Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan

Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan - Sekarang ini banyak diberitakan di beberapa media televisi bahwa telah terjadi kebakaran dan kerusakan hutan. Yang mana kerusakan tersebut terdapat campur tangan manusia. Semakin pesatnya pertambahan jumlah penduduk, salah satunya mengakibatkan meningkatnya kebutuhan lahan pemukiman. Hutan-hutan ditebang dan dibakar untuk lahan pemukiman. Coba anda bayangkan jika bumi kita ini tidak memiliki hutan, dampak apa sajakah yang akan timbul?

A. Kepadatan populasi penduduk

Populasi penduduk adalah sejumlah orang yang mendiami wilayah tertentu pada waktu tertentu. Sedangkan yang dinamakan kepadatan populasi penduduk adalah jumlah penduduk rata-rata setiap 1 km2. Untuk menghitung kepadatan penduduk dapat dipergunakan rumus :

Kepadatan penduduk = jumlah penduduk : luas wilayah (km2).

Kepadatan penduduk di suatu daerah selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang dinamakan dinamika populasi penduduk. Perubahan kepadatan populasi manusia pada suatu daerah dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :

1. Angka kelahiran
Natalitas adalah bilangan yang menunjukan jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk per tahun. Natalitas dapat dihitung dengan rumus :

Natalitas = (jumlah bayi lahir hidup : jumlah populasi manusia) x 1000

Kriteria angka kelahiran dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Angka kelahiran rendah, apabila angka kelahirannya kurang dari 20 per tahun.
b. Angka kelahiran sedang, apabila angka kelahirannya antara 20 - 30 pertahun.
c. Angka kelahiran tinggi apabila angka kelahirannya lebih dari 30 pertahun.

2. Angka kematian (mortalitas)
Mortalitas adalah bilangan yang menunjukan jumlah kematian dari setiap 1009 penduduk pertahun. Mortalitas dapat dihitung dengan rumus :

Mortalitas = Jumlah kematian : Jumlah populasi manusia x 1000

Kriteria angka kematian dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Angka kematian rendah, apabila angka kematiannya kurang dari 13 per tahun
b. Angka kematian sedang, apabila angka kematiannya antara 14 - 18 per tahun
c. Angka kematian tinggi, apabila angka kematiannya lebih dari 18 per tahun.

3. Perpindahan penduduk (migrasi)
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Migrasi dalam satu negara
Meliputi transmigrasi dan urbanisasi. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dan daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya (dari kota ke desa). Sedangkan urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

b. Migrasi antarnegara
Meliputi imigrasi, emigrasi, dan remigrasi. Imigrasi adalah masuknya penduduk dan suatu negara ke negara lain. Emigrasi adalah keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Sedangkan remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk kembali ke tanah airnya semula.

Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kepadatan penduduk dapat dirumuskan sebagai berikut :

P = (L-M) + (I - E)

Keterangan :

P = Pertumbuhan penduduk
L = Laju natalitas
M = Laju mortalitas
E = Jumlah emigrasi
I = Jumlah imigrasi

Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan
Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan

B. Pengaruh kepadatan penduduk terhadap lingkungan

Jumlah penduduk yang semakin padat tentunya membawa pengaruh terhadap lingkungan. Beberapa prediksi mengenai pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan antara lain :

  1. Terjadinya bencana kelaparan yang melanda berbagai tempat yang disebabkan semakin menyempitnya lahan pertanian yang terdesak pemukiman dan kawasan industri yang berdampak pada gizi buruk yang melanda anak-anak kekurangan makanan.
  2. Terjadinya krisis energi karena sumber daya alam habis terkuras tanpa bisa diperbaharui lagi
  3. Terjadinya krisis air bersih sebagai akibat dari pelaksanaan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan yang menyebabkan air hujan tidak mampu meresap ke lapisan tanah
  4. Terjadinya polusi udara yang semakin meluas sebagai akibat dari berkembangnya industri, dan kendaraan bermotor yang tidak berwawasan lingkungan.
  5. Terjadinya penyakit menular akibat semakin padatnya penduduk dan  rendahnya kesadaran menjaga kesehatan lingkungan
  6. Terjadinya bencana alam berupa banjir, tanah longsor, sebagai akibat dari penggundulan hutan yang terus-menerus tanpa adanya reboisasi
  7. Terjadinya pencemaran lingkungan sebagai akibat pemakaian pestisida, bahan-bahan kimia dan kegiatan industri yang berlebihan
  8. Terjadinya pemanasan global akibat meningkatnya suhu bumi karena lapisan ozon yang semakin tipis akibat pemakaian bahan kimia yang tidak terkendali

C. Usaha-usaha untuk mengimbangi kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk akan memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan, seperti prediksi di atas. Namun manusia masih mempunyai usaha-usaha untuk mengimbangi kepadatan penduduk tersebut sehingga dampak-dampak negatif dapat diminimalisasi.
Usaha-usaha tersebut meliputi :
  1. Menggalakkan kembali program keluarga berencaran (kb)
  2. Mengadakan penyebaran penduduk yang lebih merata melalui program transmigrasi
  3. Memperluas lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan
  4. Memperluas tempat pemukiman penduduk untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal
  5. Meningkatkan produksi pertanian melalui intensifikasi pertanian
  6. Meningkatkan kesejahteraan penduduk dengan membuka kawasan industri sebagai lapangan pekerjaan
  7. Mengadakan reboisasi (penghijauan) di daerah perkotaan agar dapat mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh asap industri dan kendaraan bermotor
Load disqus comments

0 comments