Menjaga lokasi dan ketertiban unjuk rasa/demonstrasi
  • Menangani tersangka pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba
  • Menyelesaikan pertikaian/konflik komunal karena perbedaan SARA
  • Mengatasi tawuran antar pelajar
3. Contoh tindakan/peran serta dalam upaya pembelaan negara yang dilakukan oleh warga negara Indonesia selain TNI dan POLRI, antara lain dengan membentuk :
  • Kelaskaran yang kemudian menjadi barisan cadangan pada periode (perang kemerdekaan ke 1)
  • Organisasi pager desar (Pasukan Gerilya Desa) dan Mobpel (Mobilisasi Pelajar) sebagai perkembangan dari barisan cadangan pada periode perang kemerdekaan ke 2.
  • Organisasi keamanan desa (OKD) dan Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) pada tahun 1958-1960 sebagai kelanjutan pager desa.
  • Pertahanan sipil (hansip), perlawanan rakyat (Wanra), dan keamanan rakyat (kamra) pada tahun 1961 sebagai penyempurnaan dari OKD dan OPR
  • Perwira Cadangan yang dibentuk sejak tahun 1963
  • Organisasi RATIH (Rakyat Terlatih) dan LINMAS (Perlindungan Masyarakat) berdasarkan UU No. 2 Tahun 1982 yang telah diganti dengan UU No. 2 Tahun 2002.
  • Organisasi profesi seperti Tim SAR, PMI, para medis, dan lain sebagainya.
  • Kegiatan pembelajaran melalui pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah untuk pembinaan sikap dan perilaku nasionalisme, patriotisme, kesadaran demokrasi, ideologi Pancasila, dan hukum dasar (UUD 1945)
  • Organisasi keamanan yang dibentuk berdasarkan adat setempat di Bali yang disebut "Pecalang"
C. Wujud Partisipasi Dalam Usaha Pemebelaan Negara Di Berbagai Lingkungan
Bagian ini sudah saya buar artikel tersendiri dalam artikel yang berjudul : Upaya bela negara di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Load disqus comments

1 comments: