Pengertian Rotasi dan Revolusi Bumi

Rotasi dan Revolusi Bumi -  Bumi adalah planet yang paling dekat ke tiga dengan matahari setelah planet merkurius dan venus. Bumi dengan matahari berjarak sekitar 150 juta kilometer. Bumi sendiri memiliki diameter sekitar 12.750 km. Bumi adalah planet yang bentuknya hampir bulat dan pepat di kedua kutubnya. Sehingga, garis tengah katulistiwa lebih panjang dibandingkan dengan gari kutub. Bumi yang kita tempati ini mengalami rotasi dan revolusi, apa kah pengertian dari rotasi dan revolusi ini? Berikut ini penjelasan tentang kedua gerakan yang dilakukan oleh bumi.

1. Pengertian Rotasi Bumi

Pengertian dari rotasi adalah peputaran bumi yang bertumpu pada porosnya. Periode rotasi bumi adalah sekitar 23 jam 56 meni 4,09 detik atau dibulatkan menjadi 24 jam. Rotasi bumi ini menyebabkan gerak semu harian matahari, pergantian siang dan malam, perbedaan waktu, pembelokan arah angin, dan pembelokan arus laut.

Oleh karena bumi berotasi, maka daerah tertentu di bumi tidak terus-menerus menghadap matahai (tidak terkena sinar matahari). Matahari tampak bergerak dari timur ke barat. Bagian bumi yang menghadap matahari akan mengalami siang sedangkan bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam hari.

Bumi yang berbentuk bulat dibagi berdasarkan garis-garis khayal yang melintang dan membujur. Pengertian dari garis lintang adalah garis yang membagi bumi dengan arah melintang dari arah barat dan timur.

Garis lintang yang membagi bumi dengan sama besarnya disebut dengan garis khatulistiwa. Garis lintang di sebelah utara garis khatulistiwa disebut dengan garis lintang utara. Sebaliknya garis lintang yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa disebut garis lintang selatan.

Garis khayal yang lain disebut dengan garis bujur. Garis ini membujur dari arah utara dan selatan bumi dengan melewati kutub-kutub bumi. Garis bujur inilah yang membagi bumi menjadi 24 daerah waktu. Lebar setiap garis bujur yaitu 15 derajat. Garis-garis bujur ini memiliki pangkal dan ujung yang melewati kota Greenwich (0 derajat) di Inggris. Daerah ini dijadikan standar waktu dunia. Indonesia terletak di bagian timur garis ini. Oleh karena itu, Indonesia mempunyai waktu yang lebih cepat beberapa jam dengan daerah-daerah di sebelah baratnya. Indonesia terdiri mempunyai tiga daerah waktu. Kebalikan dari bujur 0 derajat yaitu bujur 180 derajat yang menjadi international date line.

Rotasi dan Revolusi Bumi
Rotasi dan Revolusi Bumi

2. Pengertian Revolusi bumi

Setelah rotasi bumi mari kita lanjutkan dengan revolusi bumi. Pengertian dari revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Waktu dari bumi mengelilingi matahari adalah 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik. Atau dibulatkan menjadi 365 hari. Bukti bahwa bumi mengelilingi matahari (berevolusi) adalah terjadinya paralaks bintang dan terjadinya cahaya bintang. Revolusi bumi mengakibatkan perubahan lamanya siang dan malam serta pergantian musim.

Pada tanggal 21 juni matahari berada di atas garis 23 1/2 derajat lintang utara. Pada saat ini, belahan bumi bagian utara mengalami siang yang lebih panjang. Sebaliknya, belahan bumi selatan mengalami siang yang lebih pendek. Daerah lingkungan kutub utara mendapat sinar matahari selama 24 jam sehari, sedangkan lingkaran kutub selatan tidak mendapat sinar matahari selama 24 sehari. Oleh karena itu, daerah lingkaran kutub utara tetap siang, dan lingkaran kutub selatan tetap malam.

Pada tanggal 22 desember, matahari berada di atas gari 23 1/2 lintang selatan. Peristiwa ini adalah kebalikan dari peristiwa yang sebelumnya. Belahan bumi selatan mengalami siang lebih panjang, dan belahan bumi utara mengalami siang yang lebih pendek. Daerah lingkaran kutub selatan mendapat sinar matahari selama 24 jam,, sedangkan lingkaran kutub utara tidak mendapatkan sinar matahari selama 24 jam. Oleh karena itu lingkaran kutub selatan tetapi siang, dan lingkaran kutub utara tetap malam.

Selain adanya perbedaan lama waktu siang dan malam, interaksi antara bumi dan matahari menyebabkan munculnya perubahan musim yang terjadi di bumi. Pergantian musim tersebut adalah sebagai berikut ;
1). 21 Maret sampai 21 Juni
Belahan utara mengalami musim semi, sedangkan belahan selatan mengalami musim gugur.
2). 21 Juni sampai 23 September
Belahan utara mengalami musim panas, sedangkan belahan selatan mengalami musim dingin
3) 23 September sampai 21 Maret
Belahan utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan selatan mengalami musim semi
4) 22 Desember sampai 21 Maret
Belahan utara mengalami musim dingin, sedangkan belahan selatan mengalami musim panas.

Kala revolusi bumi digunakan sebagai dasar perhitungan tahun matahari atau tahun Syamsiah atau Tahun Masehi. Dalam tahun tersebut satu tahun dibagi menjadi 12 bulan. Pembagian bulan dalam tahun masehi adalah sebagai berikut. Tahun yang berjumlah 366 hari disebut dengan tahun kabisat.

Januari : 31 hari
Februari : 28 atau 29 hari
Maret : 31 hari
April : 30 hari
Mei : 31 hari
Juni : 30 hari
Juli : 31 hari
Agustus : 31 hari
September : 30 hari
Oktober : 31 hari
November : 30 hari
Desember : 31 hari

Total hari adalah 366 hari atau 365 hari
Load disqus comments

0 comments