Dioda (Rectifier) Pada Alternator Sistem Pengisian

Kita Punya - Dioda (Rectifier) Pada Alternator Sistem Pengisian, melanjutkan artikel tentang komponen komponen alternator sistem pengisian. Anda sudah berada pada halaman ketiga dari artikel tersebut, halaman sebelumnya adalah : Kumparan Stator (Stator Coil).

Pada alternator terdapat dioda atau rectifier, dioda ini memiliki fungsi untuk mengubah arus bolak -balik (Alternating Current/AC) yang dihasilkan oleh kumparan stator menjadi arus searah (Direct Current). Karakteristik dari sebuah dioda yaitu hanya bisa dialiri oleh arus dalam satu arah saja. sehingga dioda ini dapat dimanfaatkan sebagai penyearah sebuah arus. Pada alternator tipe konvensional, terdapat enam buah dioda, tiga buah dioda masuk dapat disebut dengan dioda positif dan tiga dioda lainnya adalah dioda negatif.

Rangkaian Dioda (Rectifier) Pada Alternator
Rangkaian Dioda (Rectifier) Pada Alternator

Seperti yang kita lihat pada gambar di atas tentang rangkaian dioda pada alternator, maka tampak bahwa terdapat dua buah dioda dihubungkan secara seri sehingga terdapat tiga pasang dioda yang dihubungkan secara seri. Salah satu kaki dioda yakni kaki anoda pada sisi dioda negatif digabungkan satu sama lain dan dihubungkan dengan massa, sedangkan kaki katoda pada sisi dioda positif saling dihubungkan juga dan dihubungkan dengan terminal B. Ujung -ujung kumparan stator disambungkan dengan bagian tengah di antara pasangan dioda yang dihubungkan secara seri tadi. Berikut ini dijelaskan proses penyearahan arus AC yang dihasilkan oleh kumparan stator. Yang akan saya share kali ini adalah dengan kumparan stator model bintang.
Gambar 2 Cara Kerja Dioda (Rectifier) Pada Alternator Sistem Pengisian
Gambar 2 Cara Kerja Dioda (Rectifier) Pada Alternator Sistem Pengisian

Gambar 3 Cara Kerja Dioda (Rectifier) Pada Alternator Sistem Pengisian
Gambar 3 Cara Kerja Dioda (Rectifier) Pada Alternator Sistem Pengisian

Pada gambar 2 a di atas, misalnya kumparan stator (stator coil) yang menghasilkan tegangan adalah kumparan A dan B (dalam kondisi ini kumparan A dan B berhubungan secara seri). Jika pada ujung kumparan C menghasilkan tegangan dengan polaritas positif dan pada nujung kumparan A polaritasnya negatif, maka arus akan mengalir dari ujung kumparan C menuju dioda dan mengalir ke terminal positif baterai, ke terminal negatif baterai, ke dioda, kemudian ke ujung kumparan A. 

Apabila sekarang tegangan dihasilkan pada kumparan B dan C (Gambar 2 b), dan ujung kumparan B menghasilkan tegangan dengan polaritas positif dan ujung terminal C polaritasnya negatif, maka arus akan mengalir dari ujung kumparan B ke dioda, ke positif baterai, ke negatif baterai, ke dioda, kemudian ke ujung kumparan C. Meskipun dalam keadaan ini ujung kumparan C negatif, namun arus tetap mengalir ke terminal positif baterai. Dengan demikian tegangan bolak balik yang dihasilkan kumparan stator akan dialirkan dengan arah yang tetap sama (searah) ke dalam baterai. Jadi, jelaslah bahwa fungsi dioda pada sistem ini sebagai penyearah atau pengubah arus bolak-balik menjadi arus searah. Proses yang sama terjadi pada stator model delta.
Load disqus comments

0 comments