Ini Fungsi Ballast Resistor pada Ignition Coil

Kita Punya - Ini Fungsi Ballast Resistor pada Igniton Koil. Pada sistem pengapian konvensional yang masih menggunakan kontak pemutus atau platina, biasanya pada ignition coil dilenkapi dengan balast resistor atau tahanan balast. Terdapat dua tipe dari tahanan balast ini, yaitu internal ballast resistor dan eksternal ballast resistor. Untuk yang tipe internal, resistornya berada didalam igniton coil, sehingga tidak kelihatan. Sedangkan untuk yang tipe eksternal resistornya berada di luar dan kelihatan dengan jelas. Berikut ini merupakan gambar rangkaian sistem pengapian konvensional yang menggunakan koil dengan eksternal ballas resistor :
Gambar Sistem Pengapian dengan Koil yang ada Ballast Resistor
Gambar Sistem Pengapian dengan Koil yang ada Ballast Resistor
Seperti pada gambar diatas, tahanan ballast diletakkan antara kunci kontak dan + koil. Namanya resistor pastinya untuk membatasi arus primer yang mengalir. Lihat : Cara Memeriksa Ignition Koil

Mengapa arus perlu dibatasi dengan tahanan ballast??

Ada syarat yang harus terpenuhi pada sistem pengapian konvensional agar ignition coil bekerja dengan maksimal, yaitu arus primer pada sistem pengapian tidak boleh melebihi 4 A. Akibat jika arus melebihi 4 A adalah :
  • Koil cepat panas, jika berlebihan bisa meledak.
  • Kontak pemutus (platina) lebih cepat aus.
Dengan arus yang besar tentu akan membuat koil menjadi cepat panas, yang mana kalau igniton coil panas induksi yang dihasilkan juga tidak maksimal. Biasanya juga koil yang cepat panas akan membuat mobil cepat mogok, pada prakteknya banyak pengemudi yang membawa kompres untuk mendinginkan ignition coil ini. Jika panasnya lebih besar lagi bisa menyebapkan koil meledak. Untuk itulah diperlukan tahanan ballas yang berfungsi untuk membatasi arus primer agar tidak melebih 4 A.

Pada saat starter arus primer tidak perlu dilewatkan ballas resistor, karena arusnya sendiri sudah berkurang akibat adanya beban starter. Apabila dilewatkan ballast maka arus akan berkurang lagi (semakain kecil), dan kemampuan pengapian juga tidak maksimal, ini akan mengakibatkan mesin sulit hidup. Untuk itulah pada saat posisi ST, arus dari baterai menuju terminal ST kunci kontak langsung ke + koil tanpa melalu ballas resistor. Setelah kunci kontak kembali IG, maka arus primer kembali melalui terminal IG Kunci kontak dan melalui ballas resistor. 

Untuk jenis kunci kontak yang tidak terdapat ST1 dan ST2, atau hanya terdapat terminal ST saja, maka perlu ditambah dioda, atau relay diantara terminal ST dan + koil. Dan berikut ini rangkaian sistem pengapian dengan koil + ballast resistor dengan penambahan relay pada sistem starter.

Rangkaian Starter Dengan Relay
Rangkaian Starter Dengan Relay
Karena harus belajar buat besok ujian sekolah maka saya rasa cukup sekian artikel Fungsi Balast Resistor pada Ignition Coil, dan terimakasih.
Load disqus comments

0 comments