Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi Kimia

Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi Kimia - Kecepatan reaksi kimia dapat didefinisikan dengan ukuran perubahan susunan partikel penyusun materi dalam satuan waktu tertentu. Satuan tersebut dapat berupa detik, menit, jam atau dalam satuan waktu yang lain. Contohnya, untuk membakar kayu gelondongan diperlukan waktu 60 menit.

Pada reaksi kimia selalu disertai dengan persamaan reaksi yang melibatkan perubaan reaktan (zat pereaksi) di sebelah kiri tanda pana (->) menjadi produk (hasil reaksi) di sebelah kanan tanda panah. Pernyataan reaksi ini dinyatakan : reaktan (pereaksi) -> produk (hasil reaksi).

Berdasarkan persamaan tersebut, kecepatan reaksi kimia dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah reaktan tiap satuan waktu atau bertambahnya produk tiap satuan waktu.

Waktu yang diperlukan untuk mengubah susunan partikel penyusun materi dapat dipercepat dengan faktor-faktor tertentu. Misalkan pembakaran kayu pada contoh di atas dapat dipercepat waktunya menjadi 20 menit apabila beberapa faktor terpenui misalnya memperkecil ukuran kayu. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia diuraikan sebagai berikut :


Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi Kimia

1. Ukuran materi
Ukuran materi berpengaruh terhadap kecepatan reaksi kimia. Materi dengan massa yang sama memiliki kecepatan yang berbeda tergantung ukuran materi yang direaksikan, berbentuk bongkahan, serbuk atau batangan. Umumnya pereaksi yang berbentuk serbuk lebih cepat selesai bereaksi. Hal ini karena dalam ukuran serbuk, luas permukaan bidang sentuh zat pereaksi semakin besar.

Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi Kimia
Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi Kimia


2. Suhu
Pernahkan kalian menyimpan buah di dalam kulkas? Buah yang disimpan dalam lemari es ternyata tidak cepat membusuk jika dibandingkan dengan buah yang diletakkan di ruangan bebas. Mengapa? Hal ini karena terdapat perbadaan suhu antara di dalam lemari es dan di ruangan.

Suatu reaksi kimia dapat terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel yang bereaksi. Semakin banyak partikel yang bertumbukan, maka reaksi yang terjadi semakin cepat. Teori ini disebut dengan teori tumbukan.

Kecepatan reaksi akan bertambah cepat pada suhu yang lebih tinggi. Hal demikian dapat dijelaskan dengan teori tumbukan. Menurut teori tumbukan, dengan adanya kenaikan suhu maka energi kinetik partikel bertamba sehingga partikel akan bergerak lebih cepat. Oleh karena energi kinetik tinggi, maka energi yang dihasilkan oleh tumbukan antar partikel akan bertambah tinggi pula dan cukup untuk melangsungkan reaksi. Hal ini akan mengakibatkan kecepatan reaksi berjalan semakin cepat. Untuk setiap kenaikan 10 derajat celcius, kecepatan reaksi akan meningkat dua hingga tiga kali lipat. (Kita Punya)
Load disqus comments

0 comments