Pengertian Motif Ekonomi dan Motif non Ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi dan Motif non Ekonomi - Kata motif berasal dari bahasa latin movere yang mempunyai arti mendorong. Oleh sebab itu,dorongan yang berhubungan dengan tindakan seseorang atau pihak tertentu dalam kegiatan ekonomi disebut dengan pengertian motif ekonomi.

Di sisi lain ada suatu kegiatan yang hanya didorong oleh suatu kebiasaan atau adat berarti bukan suatu dorongan untuk mendapatkan keuntungan disebut dengan motif non ekonomi. Namun dalam suatu kegiatan juga ada yang didorong oleh kedua jenis motif, baik motif ekonomi maupun motif non ekonomi.

Seseorang melakukan sesuatu kegiatan tentu karena mempunyai alasan atau sebab yang mendorong ia meakukan kegiatan tersebut. Ada yang hanya ikut-ikutan teman, ada yang karena disuruh oleh kedua orang tuanya, ada yang karena takut sama guru dan lain sebagainya. Orang yang bekerja sampai lembur juga karena didorong oleh sesuatu, seperti ingin mencukupi kebutuhan keluarganya, ingin tabungannya banyak dan mungkin juga secara finansial ingin melebihi orang lain disekitarnya.

Beberapa motif tersebut dapat kita kelompokkan menjadi motif ekonomi dan motif non ekonomi. Jadi, dalam satu kegiatan tidak hanya karena dorongan satu motif ekonomi atau motif non ekonomi saja, namun satu kegiatan dapat didorong oleh beberapa motif sekaligus, baik motof ekonomi dan motif non ekonomi. 

Bagaimanakah caranya mengetahui suatu kegiatan didorong oleh motif ekonomi atau motif non ekonomi? Untuk memahami makna tersebut, perhatikan contoh berikut ini.

Pak Agung menyekolahkan anaknya di SMK program keahlian teknik otomotif. Untuk menunjang pendidikan anaknya, Pak Agung mendirikan bengkel motor di depan rumahnya yang kebetulan letaknya sangat strategis. Disamping untuk menunjang pendidikan anaknya, tentu pak Agung juga mempunyai keinginan memperoleh laba atau keuntungan dari usaha bengkel motor yang telah didirikannya. Pak agung mempunyai keinginan memperoleh keuntungan dari usaha yang didirikannya tersebut. Selain itu juga ikut memantu program pemerintah dalam mengurangi pengangguran.

Dari contoh diatas, kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa alasan yang mendorong Pak Agung mendirikan bengkel motor adalah :

  1. Keinginan untuk mendapatkan keuntungan (laba)
  2. Keinginan untuk menunjang pendidikan anaknya
  3. Keinginan untuk memberikan pekerjaa kepada anak-anak muda di kampungnya.

Pengertian Motif Ekonomi dan Motif non Ekonomi
Pengertian Motif Ekonomi dan Motif non Ekonomi

Dari ketiga alasan yang mendorong Pak Agung mendirikan bengkel motor, alasan yang pertama pada dasarnya termasuk motif ekonomi, dan alasan yang ke dua dan ketiga adalah termasuk motif non ekonomi.

Motif ekonomi ini biasanya berkaitan dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan materill (alasan komersial). Kegiatan yang didorong oleh motif ekonomi biasanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kemakmuran. Kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi.

Sedangkan motif non ekonomi biasanya berkaitan dengan alasan-alasan nono materil (alasan non-komersial), seperti menjalankan suatu kewajiban atau karena menjalankan suatu adat istiadat yang merupakan warisal leluhur.

Misalnya, orang yang berusaha memenuhi kebutuhan rohaninya yaitu dengan cara menuntut ilmu, menjalankan puasa, shalat dan sembahyang tentu bukan karena dorongan ekonomi bukan?


Kegiatan ekonomi dilakukan di dalam masyarakat, pada umumnya merupakan kegiata yang dilakukan oleh seseorang terutama dilandasi oleh motif ekonomi, misalnya mendapatkan laba mendapatkan kekuasaan ekonomi, yang kemudian disertai motif-motif lain seperti motif pendidikan, motif sosial, motif memperoleh penghargaan politik, motif kedaimaian, motif keamanan yang mana semua yang telah saya sebutkan (motif-motif lain) tadi merupakan motif non ekonomi.


Load disqus comments

0 comments