Pengertian Tawakal

Pengertian Tawakal - Setelah kita berusaha dan berikhtiar maka selanjutnya adalah bertawakal, pengertian tawakal adalah suatu tindakan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah swt setelah melakukan ikhtiar dengan maksimal. Tawakal juga dapat diartikan berserah diri dengan berusaha dan berdoa.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin lulus sekolah, maka ia harus berikhtiar dan berusaha belajar maksimal agar dengan harapan agar lulus sekolah, setelah itu baru berdoa dan berserah diri kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Inilah yang dinamakan dengan tawakal.

Pada zaman Nabi Muhammad saw ada seseorang sahabat yang bertanya : Apakah seseorang melepaskan binatang di padang yang luas, tanpa diawasi disebut tawakal? Nabi Muhammad menjawab : Ikat dan cancanglah binatang itu dengan tali agr tidak lari, kemudian bertawakallah kepada Allah swt.

Pengertian Tawakal

Pengertian Tawakal
Pengertian Tawakal

Hadit diatas menunjukqn bahwa bertawakal itu sangat bergantung kepada ikhtiar atau usaha. Keduanya mempunyai hubungan yang erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dengan demikian iman kepada takdir bukanlah dimaksudkan untuk pasrah dan berpangku tangan belaka, melainkan harus berikhtiar dan bertawakal dengan selalu mengharapkan nikmat dan karunia serta kasih sayang dari Allah swt.

Allah swt berfirman :

Hendaklah kamu bertawakal kepada Allah jika kamu betul-betul beriman. (Q.S. Al-Maaidah ayat 23)

Jika Allah menolong kamu, tidak ada yang dapat mengalahkan kamu, sebaliknya bila Dia meninggalkan kamu, maka siapa lagi yang dapat memberi pertolongan. Oleh sebab itu, hendaklah orang-orang yang beriman menyerahkan diri kepada Allah. (Q.S. Ali-Imran ayat 160)

Kedua ayat di atas mengajarkan bahwa setiap orang mukmin harus bertawakal dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt. Tetapi, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha memperbaiki kehidupannya agar lebih baik. Namun manusia sangat bergantung kepada kekuasaan Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan yang sangat terbatas, dan tidak akan mungkin dapat menyaingi atau menandingin-Nya.

Dalam kehidupan ini, kita banyak menyaksikan begitu banyak orang yang bekerja dengan sepenuh kemampuannya tetapi masih juga mengalami kegagalan, sebaliknya banyak orag yang bekerja dengan tenang tanpa banyak mensforsir banyak tenaga, tetapi berhasil dan sukses. Inilah suatu bukti bahwa manusia itu mempunyai keampuan yang terbatas.

Oleh karena itu di samping manusia wajib berusaha juga harus berdoa dan bertawakal kepada Allah swt. Hal ini dimaksudkan agar sewaktu-waktu apabila mengalami kegagalan dalam usahanya, tidak terpengaruh oleh keadaan dan tekanan-tekanan kejiwaan lainnya. Allah swt berfirman :

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran 159)
Load disqus comments

0 comments