Asas asas Kewarganegaraan dan Contohnya

Asas-asas Kewarganegaraan dan Contohnya - Pada postingan sebelumnya tentang unsur-unsur negara sudah saya singgung sedikit tentang penduduk. Penduduk pada suatu negara terdiri dari warga negara dan bukan warga negara (warga negara asing). Apabila warga negara asing tersebut ingin menjadi warga negara dimana ia bertempat tinggal, maka mereka warga negara asingg harus melalui suatu proses yang biasa disebut dengan "naturalisasi" atau pewarganegaraan, setelah melalui proses tersebut dan dinyatakan memenuhi persyaratan undang-undang yang berlaku maka ia dapat menjadi warga negara di negara yang bersangkutan.

Sebagai contoh persyaratan untuk naturalisasi adalah warga negara asing tersebut sudah tinggal di negara tersebut selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun secara tidak berturut-turut. Jika pengajuan naturalisasi memenuhi persyaratan maka ia akan mendapatkan "kewarganegaraan" dari negara tersebut.

Baca : Pengertian Negara Menurut Para Ahli

Asas-asas Kewarganegaraan dan Contohnya


Dua asas berikut ini adalah asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang :
1. Asas kewarganegaraan ius saunginis (darah/keturunan)
Asas kewarganegaraan yang satu ini merupakann asas yang ditentukan berdasarkan keturunan atau pertalian darah dengan kedua orang tuanya. Pada umumnya yang digunakan adalah berdasarkan ayahnya. Sebagai contoh : Jika ibu dari X adalah warga negara Indonesia, sementara Ayah X merupakan warga negara jepang. Maka X berstatus sebaga warga negara jepang.

2. Asas kewarganegaaan ius soli (tanah/tempat kelahiran)
Berbeda dengan asas ius saunginis yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. Kalau asas kewarganegaraan isu soli ini menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat dimana ia dilahirkan. Sebagai contohnya misalnya ada sebuah negara A yang menggunakan asas ius soli, kemudian X dilahirkan dinegara tersebut maka X statusnya berkewarganegaraan negara A, meskipun orang tuanya adalah berkewarganegaraan B.

Akibat dari perbedaan masing-masing negara dalam menerapkan asas asas kewarganegaraan diatasm naka dapat menyebapkan status kewarganegaraan seseorang menjadi :
  • Tidak memiliki kewarganegaraan disebut dengan Apatride
  • Memiliki kewarganegaraan ganda (dobel) disebut dengan Bipatride
Asas asas Kewarganegaraan
Asas asas Kewarganegaraan

Selain memnggunakan dua asas kewarganegaraan diatas, kewarganegaraan seseorang juga dapat ditentukan dengan menggunakan suatu sistem, disebut dengan sistem stelseel yang meliputi :

1. Stelsel aktif
Pengertian dari stelsel aktif adalah sesuatu usaha dengan melakukan tindkan hukum tertentu secara aktif untuk memperoleh status kewarganegaraan. Sebagi contoh dengan mengajukan permohonan tertulis kepada negara dan mengurus segala persyaratannya. Dalam stelsel aktif ini, setiap orang berhak mempunyai "hak opsi", hak opsi adalah hak untuk memilih suatu kewarganegaraan.

2. Stelsel pasif
Pengertian dari stelsel pasif ini adalah suatu sistem yang tanpa melakukan tindakan hukum seperti pada stelsel pasif, seseorang telah diakui sebagai warga negara. Sebagai contoh saja misalnya kita lahir, langsung dianggap sebagai warga negara Indonesia tanpa mengajukan permohonan kepada negara. Dalam sistem stelsel pasif ini, jika kita tidak mau menjadi warga negara Indonesia dapat menggunakan "hak repodiasi: yang memiliki pengertian sebuah hak untuk menolak kewarganegaraan.

Demikian asas-asas kewarganegaraan dan contohnya. Baca juga : Sifat-sifat Negara

Load disqus comments

0 comments