Pengertian Hadits Nabi

Pengertian Hadits adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, baik berupa kata-kata, atau perbuatan, atau penetapan (takrir). Berikut ini adalah pengertian hadits yang saya dapatkan dari sebuah buku, bila terdapat kesalahan bisa dikritik. Oke langsung saja berikut adalah penjelasannya.

Penetapan tersebut bisa terjadi, apabila salah seorang sahabat mengucapkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu pada saat kehadiran Rasulullah saw, atau beliau mendengar adanya sesuatu ucapan atau perbuatan dari seorang sahabat yang tinggal jauh dari Rasulullah, kemudian beliau diam saja atau menganggapnya baik, maka hal itu dianggap sebagai persetujuan atas ucapan atau perbuatan sahabat tersebut.

Hadits dalam pengertian tersebut sama dengan pengertian sunah, akan tetapi, kata-kata sunah kadang-kadang diartikan kepada kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah dalam menerapkan syariat (hukum Islam), yakni perkara yang berlaku pada masa pertama Islam.

Dengan demikian pengertian hadits atau sunah Rasulullah saw mencakup tiga hal, yaitu :

1. Sunah Qouliyah
Yang dimaksud dengan sunah qouliyah adalah sabda-sabda Rasulullah saw yang berupa perkataan, baik menerangkan hukum-hukum agama, maksud isi Al-Quran, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan seterusnya sampai pada soal-soal akhlak/moral.

2. Sunah Fi'liyah
Yang dimaksud dengan sunah fi'liyah adalah perbuatan-prbuatan Nabi Muhammad saw, yang menerangkan cara beribadah, sebagai contoh adalah cara shalat, wudlu, haji dan lain sebagainya. Sunah fi'liyah dapat dibagi menjadi 6 macam yaitu :
  • Pekerjaan Nabi Muhammad saw yang bersfat gerakan jiwa, gerakan hati, gerakan tubuh seperti bernafas, duduk, berjalan dan lain sebagainya. Perbuatan seperti itu tidak ada sangkut-pautnya dengan soal hukum, dan tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang bersifat kebiasaan, seperti cara makan, tidur dll. Perbuatan semacam itu juga tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan, kecuali jika ada perintah atau anjuran dari Nabi Muhammad saw untuk mengikuti cara-cara tersebut.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang khusus untuk beliau sendiri seperti beristril lebih dari empat dan menyambung kan puasa dengan tidak berbuka. Dalam hal ini orang lain tidak boleh mengikutinya.
  • Pekerjaan yang bersifat menjelaskan hukum yang global, seperti sholat dan haji. Hukum perbuatan tersebut sama dengan hukum apa yang dijelaskan, baik wajib maupun sunat.
  • Pekerjaan yang dilakukan terhadap orang lain sebagai hukuman, seperti menahan orang, atau mengusahakan milik orang lain. Dalam hal ini diperlukan untuk mengetahui sebab-sebabnya, kemudian baru diterapkan sebagai keputusan hukum.
  • Pekerjaan yang menunjukan kebolehan saja, seperti berwudlu dengan satu kali atau tiga kali basuhan pada tiap-tiap angota tubuh pada saat berwudlu.
3. Sunah Taqririyah
Yang dimaksud dengan sunah taqririyah adalah penetapan-penetapan Rasulullah saw, karena mendengar atau melihat sahabat melakukan sesuatu, lalu ditetapkan atau dibiarkan Nabi Muhammad saw dengan tanpa menegur atau melarangnya.

Load disqus comments

0 comments